Our little brother part. 1 – END versi KPOP


Our little brother part. 1

Ini adalah ff lamaku, dan cast. awalnya adalah biasa biasku kyuppa….hahahaha…, tapi q ganti castnya dengan rombongan KPOP kekekeke, dan ku sengaja jadiin jung ji young umurnya sepantaran jun su gitu hahahaha…padahal umurnya paling muda diantara semua cast. ini hehehe..mian yo kalau jelek. O Iya…kalau kalian ingin baca ff terbaru di blog kami, kunjungi blog kami ya…http://alwayskpop4ever.wordpress.com/

Cast :

choi minho (Shinee)

jung  young hwa (CN blue)

kim hyunjoon (SS501)

ham eunjung (T-ara)

jung ji young ( B1A4)

hangeng ( Suju)

moon junyoung ( ZE:A)

xiah jun su ( JYJ)

Minho pov

Nama ku  choi minho, aku memiliki 2 saudara yang sangat memperhatikanku. Yang pertama adalah young hwa hyung. Young hwa hyung mengurus perusahaan appa yang di korea, sedangkan appa dan eomma pindah ke paris, untuk mengurus perusahaan appa yang sangat terkenal di sana. Young hwa hyung memiliki sifat yang sangat keras. Jika young hwa hyung mengatakan tidak, maka aku pun menuruti apa yang di katakannya. yang ke dua adalah hyunjoon hyung. Hyunjoon hyung kuliah di kyung Hee University, hyunjoon hyung adalah orang yang sangat pendiam. Namun meskipun begitu, hyunjoon hyung tidak kalah perhatiannya padaku. Hyunjoon hyung, selalu mengontrol ku. kemana pun aku pergi, hyunjoon hyung selalu menelpon ku dan menyuruh pengawal untuk selalu mengikuti kemanapun aku pergi, bahkan ke sekolah pun pengawal-pengawal yang di utus oleh kedua hyung ku itu mereka ikut. Semua yang ku lakukan harus atas persetujuan mereka. Sedangkan aku sekarang kelas 2A di Haeundae high school. Aku tidak pernah memiliki seorang sahabat pun. Karena terakhir kali aku bersahabat, sewaktu aku SMP. Dan sahabatku itu, menjauhiku. Karena dulu aku pernah pulang terlambat, karena bermain game bersama sahabat ku itu. Hyung ku mengancam sahabat ku itu untuk menjauhi ku. karena sahabatku itu bukan dari keluarga kaya seperti ku. sejak saat itu, aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Hyung ku sangat protect terhadapku. Hari ini aku merasa sangat bosan, setiap hari aku harus menjadi dongsaeng yang selalu menurut pada kedua hyung ku itu. Aku pergi ke balkon sekolah untuk menenangkan pikiranku. Aku berteriak sepuas-puasnya di balkon sekolah ku itu. Setelah aku berteriak , rasanya hatiku sudah tenang. Aku pun kembali ke kelas. Setiap aku berada di kelas. Semua siswa di kelas ku selalu menatap ku. aku tidak mengerti kenapa, mungkin mereka merasa kasihan padaku. Karena aku tidak sebebas seperti mereka. Sepulang sekolah, seperti biasa hyunjoon hyung menghubungi ku.

Minho :” yobseyo….ne…..hyung. tapi hyung, apakah hari ini aku boleh jalan-jalan sebentar saja?, aku bosan hyung. Benarkah?, ne….hyung. gomawo……”

Akhirnya hari ini aku bisa pergi jalan-jalan, meskipun aku harus dikawal. Aku sengaja ingin jalan-jalan hari ini, karena aku ingin kabur dari pengawal2 itu. Sesampainya aku di mall, aku pergi ke toilet untuk merubah penampilan ku untuk mengecoh para pengawal itu. Aku menggunakan topi hitam, masker, pakaian hitam. Kemudian aku menurunkan topi ku hingga  wajah ku tidak begitu terlihat. Kemudian aku pun pergi dari mall itu, menggunakan taksi. Aku pun pergi tanpa tujuan, hingga aku sampai di sebuah lapangan basket. Di mana aku duduk di kursi dan memandangi mereka yang sedang asyik bermain basket. Tidak berapa lama kemudian, sebuah bola basket itu menggelinding di kakiku. Aku memegang bola basket itu, dan beberapa orang menghampiri ku. aku melihat mereka, mereka kelihatan lebih dewasa dari aku. Aku memberikan bola itu pada mereka.

Minho :” ini bolanya “

Jung ji young :” gomawo….”

Minho :” sama-sama…”

junyoung :” seperti nya kamu baru ya ke tempat ini?, karna aku baru melihatmu di sini”

Minho :” nde…..”

Jung ji young :” o iya…maukah kamu ikut bermain basket bersama kami?”

Minho :” benarkah……?, aku sangat ingin sekali”

Hangeng :” kajja…kita main bersama, kebetulan kami kurang 1 orang nih”

Minho :” gomawo…….”

Aku sangat senang saat itu, karena aku dan mereka bermain bersama di lapangan itu. Baru kali ini aku merasa senang, karena baru kali ini aku merasa bebas. Tanpa adanya peraturan yang mengikatku. Ketika selesai bermain basket, aku melihat 8 panggilan masuk dari hyunjoon hyung. Aku terkejut, karena hyunjoon hyung pasti saat ini mengkhawatirkanku, dan pasti semua pengawal itu di beri pelajaran oleh hyunjoon hyung. Karena yang ku tahu, hyunjoon hyung jika marah sangat mengerikan, Sama seperti young hwa hyung.

Jung ji young :” ada apa…..?”

Minho :” mian….aku harus pulang sekarang.”

junyoung :” kenapa buru-buru?, mainlah sebentar lagi bersama kami”

Jung ji young :” nde…”

Minho :” mian….aku benar-benar harus pulang saat ini”

Jun su:” oiya, kamu belum memberitahukan namamu pada kami”

Minho :” minho….choi minho”

Jung ji young :” aku jung ji young, ini  junyoung, jun su dan hangeng. Senang berkenalan dengan mu minho….”

Minho :” aku juga senang berkenalan dengan kalian. Lain kali aku kemari lagi, dan kita main bersama lagi ya?”

junyoung :” tentu saja, kami akan menunggu mu di sini. Lagian permainan mu juga tadi sangat bagus”

Minho :” gomawo…..”

Aku pun pergi meninggalkan mereka di lapangan basket itu. Aku berjalan dari lapangan itu menuju halte bis, karena hari ini aku sangat ingin merasakan suasana berada di dalam bis. Aku sengaja hari ini tidak menghubungi hyunjoon hyung maupun young hwa hyung. Karena aku ingin merasakan kebebasanku saat ini. Tidak berapa lama kemudian, bis pun datang. Aku masuk ke dalam bis itu. Karena di dalam bis itu cukup sepi. Aku mengambil posisi paling belakang dekat denga jendela. Aku menatap kearah luar jendela, tiba-tiba aku melihat seorang gadis yang tas nya di jambret oleh 3 orang pencuri. Aku pun menghentikan bus itu, dan berlari menuju ke arah pencuri itu berlari, aku mengejar pencuri itu. Hingga aku berada di sebuah gang kecil, dan pencuri itu pun sengaja menghadangku. Gadis yang tasnya di curi itu, berada di belakangku. Ternyata gadis itu ikut berlari mengejar pencuri itu.

Minho :” ya…………berikan tas gadis ini?”

Mereka bukannya memberikan tas itu, mereka malah mengepungku. Dan menghajarku, aku merasa tidak terima di perlakukan seperti itu, akupun membalas pukulan mereka. Karena pukulan itu sangat keras mengenai perut ku, hingga membuatku  terjatuh menahan rasa sakit di perut ku. kemudian pencuri itu pun pergi meninggalkan aku dan gadis itu di daerah gang kecil itu. Gadis itu mencoba membantuku untuk berdiri. Gadis itu sangat manis, rambutnya panjang, dan lurus. Kulitnya sangat putih.

Ham eunjung  :” apa kamu baik-baik saja?”

Minho :” a…aku tidak apa-apa” (memegang perutku yang sakit)

Ham eunjung  :” bener kamu tidak apa-apa?

Minho :’ nde…….”

Ham eunjung  :” mianhe…..karena ingin menolongku. Kamu jadi celaka seperti ini”

Minho :” jangan seperti itu, aku ikhlas menolongmu. Jadi tolong jangan meminta maaf padaku”

Tidak berapa lama kemudian, hp ku bergetar. Hyunjoon hyung menghubungi ku. aku pun menjawab telepon hyunjoon hyung.

Minho :” mian hyung……….. Ne…hyung. Jangan khawatir, aku akan segera pulang. Andwe…aku akan pulang sendiri”(menutup telepon ku)

Ham eunjung  :” gomawo …karena telah menolongku”

Minho :” sama-sama…, mian aku harus segera pulang. O iya, aku minho”

Ham eunjung  :” ham eunjung …”

Setelah aku berkenalan dengan ham eunjung , kami pun berpisah. Karena ia menuju kearah kanan, sedangkan aku menuju ke arah kiri. Selama dalam perjalanan pulang, aku merasa perutku sangat sakit akibat pukulan tadi. Di tambah lagi, aku dari tadi pagi belum makan hingga sekarang. Aku menuju ke halte bis, namun belum sampai aku di tempat tujuanku. Aku merasa pusing, pandangan ku kabur dan aku terjatuh. Aku tidak tahu yang terjadi selanjutnya.

Hyunjoon pov

Aku memiliki seorang dongsaeng, yang fisiknya sangat lemah. Karena sejak kecil ia sering sakit-sakitan. Oleh karena itu aku dan young hwa hyung sangat menjaga dongsaeng ku itu. Terkadang aku merasa sangat kasihan pada dongsaeng ku itu, karena kami selalu penuh aturan terhadapnya. Itu semua kami lakukan karena aku dan young hwa hyung sangat menyayanginya. Hari ini tidak seperti biasanya minho belum pulang. Karena aku sudah menunggunya selama 4 jam di rumah bersama young hwa hyung.

Young hwa :” hyunjoon, tadi minho bilang apa padamu?”

Hyunjoon :” katanya dia mau pulang sendiri, dan dia akan segera pulang. Tapi hyung, aku sangat khawatir. karena tidak biasanya minho sangat telat seperti ini. Dan lagian para pengawal yang kita sewa itu, semuanya sangat pabo….karena bisa-bisanya minho lari dari mereka” (menunjuk pengawal itu)

Young hwa :’ nde….aku tidak percaya lagi pada mereka. Sebaiknya kita berdua mencari dongsaeng kita itu”

Hyunjoon :” nde….hyung”

Aku dan young hwa hyung pun mulai mencari minho menggunakan mobil kami. Aku dan hyung, mencari di tempat yang sering di kunjunginya, namun tidak ada juga. Ketika mobil kami melewati halte bus, dan tidak jauh dari halte bus itu, aku melihat sesosok yang sangat ku kenal. Ya, itu adalah minho.

Hyunjoon :” hyung……berhenti. Itu minho”

Kemudian aku  dan hyung pun, menghampiri minho yang tidak sadarkan diri.

Young hwa :” minho….sadar. kamu kenapa?”

Hyunjoon :” hyung sebaiknya kita bawa pulang saja minho ke rumah”

Young hwa :” andwe, kita bawa ke RS saja. Kamu lihat sendirikan wajah minho penuh memar begini”

Hyunjoon :” apa hyung lupa, dulu minho pernah kita bawa ke RS. Tapi apa yang dilakukannya. Minho melempar semua barang di RS dan berteriak-teriak.”

Young hwa :” nde….ne…kita bawa dongsaeng kita ini pulang ke rumah saja”

Young hwa hyung pun menggendong minho di punggungnya dan merebahkannya di mobil.sesampainya di rumah, young hwa hyung merebahkan minho di kasurnya. Aku berteriak kepada pelayan untuk membawakan handuk kecil yang berisi es batu di dalamnya untuk mengompres luka memarnya. Setelah aku mengompres memar di wajah minho. Young hwa hyung dan aku pun memutuskan tidur di kamar minho untuk menemaninya. Young hwa hyung tertidur di sofa, sedangkan aku tidur di dekat kasurnya dan memegang tangan dongsaeng ku itu.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

Our little brother part.2

Minho pov

Aku membuka mata ku perlahan-lahan. Aku melihat sekeliling ruangan, yang ternyata itu adalah kamarku sendiri. Aku melihat young hwa hyung tertidur di sofa kamarku. Dan hyunjoon hyung memegang tanganku. Aku sayang pada kedua hyung ku ini. Aku membangunkan ke dua hyung ku, dan memegang tangan hyunjoon hyung. Aku yakin mereka pasti sangat khawatir padaku.

Minho :” hyung……..”

Hyunjoon :’minho….syukurlah kamu sudah sadar. Hyung….minho sudah sadar”

Young hwa hyung terbangun dari tidurnya dan menghampiriku.

Young hwa :” minho….katakan pada hyung mu ini. Apa ada yang masih sakit, luka mu bagaimana?, biar hyung panggilkan dokter ya?”

Minho :” andwe….hyung. aku tidak apa-apa.”

Hyunjoon :” apa nya yang tidak apa-apa. Wajahmu itu penuh dengan memar. Kalo ada luka dalam bagaimana. Hah…..” (membentak)

Aku hanya tertunduk dan terdiam. Aku tidak berani menatap wajah kedua hyung ku itu.

Young hwa :” yang dikatakan hyunjoon benar minho. Kami tidak mau sesuatu terjadi padamu. Apa kamu tahu, kami sangat khawatir pada mu kemarin malam itu.”

Hyunjoon :” lagian, untuk apa juga kamu lari dari pengawal itu.”

Minho :” a…….aku………….” (takut)

Young hwa :” sudah hyunjoon, jika dongsaeng kita ini tidak mau mengatakannya. Biarkan saja dulu”

Hyunjoon :” mian minho…aku sudah membentakmu. Aku sayang padamu minho, aku dan young hwa hyung sangat takut jika sesuatu terjadi padamu. Dan kamu kan tahu sendiri, kamu jika terlalu lelah pasti jatuh sakit.”

Minho :” mianhe……hyung. Aku janji tidak akan melakukannya lagi”

Young hwa :” o iya, yang membuatmu terluka seperti ini siapa?, katakan pada kami minho. Biar kami beri pelajaran pada mereka”.

Aku tidak berani mengatakannya pada kedua hyung ku ini. Karena terakhir kali, sewaktu MOS dulu. anggota osis yang mengerjai setiap siswa baru termasuk mengerjaiku hingga membuat tubuhku penuh dengan lumpur. Kedua hyung ku tidak terima jika aku di perlakukan seperti itu, hingga mereka pun membalas anggota osis itu dengan menyiram lumpur kotor dan menyiram air selokan pada nya. Sejak saat itu hingga sekarang, tidak ada yang berani mendekati ku. karena mereka takut pada kedua hyung ku. dan aku pun tidak memiliki seorang sahabat dekat, karena kedua hyung ku ini.

Hyunjoon :” katakan minho…, biar nanti aku dan young hwa hyung yang turun tangan membalasnya”

Aku masih membisu dan tertunduk. Aku benar-benar tidak ingin mengatakannya pada mereka.

Young hwa :” ya sudah minho. Jika kamu masih belum ingin memberitahukannya pada kami sekarang. Tidak apa-apa”

Minho :” kenapa hyung, tidak bekerja hari ini?”

Young hwa :” aku hari ini tidak ingin ke perusahaan. Aku ingin menjagamu hari ini”

Hyunjoon :” aku juga malas kuliah hari ini minho. Dosennya membosankan, lagian aku dan young hwa hyung harus menjagamu. Karena kami tidak ingin kamu kabur lagi dan kejadian kemarin terulang lagi. Arasso….”

Minho :” ne…….hyung.”

Tiba-tiba perutku berbunyi, karena aku sangat lapar sekali. Dari kemarin aku tidak makan hingga sekarang. Aku memegang perutku, dan tersenyum pada kedua hyung ku.

Hyunjoon :” kamu lapar ya…….?”

Young hwa :” biar ku suruh pelayan untuk membuat masakan untukmu ya?”

Minho :” andwe…, aku ingin makan buatan mu hyung. Hyung semenjak kerja di perusahaan appa. Hyung tidak pernah lagi memasak untukku”

Young hwa :” ne…..dongsaengku yang tampan” (mengelus-elus kepalaku)

Minho :” gomawo…hyung”(tersenyum)

Hyunjoon :” nah…karena young hwa hyung yang memasak untuk hari ini. Sekarang kamu harus mandi. Aku akan menyiapkan air hangat untukmu ya…”

Minho :” ok hyung……….gomawo…..aku sayang kalian berdua hyung”

Hyunjoon :” tentu saja…kamu harus menyayangi kami minho. Karena kami adalah hyung mu” (mengacak-acak rambutku)

Minho :” aish……hyung. Aku tidak suka jika rambutku di acak-acak”(manyun)

Kedua hyung ku tertawa melihatku yang sedang manyun. Hyunjoon hyung menyiapkan pakaian untukku, terkadang aku sangat senang dengan perhatian kedua hyung ku, namun terkadang perhatian mereka terlalu berlebihan hingga membuatku ingin mencari kebebasan ku sendiri.

Young hwa pov

Minho adalah dongsaeng yang sangat ku sayangi. Karena dia yang paling kecil di antara kami. Aku sangat tidak ingin sesuatu terjadi pada dongsang ku itu. Karena dia tidak terlalu mahir untuk menjaga dirinya sendiri. Seperti yang terjadi padanya kemarin malam. Yang membuat ku sangat khawatir. eomma dan appa telah berpesan kepada ku dan hyunjoon untuk menjaga dongsaeng ku itu. Dan aku harus menepati janjiku pada kedua orang tua ku. minho sangat dekat pada kami berdua, terkadang jika manjanya datang, minho pasti memintaku memasak untuknya. Karena aku sangat menyayanginya, aku pun membuat peraturan yang harus di patuhinya. Memang aku membuat peraturan keras untuknya, itu semua ku lakukan karena aku sayang padanya. Aku kembali ke kamar dongsaeng ku itu dan membawakan makanan salah satu kesukaannya yaitu kimbab dan kimchi.

Young hwa :” minho…ini makanannya”

Minho :” gomawo hyung……”(tersenyum)

Hyunjoon :” untukku mana hyung?” (manyun)

Young hwa :” kamu bisa ambil sendiri di dapur”

Hyunjoon :” ya……..h”

Minho :” hyung kita makan bersama saja. Aku akan menyuapi kalian hyung…”

Hyunjoon :” nde….?”

Minho :” nde……, ni…aku suapi untuk hyung tersayang ku.”

Minho menyuapi makanan kepada hyunjoon.

Minho :” dan ini……untuk young hwa hyung…karena telah membuat makanan yang enak untukku…..”

Minho pun menyuapi ku dengan tangannya. Suasana hari ini, terasa sangat menyenangkan. Tidak berapa lama kemudian, pelayan datang ke kamarnya minho.

Pelayan :” mian tuan, ini obatnya…”

Young hwa :” gomawo, sekarang kamu bisa kembali ke pekerjaanmu”

Pelayan :” ne….tuan”

Young hwa :” minho…selesai makan kamu minum vitamin ini, dan yang ini salep untuk mengurangi sakit pada memarmu. Kamu harus meminum vitaminnya ya, karena aku akan mengawasimu untuk meminumnya”

Minho :” ne……..hyung”

Hyunjoon :” o iya minho. Mulai besok, aku akan mengantar dan menjemput mu di sekolah. Dan pengawal yang kemarin sudah di pecat sama hyung. Dan hari ini akan ada pengawal baru yang akan ku kenalkan padamu minho.”

Minho :” mwo….kenapa harus di pecat hyung?, mereka kan tidak salah?, aku yang salah”

Young hwa :” salah mereka karena mereka tidak becus menjagamu. Sampai-sampai kamu lari dari mereka”

Hyunjoon :” nde….dan kali ini,4 orang pengawal itu sepertinya kelihatan sangat bertanggung jawab. Jadi aku yakin mereka pasti bisa menjagamu minho”

Minho pov

Kenapa harus menggunakan pengawal lagi. Menyebalkan, yang kemarin saja susah payah aku untuk lari. Apa lagi yang sekarang. Jangan-jangan aku tidak akan pernah bebas lagi. Apa lagi hyunjoon hyung yang akan antar jemput aku ke sekolah. Aish….sampai kapan aku akan terus seperti ini?.

Hyunjoon :” kenapa kamu diam minho?”

Minho :” aku hanya merasa tidak enak pada mereka hyung. Karena aku, mereka kalian pecat”

Young hwa :” aku kesal pada mereka minho. Makanya mereka aku pecat saja”

Hyunjoon :” sudahlah, kita jangan bahas masalah yang kemarin lagi. Pokoknya kamu harus terima dengan pengawal baru mu itu. Jangan membantah, arasso….?”

Aku hanya tertunduk sambil memakan kimbab.

Young hwa :” biarkan dongsaeng kita ini makan dulu. nanti saja lagi kita bahas masalah ini”

Hyunjoon :” ne……hyung”

Kenapa karena aku, orang-orang yang tidak bersalah harus menderita seperti ini. Aku tidak senang dengan sikap kedua hyung ku ini. Mereka tidak mengerti, bahwa aku sangat kesal dengan sikap mereka terhadapku. Apa mereka tidak mengerti bahwa aku sudah dewasa, dan aku bukan anak kecil lagi. Yang setiap saat harus selalu di jaga. Aku ingin berontak, tapi aku tidak bisa. Karena mereka adalah hyung ku. dan aku tidak pantas jika membantah kedua hyung ku.

TBC

Our little brother part.3

Jung ji young pov

Hari ini adalah hari pertamaku bekerja untuk mengawal seorang dongsaeng dari pengusaha terkenal di korea. Aku harus bertanggung jawab atas pekerjaan baru ku ini. Aku bekerja bersama 3 orang sahabatku. Aku memiliki seorang dangsaeng perempuan. Aku sangat menyayanginya, dongsaeng ku sangat manja. Aku tidak terlalu memberi aturan yang ketat padanya. Karena aku tidak ingin jika dia berontak, dan pergi meninggalkan rumah.

Ham eunjung  :” oppa….karena hari ini, hari pertama oppa bekerja. Aku membuat makanan kesukaan oppa. Di makan ya…..kalo tidak  di habisin. Maka aku akan marah pada oppa”

Jung ji young :” ne……….ham eunjung  sayang. Oppa akan habiskan makanan ini. Apa kamu sudah siap, nanti oppa akan mengantarmu sekolah dulu setelah itu baru oppa pergi bekerja”

Ham eunjung  :” ne…….oppa”

Setelah aku mengantar dongsaeng ku itu pergi ke sekolah. Aku pun menemui  junyoung, jun su dan hangeng di tempat biasa. Aku bersama mereka pergi kerumah pengusaha kaya itu. Rumahnya sangat megah, bahkan rumahnya besarnya kira-kira 30x lebih besar dari rumahku. Aku dan sahabat-sahabatku menemui pengusaha itu.

Young hwa :” ini hari pertama kalian bekerja, aku akan memperkenalkan kalian pada dongsaeng ku”

Tidak berapa lama kemudian, dongsaengnya itu datang menemui kami. Dan ternyata dia adalah minho yang bermain basket dengan kami kemarin. Hajiman dia memberi isyarat kepada kami dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, seakan-akan dia ingin kami tidak memberitahukannya pada kedua hyungnya. Bahwa kami pernah bertemu. Aku dan sahabat-sahabatku saling menatap.

Hyunjoon :” kenapa kalian saling menatap seperti itu?”

Jung ji young :” tidak apa-apa tuan”

Young hwa :” ini dongsaengku yang harus kalian jaga, ketika dia berada di sekolah. Ataupun jika dia ingin pergi ke mana saja kalian harus selalu mengawalnya. Meskipun dongsaeng ku hyunjoon yang antar jemput minho ke sekolahnya. Tapi kalian tetap harus mengawalnya. Arasseo……..”

Hangeng :” ne……tuan”

Aku melihat minho sepertinya tidak begitu suka jika dia harus di kawal. Aku juga heran kenapa minho harus di kawal, sedangkan kedua hyung nya tidak.

Young hwa :” minho…kenalkan mereka pengawal baru mu. Dia jung ji young, jun su, hangeng dan  junyoung”

Minho :” minho imnida. Mian merepotkan kalian”

Jung ji young :” tidak apa-apa tuan muda”

Ketika kedua hyungnya sedang beristirahat di kamarnya, minho menyendiri di taman belakang rumahnya. Aku dan sahabat-sahabatku menghampirinya.

Jung ji young :” tuan muda….kenapa menyendiri di sini?, kenapa tidak beristirahat di kamar anda?”

Minho :” jika bersamaku, tolong panggil nama ku saja. Hajiman jika di hadapan kedua hyung ku kalian boleh memanggilku tuan muda”

junyoung :” kenapa begitu?”

Minho :” tolong turuti saja apa yang ku minta”

Hangeng :” ne….kami akan melakukan apa yang anda inginkan”

Minho :” jika bersamaku jangan menggunakan bahasa yang terlalu formal seperti kata-kata anda. Aku tidak suka mendengarnya. Dan mian, karena tadi aku pura-pura tidak mengenal kalian”

Jung ji young :” tidak apa-apa, hajiman sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari kami?”

Jun su:” nde…., sepertinya kamu sangat patuh pada kedua hyung mu itu?”

junyoung :” ceritakanlah pada kami, siapa tahu bisa membuat beban di hatimu jadi ringan”

Jung ji young :” nde….”

Minho :” sebenarnya dulu sewaktu aku masuk sekolah dasar, ada beberapa anak yang lebih besar dari ku, mereka selalu menjahiliku hingga aku masuk RS. Dan kedua hyung ku memberi pelajaran pada mereka. Sejak saat  itu, kedua hyung ku selalu menjagaku. Karena kedua hyung ku, sangat sibuk dengan urusan mereka. Hyung ku pun mencari pengawal untuk menjagaku, dan mereka selalu mengontrolku kemanapun aku berada. Sebenarnya waktu aku bertemu dengan kalian kemarin, itu adalah hari pertama aku ingin merasakan kebebasan. Aku lari dari pengawalku. Makanya young hwa hyung memecat mereka. Aku sangat bosan jika harus selalu mematuhi aturan yang di buat oleh kedua hyung ku itu. Pulang harus tepat waktulah, tidak boleh bergaul dengan orang yang derajatnya rendah lah, makan, tidur harus sesuai dengan waktu yang di tetapkan, kalau  ingin jalan-jalan harus selalu di kawal lah, tidak boleh bermain game berlebihan lah, dan masih banyak lagi. Aku bosan dengan semua itu. Aku tahu mereka sangat menyayangiku, tapi caranya terlalu berlebihan. Appa dan eomma juga jarang sekali pulang. Mereka selalu sibuk di luar negeri. Apa menurut kalian aku salah dengan tindakanku kemarin?, apa aku salah jika aku ingin merasakan seperti teman-teman ku yang lain?,  Karena sikap hyung ku, aku di sekolah tidak memiliki seorang sahabat. Mereka tidak berani berteman dengan ku karena mereka takut kepada kedua hyung ku”

Jung ji young :” jadi begitu. Menurutku kamu tidak salah melakukan itu, dan hyung mu harus tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Kamu harus memberitahukan hal ini pada mereka?”

Minho :” aku tidak berani. Karena aku sangat menghormati keputusan mereka. Dan mereka sangat menyayangi ku”

junyoung :” tapi rasa sayang yang berlebihan juga tidak terlalu bagus minho. Karena nanti nya karena beban ini, bisa membuat mu jadi seseorang yang pemberontak”

Jun su:” menurut kami kedua hyung mu itu harus mengetahui beban di hati mu ini”

Aku merasa sangat kasihan pada minho. Karena ia tidak bisa menjalani hidup layaknya remaja yang lain. Yang memiliki sahabat, dan kekasih. Tidak bisa bebas bermain sesuka hatinya.

Minho :” ntah lah, aku akan memikirkan pendapat kalian. Karena aku tidak memiliki sahabat, maukah kalian menjadi sahabatku?”

Hangeng :” ne….kami mau minho”

Minho :” hajiman, kalian harus berpura-pura jika di hadapan kedua hyung ku. kalian harus berpura-pura jadi pengawalku. Tapi jika tidak ada hyung ku, kalian boleh bebas memanggil namaku dan menganggapku bukan seperti seorang tuan muda. Apa kalian bisa?”

Jung ji young :” ne……..dan jika kamu membutuhkan tempat untuk cerita. Kami siap mendengarkan cerita mu”

Minho :” benarkah?, gomawo….aku sangat senang sekali”

Aku melihat wajah minho yang sangat bahagia, seperti seorang anak kecil yang menerima hadiah yang di inginkannya. Sejak saat itu, minho dan kami bersahabat secara diam-diam tanpa sepengetahuan kedua hyungnya.

Minho pov

Aku merasa sangat senang karena memiliki 4 orang sahabat meskipun mereka seumuran dengan hyung ku. seperti biasa hyunjoon hyung menjemput ku di sekolah. Di depan sekolah, aku memohon pada hyung ku agar aku boleh bermain game hari ini.

Minho :” hyung…bolehkah hari ini aku bermain game, di game centre?”

Hyunjoon :” andwe…kamu harus pulang. Ingat pesannya hyung tadi pagi?”

Minho :” ya, aku harus pulang tepat waktu. Karena hari ini aku harus les piano kan?”

Hyunjoon :” nde…”

Aku kesal sekali. Kenapa setiap hari aku harus melakukan les?, les piano lah, les clarinet lah, les vocal lah. Aku bosan, sangat bosan.

Minho :” hyung…untuk hari ini….saja. aku mohon, aku sangat ingin bermain game. Aku janji akan pulang secepatnya. Aku mohon………hyung”(merengek)

Jung ji young :” tuan………, kami akan menjaga tuan muda minho. Dan saya janji, tuan muda minho akan pulang secepatnya. Kami akan mengawal tuan muda minho selama di game centre itu”

Minho :” nde…hyung. Mereka pengawal yang bertanggung jawab kok”

Hyunjoon :” ne……..hajiman kamu harus pulang secepatnya. Ara……?, dan kalian harus benar-benar mengawalnya. Karena aku tidak ingin kejadian seperti dulu terulang lagi”

Jung ji young :” kami akan melakukannya tuan”

Hyunjoon :” ne…..kamu boleh bermain. Hajiman untuk hari ini saja. Ara……….dongsaeng?”

Minho :” arasseo………..hyung. gomawo…..”

Hyunjoon :” kalo begitu, hyung akan mengantar mu ke game centre itu. Dan pulangnya harus bersama pengawalmu. Karena hyung masih ada urusan di kampus bersama donghae dan eunhyuk”

Minho :” ne………hyung……, aku sayang……..sekali pada mu hyung”

Hyunjoon :” uh….merayukan. karena sudah ku izinkan”

Minho :” he….he…….he…”

Aku merasa sangat senang, karena jung ji young berhasil membujuk hyung ku. setelah hyunjoon hyung mengantar ku ke game centre, hyunjoon hyung kembali ke kampusnya. Aku mengajak jung ji young, hangeng,  junyoung dan jun su untuk bermain bersamaku. Aku merasa sangat senang, karena setelah sekian lama, aku hanya bermain sendiri sekarang aku sudah memiliki teman untuk bermain bersamaku. Setelah waktu yang ku janjikan pada hyunjoon hyung, akupun bergegas kembali pulang bersama sahabatku itu. Ketika aku keluar dari game centre itu, aku melihat seorang gadis yang sangat manis. Aku seperti pernah bertemu dengan gadis itu, tapi aku lupa pernah bertemu dengannya di mana?, gadis itu menghampiri kami.

TBC

Our little brother part.4

Ham eunjung  pov

Sepulang sekolah, aku melihat jung ji young oppa keluar dari game centre. Aku menghampiri oppa, dan aku melihat seseorang bersama oppa dan sahabat-sahabatnya. Laki-laki itu masih mengenakan pakaian sekolahnya. Jika di lihat dari seragam yang di kenakannya, dia sepertinya dari kalangan elit. Laki-laki yang kulihat itu adalah laki-laki yang pernah menolong ku dulu. tapi aku lupa namanya siapa.

Ham eunjung  :” oppa……”

Jung ji young :” ham eunjung , kenapa tidak langsung pulang ke rumah?”

Ham eunjung  :” aku tadi melihat oppa, makanya aku ingin menyapa oppa. Apa masih lama kerjanya?, karena aku berencana ingin membuat makanan kesukaan oppa”

Jung ji young :” ya, akan ku usahakan pulang secepatnya ya dongsaeng”

Ham eunjung  :” sepertinya kamu yang pernah menolongku dulu kan, sewaktu tasku di jambret pencuri”

Minho :” o….iya. sekarang aku ingat. Nde, aku pernah menolongmu dulu”

Ham eunjung  :” mian, karena menolongku. Kamu jadi terluka…”

Minho :” tidak apa-apa kok”

Jung ji young :” jadi kalian berdua sudah saling kenal?”

Ham eunjung  :” dia laki-laki yang pernah ku ceritakan pada oppa waktu itu”

Jung ji young :” jadi laki-laki itu minho?”

Ham eunjung  :” jadi namamu minho?”

Minho :” nde….”

Ham eunjung  :” ham eunjung  imnida…”

Minho pov

Ternyata gadis itu bernama ham eunjung . Ini kedua kalinya kami bertemu. Dan ham eunjung  adalah dongsaengnya jung ji young. Tidak berapa lama kemudian, ponsel hangeng berbunyi.

Hangeng :” yobseyo…, ne tuan. Kami sedang dalam perjalanan pulang. Ne….” (menutup ponselnya)

Minho :” dari hyunjoon hyung ya?”

Hangeng :” bukan, tapi dari tuan young hwa”

Minho :” mwo…..kajja. kita pulang sekarang. Aku tidak ingin jika young hwa hyung memarahi kalian”

Jung ji young :” ne…….ham eunjung  oppa akan usahakan pulang secepatnya. Kamu pulang saja dulu ya”

Ham eunjung  :” ne……..oppa”

Minho :” sebaiknya kita antar ham eunjung  pulang dulu. baru kalian mengantar ku pulang. Bareng saja sekalian “

Jung ji young :” hajiman nanti terlambat”

Minho :” tidak apa-apa, palli…….”

Jun su:” ne………minho”

Setelah kami mengantar ham eunjung  pulang. Jung ji young dan sahabatnya pun mengantar ku pulang. Sesampainya di rumah. Young hwa hyung sudah menunggu ku.

Young hwa :” minho….apa kamu tahu ini sudah jam berapa?”

Minho :” mian…………hyung. Aku tadi sedang asyik main game”

Young hwa :” kamu pasti belum makan kan?, bukankah kamu harus makan tepat waktu, kalo telat maag mu bisa kambuh lagi”

Minho :” sudah kok hyung…tapi Cuma makan jajangmyun saja tadi”

Young hwa :” kamu kan tahu, jajangmyun itu tidak baik untuk kesehatan. Kenapa kamu masih tetap memakannya?”

Minho :” hajiman, aku suka hyung…”

Young hwa :” sudah…, kamu sekarang ganti baju mu lalu makan bersamaku. Pelayan sudah menyiapkan makanan di ruang makan. Dan kalian lain kali harus ingat untuk mengontrol dongsaeng ku untuk pulang dan makan tepat waktu. Arasso……….”

Hangeng:” ne….arasseo tuan”

Aku kesal kenapa aku tidak boleh makan makanan kesukaanku. Aku kesal sekali jika harus memakan sayur. Setiap kali aku makan sayur. Aku pasti pura-pura untuk memakannya, dan kemudian aku kekamar mandi untuk memuntahkan makanan itu. Setelah aku mengganti pakaianku, aku menghampiri young hwa hyung di meja makan.

Minho :” makan apa hari ini kita hyung?”

Young hwa :” tadi pelayan ku suruh untuk membuat bee bimbab”

Minho :” yang ada jamur dan sayurnya itu hyung?”

Young hwa :” nde…,kenapa?, tidak mau makan?”

Minho :” u…unyieo. Ku mau makan kok hyung”

Young hwa :” ni…ku ambilkan untukmu. Makannya di habiskan.”

Minho :” ne…., hyunjoon hyung mana?, kenapa belum pulang?”

Young hwa :” hyunjoon pulang malam, dia masih latihan dance sama eunhyuk dan donghae. O iya minho, nanti malam aku ada acara di rumahnya hechul, kemungkinan aku pulangnya larut. Kamu selama aku tidak ada di rumah, jangan keluar rumah ya. Nanti hyunjoon, ku hubungi untuk segera pulang dan menemanimu di rumah”

Minho :” kenapa aku tidak boleh keluar malam?”

Young hwa :” kalo kamu ingin keluar malam ini, boleh saja. Asalkan harus bersama pengawal mu ini. Tapi tidak boleh lewat dari jam 9 malam. Arasso…..?”

Minho :” jadi hyung mengizinkanku keluar malam ini?”

Young hwa :” nde….”

Minho :” gomawo…….”

Young hwa :” memangnya kamu ingin ke mana?”

Minho :” aku ingin mencari game keluaran terbaru hyung”

Young hwa :” kamu itu game mulu….ya sudah tidak apa-apa. Hajiman pulangnya tidak boleh lewat dari jam 9. Ok….”

Minho :” ne……ne……arasseo hyung”

Malam harinya, young hwa hyung pergi ke rumah hechul hyung, sedangkan hyunjoon hyung belum pulang. Aku dan sahabat-sahabatku pergi untuk jalan-jalan.

Jung ji young :” kita mau kemana minho…?”

Minho :” aku ingin……..kemana ya enaknya?”

TBC

Our little brother part.5

Malam harinya, young hwa hyung pergi ke rumah hechul hyung, sedangkan hyunjoon hyung belum pulang. Aku dan sahabat-sahabatku pergi untuk jalan-jalan.

Jung ji young :” kita mau kemana minho…?”

Minho :” aku ingin……..kemana ya enaknya?”

junyoung :” bukankah kamu bilang mau mencari game terbaru?”

Minho :” tidak jadi, malam ini aku ingin bersenang-senang dengan kalian. Terserah kalian ingin mengajakku ke mana”

Jung ji young :” seperti nya aku tidak jadi ikut minho. Karena aku sudah janji pada dongsaeng ku untuk pulang cepat”

Minho :” kalau begitu kita ke rumah mu saja ya…, kita beli makanan dan minuman dan kita makan bersama ham eunjung . Bagaimana? Apa boleh ?”

Jung ji young :” tentu saja boleh”

Minho :’ gomawo….hajja…kita beli makanannya di supermarket terdekat saja”

Jun su:”ok…….”

Setelah kami membeli makanan dan minuman, kami pun ke rumah jung ji young. Dan ham eunjung  menyambut jung ji young dengan senyum manisnya. Ntah kenapa aku sangat senang melihatnya tersenyum seperti itu.

Ham eunjung  :” oppa…..(memeluk jung ji young), lama sekali sih. Kenapa kalian juga kemari?”

Jung ji young :” mereka ikut makan malam bersama kita”

Ham eunjung  :” mwo……….hajiman oppa, aku Cuma masak sedikit saja. Khawatirnya tidak cukup, apa lagi ada jun suoppa. Dia kan makannya banyak”

Jun su:” mwo….ya….ham eunjung  tidak sebegitunya juga aku makannya banyak. Kamu pikir aku karung apa yang bisa muat banyak”

Kami semua tertawa, karena melihat jun suyang dipermalukan oleh kata-katanya ham eunjung .

Ham eunjung  :” mian…oppa…aku Cuma bercanda. Jangan marah begitu donk…ntar wajahnya oppa tambah cabi. Ha..ha…ha…”(tertawa)

Aku sangat terpesona ketika melihat ham eunjung  tertawa, wajahnya sangat manis.

Ham eunjung  pov

Aku bertemu dengan minho untuk ketiga kalinya. Dia sangat tampan malam ini dengan jaket putihnya. Aku melihat minho tersenyum, senyumnya membuat jantung ku jadi berdebar-debar. Aku tidak mengerti kenapa.

Ham eunjung  :” kalian bawa apa itu?”

Minho :” karena aku tahu kamu masak hanya sedikit saja, makanya kami membeli makanan lebih, jadi kita bisa makan bersama malam ini”

Ham eunjung  :” wah…jadi kamu ingin makan dirumah jelek kami?”

Minho :” aku tidak peduli, yang penting aku merasa senang” (tersenyum)

Dia sangat berbeda dari kebanyakan orang kaya lainnya. Dia tidak peduli dengan kesederhanaan kami. Itu yang membuatku suka padanya.

Hangeng :” hajja…kita makan. Dan nanti jam 8.30 kami harus mengantar mu pulang minho”

Minho :” nde….”

Ham eunjung  :” kenapa sebentar sekali?”

Jung ji young :” karena ini permintaan dari hyung nya, dongsaengku sayang”

Ham eunjung  :” owh…..begitu. palli…masuk. Kita makan bersama”

Aku, oppa dan mereka makan bersama. Minho selalu tersenyum dan tertawa lepas bersama kami. Kami bermain memutar botol kosong dan jika botol itu mengarah pada seseorang, makan dia harus di hokum dengan menyanyikan sebuah lagu. Dan botol itupun mengarah pada minho.

Jung ji young :” ha..ha…,giliran kamu sekarang yang menyanyi untuk kami minho…”

Minho :’ hajiman suaraku jelek…, aku takut kalian pada sakit perut ketika mendengarku menyanyi”

Ham eunjung  :” kami tidak peduli, bagus atau jelek kamu harus menyanyi untuk kami”

Minho :” ne……..aku akan mencobanya, hajiman kalian jangan tertawa ya”

junyoung :” ne……..kami janji”

Minho pun menyanyi untuk kami, ketika dia menyanyi suaranya menggetarkan hatiku, dan semua pun menjadi hening mendengarnya menyanyi.

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akminhohjumyuhnsuh (I do) nuhreul jiminhohjulge (I do)
Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

Jung ji young :” wow….suaramu merdu sekali…minho”

Minho :’ benarkah?, gomawo……”

Ham eunjung  :” kamu bilang suaramu jelek?, kamu mau tahu, suaramu itu sangat merdu sekali minho….”

Minho :’ gomawo ham eunjung …”

Jun su:” ngomong-ngomong itu lagu siapa minho?, lagunya bagus sekali. Maknanya dalam banget?”

Minho :” owh…itu lagu super junior. Aku suka dengan lagu-lagu mereka”

junyoung :” owh…..”

Hangeng :” kenapa kamu tidak jadi penyanyi saja minho?”

Jung ji young :” nde…”

Minho :” males…ribet jadi penyanyi. Di rumah saja sudah tidak bisa bebas. Apalagi jadi seorang penyanyi. Duniaku akan seperti terasa di neraka nantinya. Tidak bisa bebas”

Ham eunjung  :” maksudnya?”

Jung ji young oppa menceritakan semuanya padaku. Ternyata minho sangat menderita dengan peraturan yang dibuat oleh kedua hyungnya. Aku merasa kasihan padanya. Karena sudah jam 8.30 jung ji young oppa dan yang lainnya mengantar minho pulang ke rumahnya. Dia trsenyum padaku. Aigo….senyumannya membuatku seakan-akan terhipnotis padanya. Jantung ku berdebar-debar ketika melihatnya tersenyum. Aku memegang dadaku dan menghela nafasku.

Jung ji young :’ kamu kenapa dongsaeng?”

Ham eunjung  :” tidak apa-apa oppa”

Jung ji young :’ owh….ya sudah. Aku pergi dulu ya”

Ham eunjung  :” ne…….hati-hati di jalan oppa”

Minho :’ gomawo ham eunjung , masakan mu enak…lain kali aku kemari lagi boleh ya?”

Ham eunjung  :’ ok…minho…”

Jung ji young oppa pun pergi untuk mengantar minho pulang. Aku terus menatapnya hingga mereka menghilang dari hadapanku. Aku masih memegang dadaku yang berdebar-debar.

Ham eunjung  :’ apa yang sebenarnya terjadi padaku, kenapa aku sangat senang sekali melihat senyumnya minho?, aigo…..aku kenapa?, apa aku jatuh cinta padanya?, aish…….apa sih yang kupikirkan ini?, lagian tidak mungkin juga dia suka padaku?”

TBC

 

 

 

 

 

 

Our little brother part. 6

Jung ji young oppa pun pergi untuk mengantar minho pulang. Aku terus menatapnya hingga mereka menghilang dari hadapanku. Aku masih memegang dadaku yang berdebar-debar.

Ham eunjung  :’ apa yang sebenarnya terjadi padaku, kenapa aku sangat senang sekali melihat senyumnya minho?, aigo…..aku kenapa?, apa aku jatuh cinta padanya?, aish…….apa sih yang kupikirkan ini?, lagian tidak mungkin juga dia suka padaku?”

Minho pov

Aku merasa bahagia sekali. Karena aku dapat bersenang-senang dengan sahabatku, apalagi dengan ham eunjung . Gadis itu selalu membuat jantung ku berdebar-debar. Apakah aku menyukainya?, jika benar apakah ham eunjung  juga merasakan apa yang kurasakan padanya?

Jung ji young :” ya….minho. kenapa senyum-senyum sendiri begitu?”

Minho :” gwencana…aku hanya senang kalian malam ini mengajakku bersenang-senang. O iya, besok temani aku bermain basket ya?”

Hangeng :’ bukannya besok hyungmu yang menjemputmu?”

Minho :” nde…aish pasti hyunjoon hyung tidak mengizinkanku”

junyoung :” kenapa?”

Minho :” kalian kan tahu bagaimana hyunjoon hyung. Jika dia tahu aku melakukan aktivitas yang melelahkan seperti itu, pasti hyung akan marah pada kalian. Lebih baik nanti saja kita bermain basketnya, tunggu waktu yang tepat. Ok !!!!!”

Jung ji young :’ ne…….minho”

Sesampainya di rumah, aku melihat mobil hyunjoon hyung. Pasti hyunjoon hyung sedang menunggu ku. ketika aku masuk ke rumah, hyunjoon hyung menghampiri ku.

Hyunjoon :” minho…kenapa telat pulangnya?”

Aku menatap kea rah jam tangan ku.

Minho :” kan Cuma lewat 10 menit saja hyung. Lagian tadi di jalaan lagi macet”

Hyunjoon :” ya sudah kali ini ku maafkan. Apa kamu sudah makan?”

Minho :” sudah hyung”

Hyunjoon :” makan apa?”

Minho :” makan sushi…”

Hyunjoon :” owh…ya sudah. Hajja kamu ganti baju mu, cuci muka, cuci kaki mu dan jangan lupa gosok gigi. Lalu tidur…”

Minho :” ne…hyung(memangnya aku anak kecil, hal seperti itu saja selalu di ingatkan)”

Aku melakukan seperti apa yang hyunjoon hyung perintahkan pada ku. sahabat-sahabatku pulang kembali kerumah mereka.

Hyunjoon pov

10 menit aku menunggu dongsaeng ku pulang, aku sangat khawatir ketika dia pulang terlambat. Karena aku khawatir terjadi apa-apa padanya. Hajiman, dia pulang dengan senyumnya. Hal itu yang semakin membuat ku sayang pada dongsaeng ku itu. Setelah dia tertidur pulas di kamarnya, aku menghampirinya. Aku mencium kening dongsaeng kesayangan ku itu. Wajahnya sangat polos ketika tertidur.

Hyunjoon :” selamat tidur uri dongsaeng, mimpi yang indah ya”

Aku pun kembali kekamarku dan menutup pintu kamarnya.  Keesokkan harinya seperti biasa aku selalu mengantarnya ke sekolah. Hari ini kelihatan sangat mendung.

Hyunjoon :” minho…sepertinya mau turun hujan. Kamu ingat ya jangan hujan-hujanan. Nanti kamu sakit. Ara….?”

Minho :” ne…….hyung”

Setelah aku mengantar dongsaeng ku itu, aku pun kembali kekampus ku.

Minho pov

Seperti biasa aku di dalam kelas memperhatikan songsaengnim menjelaskan pelajaran. Sedangkan ke 4 sahabatku menunggu di luar kelasku. Setelah jam pelajaran usai, aku pun menunggu hyunjoon hyung. Karena hujan deras saat ini, aku melihat seekor anak kucing yang kakinya terluka dan tidak bisa berjalan sedang kehujanan. Aku pun menolong kucing itu.

Jung ji young :” minho….. kamu mau kemana?”

Minho :” menolong kucing itu”

Aku berlari menghampiri kucing itu.

Ke-4 sahabat ku itu mencoba melindungiku dengan jas mereka sebagai pengganti payung.

Minho :” ya….untuk apa kalian melindungiku seperti itu?”

Jung ji young :” nanti kamu bisa sakit minho….”

Minho :” aku tidak apa-apa”

Aku pun menaruh anak kucing itu di tempat yang teduh seperti di parkiran. Tidak lama kemudian hyunjoon hyung datang dengan membawa payung ditangannya. Hyunjoon hyung yang melihatku basah kuyup memarahi ke-4 sahabatku itu.

Hyunjoon :” minho…sudah ku bilang, jangan hujan-hujanan kamu bisa sakit”

Minho :” aku tidak apa-apa hyung”

Hyunjoon :” kalian kenapa membiarkan dongsaengku kehujanan seperti ini?”

Minho :” mereka sudah melindungiku hyung. Lihat mereka juga basah kuyup karena kehujanan melindungi ku. jadi jangan marah pada mereka hyung”

Hyunjoon hyung menatap wajah ke-4 sahabatku itu dengan tatapan dingin.

Hyunjoon :” hajja…kita pulang sekarang”

Minho :” ne……”

Selama dalam perjalanan pulang, aku merasa badanku kurang enak karena kehujanan tadi.

Hyunjoon pov

Aku menatap wajah dongsaeng ku itu, wajahnya sangat pucat. Hingga membuatku sangat khawatir padanya.

Hyunjoon :” minho…..kamu kenapa?, apa kamu merasa tidak enak badan?’

Minho :” unnyieo..gwencana hyung”

Hyunjoon :” hajiman wajahmu pucat”

Minho :” hyung terlalu khawatir, nde…gwencanayo..hyung”

Hyunjoon :” ya sudah kalau kamu berkata seperti itu”

Sesampainya di rumah, baru saja kami masuk ke rumah. Tiba-tiba minho pingsan, tubuhnya sangat panas.

Hyunjoon :” ya………..minho~ah. Kamu kenapa?, sadarlah?”(menepuk2 pipi minho)

Aku sangat khawatir padanya, aku pun menggendongnya di punggungku dan merebahkan tubuhnya di kasur. Wajahnya sangat pucat. Aku pun menghubungi dokter keluarga kami dan tidak lupa menghubungi young hwa hyung. Aku menghampiri ke -4 pengawal itu, dan memarahi mereka.

Hyunjoon :’ kalian semua kenapa tidak mencegah minho bermain hujan”

Hangeng :” tuan muda tidak bermain hujan, hanya saja tuan muda………”

Mereka pun menjelaskan kejadian sebenarnya pada ku. aku sangat mengerti kenapa minho melakukan itu. Karena dongsaeng ku itu memiliki hati yang lembut.

Hyunjoon :” ne……..kali ini kalian ku maafkan”

All :” gomawo tuan…”

Tidak berapa lama kemudian dokter pun datang, di susul oleh young hwa hyung. Young hwa hyung menghampiriku dengan wajah penuh kecemasan.

Young hwa :” dongsaeng kita kenapa?”

Hyunjoon :” minho kehujanan, sekarang dia demam. Dokter sedang memeriksanya”

Young hwa :” benar-benar membuatku khawatir”

Hyunjoon :” gwecana hyung. Minho akan baik-baik saja”

Young hwa hyung tidak henti-hentinya mondar-mandir di depan kamar minho. Tidak berapa lama kemudian, dokter pun keluar dari kamar minho.

Young hwa :” bagaimana minho dok?”

Dokter :” dia tidak apa-apa, hanya demam saja. Aku sudah menyuntikkan cairan infus. Sekarang dia belum sadar. Dan ini resep obat yang harus kamu tebus”

Young hwa :” ne………”

Kemudian dokter itu pun pulang, aku dan young hwa hyung menghampiri minho yang masih tidak sadarkan diri. Tubuhnya masih panas. Young hwa hyung memegang tangan minho.

Young hwa :” minho…jangan buat hyung mu ini khawatir. cepatlah sembuh dongsaeng”

Hyunjoon :’ hyung biarkan minho istirahat saja. Mendingan hyung mandi dulu, ganti baju baru kemari lagi. Biar aku yang jaga minho”

Young hwa :” ne…dongsaeng”

TBC

Our little brother part. 7

Jung ji young pov

Aku kembali pulang ke rumah dalam keadaan basah kuyup. Ham eunjung  yang sudah pulang dari tadi menghampiriku.

Ham eunjung  :” oppa kenapa bajumu basah begini?, sebentar aku ambilkan handuk”

Tidak berapa lama kemudian ham eunjung  datang menghampiri dengan membawa handuk untukku.

Jung ji young :” oppa tidak apa-apa ham eunjung . Tadi minho kehujanan, jadinya oppa dan yang lainnya melindungi minho dengan jas kami”

Ham eunjung  :” mwo…..seperti anak kecil saja sih. Tidak bisa mandiri”

Jung ji young :” bukannya tidak mandiri, tapi tadi minho menolong seekor anak kucing yang terluka sedang kehujanan. Dia tidak ingin kami melindunginya dangan jas kami. Tapi oppa dan yang lainnya melakukan ini, karena tugas kami untuk bertanggung jawab menjaga minho. Karena kedua hyung nya itu sangat protect terhadapnya.”

Ham eunjung  :’ owh……..begitu. trus minhonya gimana?, apa oppa di marahi oleh oppanya minho?”

Jung ji young :” ya begitulah. Minho tadi pingsan sewaktu sampai di rumah. Karena kehujanan tadi”

Ham eunjung  :” mwo….., apa minho demam oppa?”

Jung ji young :” nde…eh…ngomong-ngomong seperti nya kamu khawatir sekali pada minho. Apa jangan-jangan kamu……………….?”

Ham eunjung  :” apaan sih oppa ini. Dia kan baik sama oppa, dan dia temannya oppa juga. Jadi sudah sewajarnya lah aku juga ikut khawatir”

Jung ji young :” benarkah?, sepertinya bukan begitu…..”

Aku sangat senang jika mengejek dongsaeng ku itu. Karena wajahnya berubah jadi merah.

Ham eunjung  :” ah……..oppa…a……aku kan Cuma khawatir sebagai teman bukan sebagai kekasih”

Jung ji young :” yang bilaang kamu kekasihnya minho siapa?, nah…benerkan kamu suka ya pada minho?”

Ham eunjung  :” u……..unnyieo oppa “

Ham eunjung  pov

Oppa sangat senang jika mengejekku. Tapi pertanyaan oppa tadi apakah benar?, apa aku benar-benar menyukai minho?, kenapa aku begitu khawatir padanya?.

Jung ji young :” ya…kenapa kamu melamun?”

Ham eunjung  :” unnyieo…, sudah oppa mandi dulu sana. Ntar oppa juga bisa sakit. Aku tidak mau kalau oppa juga sakit seperti minho. Nanti bikin aku khawatir saja”

Jung ji young :” ne………dongsaengku yang manis…”

Aku tersenyum pada oppa ku itu. Setelah oppa selesai mandi, aku dan oppa makan bersama. Tiba-tiba aku kepikiran dengan minho.

Ham eunjung  :” oppa…bolehkah aku…………….”

Aku takut mengatakannya. Karena aku khawatir oppa tidak mau memberikannya pada ku.

Jung ji young :” ada apa? Katakana saja…”

Ham eunjung  :” aku……..aku malu oppa…
jung ji young :” apa tentang minho…?”

Ham eunjung  :” (aigo…..oppa ternyata tahu. Apa harus ku tanyakan padanya ya?)”

Jung ji young :” malu kenapa?”

Ham eunjung  :” sebenarnya aku……..ingin……….minta…….no hp nya minho pada oppa”

Jung ji young :” ha….ha……ha…., oppa benarkan kamu suka pada minho?”

Ham eunjung  :” oppa…………”(manyun)

Jung ji young :” ne…….ni oppa kasih tahu no hpnya. Tapi sebaiknya jangan di hubungi sekarang ya?, karena kalau kamu hubungi sekarang, yang mengangkatnya pasti hyungnya”

Ham eunjung  :” ne……arasso hyung. Lagian aku Cuma ingin tahu keadaanya saja”

Jung ji young :” arasseo……”

Ham eunjung  :” gomawo hyung…….”

Oppa ku tersenyum padaku. Aku sangat senang sekali di beri no hp nya minho. Malam harinya, aku menatap nomor itu. Aku ragu-ragu untuk menghubunginya. Hajiman aku memberanikan diriku untuk menghubunginya, tangan ku gemetar memegang ponselku.  Sangat lama sekali panggilan ku di jawabnya. Aku terus menghubunginya, kemudian panggilanku di jawab seseorang.

Ham eunjung  :” yobseyo…….”

Aku kaget karena yang mengangkat ponselnya bukan minho. Kemudian aku buru-buru menutup ponselku. Jantungku benar-benar berdebar ketika aku mencoba menghubunginya. Apakah aku benar-benar menyukainya.

Young hwa pov

Aku mengompres keningnya minho yang masih panas. Aku sangat khawatir, karena dongsaengku itu belum sadarkan diri. Aku memegang tangannya. Dan menatap wajah polosnya itu. Sedangkan hyunjoon, ia tertidur di dekat kasurnya minho. Aku yang melihatnya, kemudian menyelimuti tubuhnya yang sedang tertidur pulas. Tidak berapa lama kemudian, minho mengigau memanggil eomma dan appa. aku tahu minho sangat merindukan appa dan eomma.begitu juga kami. Tapi bagaimana?, mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka. Ponsel mereka sangat susah di hubungi. Aku terus mengganti kompressan dongsaeng ku itu. Karena aku mengantuk aku pun tertidur di dekat kasurnya sambil memegang tangannya. Keesokkan harinya, ketika aku terbangun dari tidurku. Aku terkejut, karena tubuhku tertutup dengan sebuah selimut, milik minho. Aku terkejut karena dongsaengku tidak ada di kasurnya, sedangkan hyunjoon masih terlelap. Aku membangunkan hyunjoon dari tidurnya.

Young hwa :” ya…..hyunjoon. bangun minho tidak ada?”

Hyunjoon terbangun sambil mengucek-ngucek matanya.

Hyunjoon :” mwo…..”

Aku dan hyunjoon keluar dari kamarnya, dan mencari minho. Semua pelayanpun ikut mencarinya. Ketika kami berteriak memanggil namanya. Minho datang menghampiri kami, dengan membawa makanan di tangannya.

Minho :” ya….hyung. kenapa berteriak-teriak seperti itu sih. Inikan masih pagi sekali. Baru juga jam 6, seperti aku lari saja dari rumah”

Young hwa :” ya….minho. kamu tiba-tiba menghilang dari kamarmu. Kamu membuat kami panik tahu”

Hyunjoon :” kenapa kamu yang membawa makanan di tanganmu?, kenapa bukan pelayan saja yang kamu suruh, jika kamu ingin makan”

Minho :” aku hanya ingin mencoba memasak makanan untuk kalian hyung. Karena kemarin kalian berdua pasti tidak tidur karena khawatir pada ku kan?”

Young hwa :” tapi kamu kan masih sakit?”

Minho :” aku sudah tidak apa-apa hyung”

Aku memegang keningnya dengan tanganku.

Young hwa :” syukurlah minho, kamu sudah tidak demam lagi”

Hyunjoon :” benar-benar membuat kami khawatir minho. Kalian semua kembali pada pekerjaan kalian masing-masing”

All:” ne……….tuan”

Young hwa :” sini hyung bantu membawanya”

Minho :” gomawo hyung”

Aku dan kedua dongsaeng ku itu makan bersama di meja makan.

Minho :” bagaimana rasanya hyung?”

Young hwa :” enak kok”

Minho :” nde….syukurlah kalau begitu

Hyunjoon :” enak kok minho, Cuma sedikit asin saja. Ha…ha….ha…”

Kami tertawa melihat minho yang cemberut.

Young hwa :” o iya, semalam ada yang menghubungi ponselmu. Setelah aku menjawabnya, langsung di tutupnya. Apa kamu kenal minho dengan gadis itu?”

Minho :” gadis?, seorang gadis?”

Young hwa :” nde…”

Minho :’ molla…hyung.”

Young hwa :” coba nanti kamu cek lagi nomornya itu”

Minho :” ne….hyung”

Minho pov

Siapa yang menghubungiku?, hyung mengatakan pada ku, dia seorang gadis. Tapi siapa?, membuatku sangat penasaran. Setelah selesai makan, aku pun kembali kekamarku dan menatap nomor yang tidak ku kenal di ponselku itu. Aku mencoba untuk menghubunginya. Dia pun menjawab panggilanku.

Minho :” yobseyo…….mian ini siapa ya?”

Ham eunjung  :” yobseyo………mian semalam aku menghubungi mu. Aku hanya ingin tahu kabarmu saja”

Minho :” aku baik-baik saja. Mian ini siapa?”

Ham eunjung  :”  ham eunjung …minho”

Aku terkejut, karena yang menghubungi ku adalah gadis yang ku sukai.

Minho :” mwo….bagaimana kamu tahu nomor ku?”

Ham eunjung  :” jung ji young oppa memberitahukannya padaku. Apa kamu sudah baikan?”
minho :” ya, aku sudah tidak apa-apa kok. Bagaimana kamu tahu, aku sakit?, apa jung ji young yang mengatakannya padamu?”

Ham eunjung  :” nde…o iya, mian aku tidak bisa berlama-lama karena aku harus pergi kesekolah. Dan jung ji young oppa harus segera ke rumahmu”

Minho :” ne…….”

Ham eunjung  :” jaga kesehatanmu ya..”

Minho :” gomawo……”

Aku sangat senang mendengar suaranya. Meskipun hanya sebentar, tapi membuatku sangat bahagia. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi apakah ham eunjung  juga memiliki perasaan yang sama dengan ku?

TBC

 

 

 

 

Our little brother part. 8

Ham eunjung  pov

Aku merasa tidak percaya ternyata minho menghubungiku. Aku merasa sangat bahagia sekali. Meskipun hanya sebentar, tapi rasanya itu sudah sangat cukup sukses membuat jantungku tidak berhenti berdetak. Jung ji young oppa bingung yang sepanjang perjalanan melihatku tersenyum-senyum sendiri.

Jung ji young :” ya…..ham eunjung  . kamu kenapa senyum-senyum sendiri. Seperti sedang jatuh cinta saja. Apa jangan-jangan kamu benar-benar jatuh cinta ya?”

junyoung :” sama siapa kamu jatuh cinta ham eunjung ?”

Ham eunjung  :” ya……jangan di dengarkan kata-kata oppa ku ini. Oppa sembarangan aja bicaranya.”

Jung ji young :” he…he…he….”

Aku memang merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta saja. Tapi apakah minho juga merasakan hal yang sama dengan ku?, tapi tidak mungkin. Karena ia berasal dari keluarga kaya. Mana mungkin ia mau dengan gadis seperti ku.

Jung ji young pov

Ham eunjung  sepertinya menyukai minho. Aku tidak ingin jika dongsaeng ku itu patah hati karena menyukai seseorang yang belum tentu orang itu juga menyukainya sepenuh hatinya. Seperti biasa aku dan yang lainnya pergi ke rumah minho. Sesampainya di sana, minho melamun sendiri di taman belakang rumahnya. Aku dan sahabat ku menghampirinya.

Jung ji young :” minho…kamu sudah baikan?”

Minho :” eh…ternyata kalian. Nde…aku baik-baik saja”

junyoung :” syukurlah kalo kamu baik-baik saja”

Jun su:” hyung mu kemana?”

Minho :” seperti biasa…young hwa hyung kerja, hyunjoon hyung sedang kuliah. Sedangkan aku di suruh untuk beristirahat di rumah. Bosan sekali aku”

Hangeng :” kan ada kami, jadi tidak perlu merasa bosan lagi”

Jung ji young :” nde….o iya minho. Apa ham eunjung  ada menghubungi mu?”

Minho :” nde….aku tidak mengerti kenapa ketika aku berbicara dengan ham eunjung , rasanya hatiku senang sekali”

Apa minho juga memiliki perasaan yang sama dengan dongsaengku?, bagaimana jika kedua hyung nya tahu kalo minho suka pada dongsaengku.

Minho :” kamu kenapa melamun jung ji young. Apa kamu tidak suka ya, jika aku suka pada ham eunjung ?”

Jung ji young :” bukannya begitu, bagaimana jika hyung mu tahu hal ini. Mereka pasti akan marah sekali pada mu”

Jun su:” nde…lagian apa kamu benar-benar suka pada ham eunjung ?”

Minho :” aku tidak tahu. Yang aku rasakan saat ini. Aku sangat senang jika bicara dengan ham eunjung , senyumnya membuat jantung ku berdebar-debar”

junyoung :” babo……kau ini minho. Itu nama nya kamu sedang jatuh cinta. Seperti nya ham eunjung  juga menyukaimu”

Minho :” mwo…..benarkah itu?, tapi bagaimana dengan mu jung ji young. Apa kamu setuju jika aku mengatakan perasaanku pada ham eunjung ?”

Jung ji young :” kalo aku terserah pada ham eunjung . Jika memang dia menyukaimu, aku tidak akan melarangnya. Hanya saja yang aku pikirkan bagaimana jika kedua hyung mu itu tahu”

Minho :” hal ini hanya kita saja yang tahu. Kalian bisakan merahasiakan hal ini?”

Hangeng :” ne….tapi jangan terlalu lama kami disuruh menjaga rahasia ini ya?”

Minho :” tenang saja…….”

Minho pov

Aku merasa sangat senang, karena jung ji young tidak melarangku untuk menyukai ham eunjung . Aku pun mencoba untuk mengatakan apa yang ku rasakan pada ham eunjung  tanpa sepengetahuan kedua hyung ku. karena young hwa hyung sedang pergi keluar kota selama 3 hari sedangkan hyunjoon hyung untuk beberapa hari ini, ia sibuk dengan latihan dance nya. Aku menunggu ham eunjung  di depan menara seoul. Tidak berapa lama kemudian ham eunjung  pun datang dengan mengenakan gaun berwarna pink. Ia terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Ia menghampiriku.

Ham eunjung  :” mian aku sedikit terlambat…”

Minho :” tidak apa-apa kok”

Aku sengaja menunggu moment yang tepat untuk mengatakan padanya.

Ham eunjung  :” kenapa diam?”

Minho :” unnyieo…..”

Tidak berapa lama kemudian, menara seoul menyala dengan perubahan warna yang sangat indah. Aku pun mengatakan perasaanku padanya.

Minho :” ham eunjung …..maukah kamu menjadi kekasih ku?”

Ham eunjung  :” a………..aku……..”

Minho :” jika kamu menolak juga tidak apa-apa”

Ham eunjung  :” aku tidak menolakmu. Ne…….aku mau”

Minho :” benarkah? Gomawo……”

Sejak hari itu, aku dan ham eunjung  berpacaran tanpa sepengetahuan kedua hyung ku. hingga suatu hari ketika kedua hyung ku tahu aku bersahabat dengan pengawalku itu. Kedua hyung ku pun marah besar, hingga memecat mereka berempat.

Hyunjoon :” minho untuk apa kamu bergaul dengan mereka?, mereka tidak sepadan dengan kita”

Minho :” tapi hyung….aku hanya memiliki mereka sebagai sahabatku”

Young hwa :” mereka hanya memanfaatkan mu saja minho, mereka tidak sungguh-sungguh bersahabat dengan mu”

Minho :’ kenapa sih hyung selalu melarangku bergaul dengan golongan bawah seperti mereka?. Dan kenapa hyung memecat mereka?”

Young hwa :” minho kita ini orang kalangan atas dan bergaulnya juga dengan golongan atas”

Hyunjoon :” mereka kami pecat karena mereka sudah berani-beraninya mencoba untuk berteman dengan mu”

Minho :” apa salahnya jika mereka ingin berteman dengan ku?, toh selama ini mereka sangat baik terhadapku. Dan mereka juga sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya”

Hyunjoon :” mereka tidak pantas saja bergaul dengan mu”

Young hwa :” jika hyung bilang tidak boleh, maka kamu jangan membantahnya. Arasso…….”

Aku tidak menjawab perkataan young hwa hyung. Aku pun langsung pergi ke kamarku tanpa berbicara sepatah katapun pada kedua hyung ku itu.

TBC

Our little brother part. 9

flash back

Hyunjoon pov

Ketika aku mengendarai mobilku dan melewati sebuah taman, aku melihat dongsaeng ku bermain basket bersama ke 4 pengawal itu. Aku yang melihat keempat pengawal itu bermain basket bersama dongsaeng ku. dan mereka bermain cukup keras hingga membuat dongsaeng ku terjatuh, aku pun menghampiri mereka.

Hyunjoon :” ya………apa yang kalian lakukan pada dongsaeng ku ini?”

Jung ji young :” mian……..tuan kami hanya main bersama saja”

Hyunjoon :” hanya main kalian bilang, tapi membuat dongsaeng ku terjatuh seperti itu”

Minho :” hyung mereka kan tidak sengaja, lagian kalo bermain basket pasti akan terjatuh bukan?”

Hyunjoon :” aku tidak suka minho…, hajja kita pulang. Dan kalian tidak pantas bermain bersama dengan dongsaeng ku ini. Kalian hanya pantas bermain dengan kalangan sesama kalian saja. Dan kalian semua saya pecat hari ini”

Minho :” mwo………hyung……….?”

Jun su:” ya……..aish……selama ini kami sudah cukup bersabar dengan sikap anda tuan. Jika tuan memang ingin memecat kami. Kami dengan senang hati keluar dari pekerjaan ini”

junyoung :” nde….”

Hyunjoon :” ok…….mulai hari ini dan seterusnya, kalian tidak bekerja untuk kami lagi”

Hangeng :” ok…….”

Minho :” hyung………”

Hyunjoon :” hajja…kita pergi dari mereka”

Aku menarik tangan dongsaeng ku itu, dan menyeretnya masuk ke dalam mobil ku. selama dalam perjalanan minho hanya diam saja. Sesampainya di rumah, young hwa hyung yang kuhubungi tadi sudah sampai di rumah duluan dan sedang menunggu kami.

Young hwa :” sebenarnya ada apa?”

Hyunjoon :” hyung lihat ini…”

Aku menunjukkan siku minho yang tergores karena terjatuh tadi.

Young hwa :” kenapa dengan tanganmu minho…”

Hyunjoon :” ini semua karena ke4 pengawaal itu hyung.”

Young hwa :” mwo……bagaimana ceritanya?”

Aku pun menceritakan semuanya pada young hwa hyung.

Young hwa :” jadi begitu… berani-beraninya mereka melakukan itu pada dongsaeng kita”

Hyunjoon :” tenang saja hyung. Mereka sudah ku pecat”

Young hwa :” baguslah kalo begitu, pelayan…..bawakan kotak obat kemari”

Pelayan :” ne…tuan”

Young hwa :” kamu duduk dulu minho…biar hyung obatin lukamu”

Minho :” andwe…, biar aku sendiri yang obatin lukaku”

Hyunjoon :” ya….minho, kenapa kamu bersuara keras seperti itu pada young hwa hyung”

Minho :” aku hanya tidak suka sikap kalian pada mereka”

Hyunjoon :” minho untuk apa kamu bergaul dengan mereka?, mereka tidak sepadan dengan kita”

Minho :” tapi hyung….aku hanya memiliki mereka sebagai sahabatku”

Young hwa :” mereka hanya memanfaatkan mu saja minho, mereka tidak sungguh-sungguh bersahabat dengan mu”

Minho :’ kenapa sih hyung selalu melarangku bergaul dengan golongan bawah seperti mereka?. Dan kenapa hyung memecat mereka?”

Young hwa :” minho kita ini orang kalangan atas dan bergaulnya juga dengan golongan atas”

Hyunjoon :” mereka kami pecat karena mereka sudah berani-beraninya mencoba untuk berteman dengan mu”

Minho :” apa salahnya jika mereka ingin berteman dengan ku?, toh selama ini mereka sangat baik terhadapku. Dan mereka juga sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya”

Hyunjoon :” mereka tidak pantas saja bergaul dengan mu”

Young hwa :” jika hyung bilang tidak boleh, maka kamu jangan membantahnya. Arasso…….”

Dongsaeng ku itu tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh young hwa hyung, dan meninggalkan kami berdua di ruang tengah. Ia pergi menuju kamarnya dan membawa tasnya. Memang aku sedikit keterlaluan pada mereka, tapi ini semua kulakukan karena aku tidak ingin jika minho bergaul dengan mereka.

Young hwa pov

Hyunjoon memecat ke 4 pengawal itu. Aku sangat setuju atas tindakan hyunjoon pada ke 4 pengawal itu. Mereka memang pantas di pecat. Karena berani-beraninya membuat dongsaeng kesayangan kami terluka. Tapi seperti nya minho sangat marah ketika hyunjoon memecat mereka. Memang dongsaeng ku itu jika marah, tidak bicara sepatah katapun. Tapi ia hanya marah sebentar saja.

Hyunjoon :” ya………minho~ah……”

Young hwa :” sudahlah dia masih marah. Ntar juga dia baik sendiri.”

Hyunjoon :” ne…hyung. Tapi apa aku salah jika memecat mereka hyung”

Young hwa :” yang kamu lakukan benar. Aku setuju kamu memecat mereka”

Hyunjoon :” tapi kenapa minho malah tidak suka aku memecat mereka, dan malah minho membela mereka terus”

Young hwa :” sudahlah, kenapa kamu jadi ikut-ikutan marah begini?”

Hyunjoon :” habisnya aku kesel hyung”

Young hwa :” sudahlah, sebaiknya kamu pergi mandi sana. Biar nanti hyung bicara lagi dengan dongsaeng kita itu”

Hyunjoon :” ne….hyung”

Aku pun mencoba untuk menemui dongsaeng ku itu di kamarnya.

Young hwa :” minho…, apa kamu masih marah pada hyung mu ini?”

Minho masih membisu. Dia tidak menatap wajahku sama sekali. Sebenarnya aku sangat sedih, jika minho bersikap seperti itu terhadap ku.

Young hwa :” minho…apa kamu tahu. Hyung sangat sedih jika kamu diam seperti itu”

Minho masih membisu.

Young hwa :” ya sudah jika kamu masih marah pada hyung. Nanti hyung kemari lagi menemui mu”

Aku pun keluar meninggalkan dongsaeng itu di kamarnya. Agar ia bisa menenangkan hatinya.

TBC

Our little brother part.10

Minho pov

Aku sangat kesal pada kedua hyung ku itu. Seenaknya saja mereka memecat ke 4 sahabatku itu. Aku tidak menatap wajah hyung ku itu. Karena aku masih kesal. Setelah young hwa hyung keluar. Aku pun memencet no telp. Jung ji young untuk meminta maaf pada mereka.

Minho :” yobseyo……mian..karena aku. Kalian semua di pecat”

Jung ji young :” tidak apa-apa minho…memang kami juga salah tadi bermain cukup keras jadi membuat mu terjatuh. Bagaimana dengan luka di siku mu?”

Minho :” aku tidak apa-apa, aku benar-benar kesal pada hyung ku. aku tidak bisa bermain lagi dengan kalian. Bagaimana jika hyung ku tahu aku pacaran dengan dongsaeng mu?, aku takut jika hyung ku marah pada ham eunjung ”

Jung ji young :” untuk hubungan kalian itu, aku masih tetap mengizinkan kalian untuk berpacaran. Lagian ham eunjung  juga benar-benar menyukai mu”

Minho :” gomawo…, tapi bagaimana cara nya aku bisa bertemu dengan kalian dan ham eunjung ?, aku merasa putus asa. Pasti hyung ku itu, akan membuat peraturan yang sangat ketat lagi untukku”

Ketika aku sedang asik ngobrol dengan jung ji young. Tiba-tiba hyunjoon hyung masuk kekamarku, tanpa mengetuk pintu dan langsung merampas hp ku dan berbicara dengan jung ji young.

Hyunjoon :” ya………jangan sekali-kali menghubungi dongsaeng ku lagi. Arasso….”

Hyunjoon hyung langsung mematikan ponsel ku.

Minho :” ya…….hyung. kembalikan ponsel ku”

Hyunjoon :” andwe…, sudah ku bilang mereka tidak pantas bergaul dengan mu. Kenapa mereka masih berani menghubungi mu”

Minho :” bukan jung ji young, tapi aku sendiri yang menghubungi nya”

Hyunjoon hyung membuka baterai hp ku dan mengambil sim card ku, kemudian mematahkannya.

Minho :” apa yang hyung lakukan…kenapa hyung mematahkan sim card ku? hyung jahat……..”(berteriak)

Tidak berapa lama kemudian young hwa hyung pun menghampiri kami.

Young hwa :” ada apa lagi sih ribut-ribut”

Hyunjoon :” ini hyung, dongsaeng kita ini masih berhubungan dengan pengawal itu. Aku sengaja mematahkan sim card nya biar dia tidak bisa menghubungi mereka lagi”

Minho :” apa salahku menghubungi mereka hyung?, mereka sahabatku”

Young hwa :” ya kamu tetap salah minho, mereka itu tidak pantas bergaul dengan kita”

Minho :” tapi tidak seharunya mematahkan sim card ku kan hyung”

Young hwa :” kan masih bisa beli yang baru?”

Minho :” kalian jahat pada ku…aku benci pada kalian……”

Aku keluar dari kamarku mencoba untuk lari dari rumah. Kedua hyung ku dan semua pelayan dan penjaga di rumah ku mencegahku dan berhasil menangkap ku.

Young hwa :” kamu tidak boleh kemana-mana, kalian bawa minho masuk ke kamarnya”

Penjaga :” ne……..tuan”

Minho :” lepaskan……….aku bilang lepaskan….”(berteriak)

Penjaga :” mian……tuan kami tidak bisa”

Penjaga itu memasukkan ku kembali ke kamarku, dan mengunci pintu kamarku.

Minho :” ya………..buka pintunya”

Aku menggedor-gedor pintu ku dengan keras. Aku mendengar hyunjoon hyung berbicara dari luar kamar ku.

Hyunjoon :” mian dongsaeng…..untuk sementara ini kamu tetap harus berada di kamarmu”

Minho :” buka pintunya hyung…..aku bukan anak kecil lagi. Kenapa kalian berbuat seperti ini pada ku”

Hyunjoon :” karena kami sayang pada mu minho…”
minho :” bohong……kalian tidak sayang pada ku. buka pintunya……..”

Hyunjoon :” mian dongsaeng”

Aku terduduk lemas di lantai kamarku, karena kelelahan. Aku kembali kekasur ku dan merebahkan tubuh ku. aku menangis dan menutup mataku dengan lenganku hingga aku terlelap.

Hyunjoon pov

Aku dan young hwa hyung yang melihat minho ingin lari dari rumah kami pun mengejarnya. Dan menguncinya di dalam kamarnya. Memang kami sangat keterlaluan, kami sengaja melakukan ini karena kami sangat menyayanginya. Malam harinya aku dan young hwa hyung membawakan makanan untuknya di dalam kamarnya. Dongsaeng kami itu tertidur pulas, dengan terpaksa aku membangunkan ia dari tidurnya.

Hyunjoon :” minho………..bangun…..”

Minho terbangun sambil mengucek2 matanya.

Minho :” ne……”

Young hwa :” makanlah dulu, dari tadi siang kamu belum makan”

Minho :” unnyieo..aku belum lapar”

Hyunjoon :” belum lapar bagaimana?, dari tadi siang kan kamu belum makan?”

Young hwa :” nde…nanti kamu sakit. Hyung sudah memasak makanan untuk mu. Makanlah meskipun Cuma sedikit saja”

Hyunjoon :” nde…..minho”

Minho :” ne…..”

Minho pun memakan masakan dari young hwa hyung. Aku melihat matanya bengkak, ya karena dongsaeng ku itu pasti habis menangis.

Hyunjoon :” minho…….ini nomor baru mu”

Minho :” ne…….”

Hyunjoon :” mian tadi aku mematahkan sim card mu”

Minho :” tidak apa-apa hyung…, aku sudah kenyang hyung. Gomawo makanannya hyung”

Young hwa :” kenapa sedikit sekali kamu makannya?”

Minho :” bukankah tadi hyung bilang, meskipun aku makan sedikit tidak apa-apa?”

Young hwa :” nde…tapi kan baru 2 suap kamu makan. Kamu sudah kenyang”

Hyunjoon :” kenapa minho?, kasian kan young hwa hyung sudah memasak untukmu masa tidak kamu habiskan makanannya?”

Minho :” tapi aku benar-benar sudah kenyang hyung…”

Young hwa :” ya sudah lah tidak apa-apa, mendingan kamu mandi sekarang, setelah itu kamu tidur lagi”

Minho :” ne………hyung”

Hyunjoon :” biar hyung siapka untuk mu ya?”

Minho :” andwe hyung. Aku bisa sendiri…”

Aku melihat dongsaeng ku itu seperti tidak bersemangat. Ia menuju kamar mandi dengan tatapan yang kosong.

Jung ji young pov

Aku merasa young hwa dan hyunjoon sangat keterlaluan pada minho. Karena mereka minho tidak memiliki sahabat. Aku yang mendengar kata-kata hyunjoon tadi siang membuatku khawatir pada minho. Ham eunjung  dengan wajah cemasnya, berulang kali menghubungi minho yang no nya tidak aktif. Aku yakin pasti hyunjoon telah menyita ponselnya minho. Aku segaja tidak mengatakan kejadian tadi pada ham eunjung , Karena aku tidak ingin membuat dongsaeng kesayanganku itu khawatir karena masalah ini.

Ham eunjung  :” oppa…kenapa minho tidak bisa dihubungi hp nya?, sudah 20 x aku menghubunginya, tapi tidak aktif terus. Oppa tahu kenapa?”

Jung ji young :” molla…, mungkin hp nya sedang di chase. Jadinya di matikan”

Ham eunjung  :” masa lama sekali chase nya…o iya. Tumben hyung pulangnya …”

Jung ji young :” hyung cape saja. Jadi nya pengen pulang cepat.”

Ham eunjung  :” owh……, ya sudahlah besok pagi aku coba menghubungi minho lagi”

TBC

Our little brotherpart.11

Minho pov

Sudah 4 hari aku tidak masuk sekolah karena kejadian waktu itu. Dan 4 hari itu juga aku tidak menghubungi ham eunjung  dan sahabat-sahabat ku. aku yakin ham eunjung  pasti bingung kenapa aku tidak ada menghubunginya. Hari ini aku pergi ke sekolah di antar hyunjoon hyung. Aku merasa bosan di sekolah, aku pun pergi ke balkon sekolahku. Aku menatap jam tanganku yang masih menunjukkan pukul 07.15 am. Aku berteriak sepuasnya di balkon sekolah ku. setelah itu aku mencoba menghubungi jung ji young, dengan memencet nomor yang masih membuatku ragu. Karena aku tidak begitu hapal nomor hp nya. Dua kali aku salah menghubungi orang yang ku kira jung ji young yang menjawab panggilanku. Ketiga kalinya, benar-benar jung ji young yang menjawab panggilanku.

Minho :” yobseyo…jung ji young ini aku minho”

Jung ji young :” ah…….minho. bagaimana kabar mu?, sudah lama kamu tidak menghubungi kami. Kamu pakai nomor baru ya?”

Minho :” aku baik-baik saja. Nde …..nomor ku yang dulu di buang oleh hyunjoon hyung. Karena kejadian waktu itu.”

Jung ji young :” owh…apa kamu tidak sekolah?”

Minho :” aku sekolah, hanya saja aku tidak ingin masuk kekelas. O iya…aku ingin bertemu dengan kalian. Apa kalian ada waktu hari ini?”

Jung ji young :” kebetulan hari ini, aku,  junyoung dan jun su sedang libur kerja. Kalo hangeng sepertinya dia sibuk kerja di toko makanan Beijing. Tapi aku akan mencoba untuk menghubunginya”

Minho :” ne….kita ketemu di lapangan basket sekitar jam 09.00 ya. O iya, apa ham eunjung  sekolah?”

Jung ji young :” unnyie…dia sedang libur hari ini, karena di sekolahnya ada rapat guru. Ham eunjung  masih tidur, apa ingin ku bangunkan, biar kamu bicara dengannya?”

Minho :” andwe…biarkan ham eunjung  tidur. Tapi nanti kalau bisa, ham eunjung  juga di ajak ya. Aku sangat ingin bertemu dengannya”

Jung ji young :” ne…..tapi bagaimana jika hyung mu tahu kalau kamu bertemu dengan kami?”

Minho :” hyunjoon hyung tidak akan tahu, karena hari ini aku bilang pada hyunjoon hyung untuk menjemputku jam 4 sore di sekolah”

Jung ji young :” mwo…bukannya kalau hari ini biasanya kamu pulang jam 01.00 pm.”

Minho :” nde…tapi aku membohongi hyunjoon hyung. Aku beralasa kalau hari ini ada pelajaran tambahan”

Jung ji young :” owh……..”

Minho :” sudah dulu ya….jangan lupa nanti kita bertemu di tempat biasa”

Jung ji young :” ne……..”

Aku merasa sangat senang, karena aku bisa menghubungi sahabatku itu. Sekitar jam 08.45 am aku pun meminta izin pada songsaengnim, dengan alas an tidak enak badan. Akhirnya songsaengnim pun mengizinkanku pulang. Aku menunggu mereka di lapangan tempat kami biasa bermain. Aku membeli sebuah kalung berbentuk hati yang kulihat di jalan. Aku sengaja membelinya untuk ham eunjung . Tidak berapa lama aku menunggu, aku melihat ke 4 sahabatku itu datang bersama ham eunjung .

Ham eunjung  :”minho………….aku sangat kangen pada mu. Kenapa kamu lama sekali tidak menghubungi ku?”(memelukku)

Minho :” mian…tapi sekarang kita sudah bertemu kan?”

Ham eunjung  :” nde…”

Hangeng :” ya……mau berapa lama kalian berpelukan seperti itu hah?”

Minho :” ne……….ne……….., ham eunjung  berbaliklah”

Ham eunjung  :” untuk apa?”

Minho :” pokoknya balik saja dulu”

Aku pun memasangkan kalung itu di lehernya.

Ham eunjung  :”ommo………cantik sekali kalung ini. Gomawo………”

Minho :” aku harap kamu suka”

Ham eunjung  :” aku suka banget”

Ham eunjung  pun mencium pipi ku.

Jun su:” wah…….aku juga mau dong di cium ham eunjung ”

Ham eunjung  :” enak saja……”

Kami semua tertawa lepas bersama. Ham eunjung  duduk sambil melihatku dan sahabatku bermain basket bersama. Aku senang sekali hari ini, karena sudah cukup lama, aku tidak bermain dan tertawa lepas seperti ini.setelah cukup lama aku bermain bersama mereka, kami pun beristirahat di lapangan itu sambil bercanda bersama.

Hyunjoon pov

Jam 01.00 pm, aku pulang dari kampus ku. aku menuju parkiran mobil bersama eunhyuk. Karena hari ini donghae tidak masuk kuliah karena ada urusan, aku pun berencana mengantarkan eunhyuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ponsel ku bergetar panggilan masuk dari donghae, aku pun menjawabnya.

Hyunjoon :” yobseyo……mwo…kamu melihat dongsaeng ku di taman dekat lapangan basket?, ne…..aku segera ke sana”

Aku sangat kecewa, ternyata dongsaeng ku membohongi ku. dan dia bermain bersama dengan mereka lagi, dan donghae tadi bilang, minho juga bersama dengan seorang gadis di lapangan itu.

Eunhyuk:” kenapa…?”

Hyunjoon :” mian …aku harus menemui minho di lapangan basket. Mian aku tidak bisa mengantar mu pulang”

Eunhyuk :” ne….gwencanayo”

Hyunjoon :” gomawo…..”

Aku pun mengendarai mobil dengan sangat laju menuju lapangan basket itu.

Minho pov

Ketika aku sedang asik bermain basket bersama mereka, tiba-tiba aku melihat hyunjoon hyung dari kejauhan, hyunjoon hyung melihatku. Wajahnya kelihatan sangat marah. Karena aku tidak ingin di seret pulang oleh hyunjoon hyung. Aku pun lari dari lapangan itu

Hangeng :” ya………minho…..kamu kenapa lari?”

Hyunjoon :” minho……..tunggu………..”

Jung ji young :” ternyata hyunjoon, hajja…kita kejar minho. Karena ia pasti akan menyeret minho pulang ke rumahnya”

junyoung :” nde…hajja……………”

Aku berlari terus, hyunjoon hyung, sahabatku dan ham eunjung  pun ikut mengejarku.

Hyunjoon :” minho………jangan lari di jalan raya…..bahaya……….”(berteriak)

Minho :” andwe………….aku tidak mau pulang, hyung pasti akan mengurung ku lagi…….”(berteriak)

Ham eunjung  :” minho…………jangan seperti itu”

Aku tidak meperdulikan perkataan mereka. Aku terus berlari hingga aku tidak sadar ada sebuah mobil yang sangat laju berasal dari tikungan. Dan mobil itu pun menabrakku, hingga membuatku terpental. Pandangan ku kabur, aku melihat samar-samar hyunjoon hyung dan yang lainnya menghampiri ku. kemudian aku tidak sadarkan diri.

Young hwa pov

Perasaan ku saat ini sangat tidak enak, seperti ada sesuatu yang sedang terjadi. Saat rapat pemegang saham hari ini, aku tidak konsentrasi. Aku selalu menatap kearah ponselku.tidak berapa lama kemudian ponselku bergetar, panggilan dari dongsaeng ku hyunjoon. Aku pun menjawabnya.

Young hwa :” yobseyo……….mwo………..minho di RS. Ne…….hyung ke sana sekarang”

Ternyata perasaanku benar, sesuatu telah terjadi pada dongsaeng ku itu. Aku pun bergegas ke RS, untuk melihat keadaan dongsaeng ku itu. Sesampainya di RS, aku melihat hyunjoon, ke 4 pengawal itu dan seorang gadis. Gadis itu menangis di pelukan jung ji young.

Young hwa :” hyunjoon…ada apa sebenarnya?, dan kenapa mereka semua ada disini?”

Hyunjoon :” aku yakin ini semua karena mereka dan gadis itu, karena mereka minho kecelakaan seperti ini”

Jun su:” mwo…….gara-gara kami?, bukannya kamu yang mengejarnya hingga dia celaka seperti ini?”

Hyunjoon :” karena kalian kan, minho bolos dari sekolah?, dan pasti gadis itu yang menyuruhnya bolos”

Jung ji young :” jangan seenaknya menuduh dongsaeng ku seperti itu.”

Hyunjoon :” jadi gadis ini adikmu?, pantas saja…heh…kamu jangan pernah berhubungan dengan dongsaeng ku lagi”

Ham eunjung  :” kenapa………?, aku sangat mencintainya……”

Aku pun menampar gadis itu.

Jung ji young :” ya……kenapa kamu menampar dongsaeng ku?”

Young hwa :” karena minho tidak pantas di cintai oleh gadis seperti dia”

junyoung :’ mwo……”

Jung ji young :” ya…..apa kalian tidak sadar. Kejadian ini terjadi karena sikap kalian. Apa kalian pernah memahami minho?, apa kalian pernah bertanya pada minho apa yang membuatnya senang?, apa kalian pernah bertanya pada minho apa makanan yang disukainya?, dan apa kalian pernah berpikir, minho tidak pernah memiliki seorang sahabat karena kalian?, selama ini minho menceritakan semuanya pada kami. Ia menceritakan semua beban yang ada di hatinya selama ini pada kami”

Hyunjoon :” mwo…..ya……….yang lebih tahu minho itu kami bukan kalian”

Jun su :”sebaiknya kita pergi dari sini, lama-lama bertemu mereka bisa buat kita naik darah”

junyoung :” jun su benar”

Ham eunjung  :” tapi oppa…aku ingin menunggu minho sampai benar-benar sadar”

Young hwa :” tidak perlu…sebaiknya kalian semua pergi dari sini”

Hangeng :” hajja kita pergi dari sini”

Apakah yang di katakana jung ji young benar?, apakah kami benar-benar tidak paham apa yang di inginkan dongsaeng kami itu?. Sejak kecelakaan itu, selama 2 minggu minho berada di RS. Dan hari ini minho di bolehkan pulang oleh dokter. Kami pun mengajak minho pulang ke rumah. Sejak kejadian itu hingga sekarang, minho tidak berbicara sepatah katapun pada kami. Minho tidak mau makan, baik aku yang memasak ataupun pelayan yang memasak. Ia tidak pernah mau memakannya. Aku dan hyunjoon sangat khawatir padanya.

Young hwa :” minho makanlah….lihat tubuhmu makin kurus. Sudah 3 hari kamu tidak makan, Aku dan hyunjoon tidak ingin melihat mu seperti ini”

Hyunjoon :’ nde…bicaralah pada kami minho….kami sangat ingin mendengar suaramu”

Minho masih membisu dan hanya menatap kearah jendela.

TBC

Our little brother part.12

Hyunjoon pov

Aku sangat sedih dengan dongsaeng ku itu, aku merasa bersalah padanya. Aku jadi mengingat kata-kata jung ji young pada saat itu. Apakah benar, kami tidak pernah mengerti apa yang diinginkan dongsaeng kami itu?, apa kami terlalu over protective pada dongsaeng kami itu.

Young hwa :” hyunjoon….kamu kenapa?, masih kepikiran dongsaeng kita itu ya?”

Hyunjoon :” nde…hyung. Dan aku teringat dengan kata-kata jung ji young pada saat itu. Aku rasa kita terlalu berlebihan pada dongsaeng kita itu.”

Young hwa :” nde…aku juga  berpikiran sama seperti mu. Apa menurutmu kita harus mencari mereka dan meminta maaf pada mereka?”

Hyunjoon :” nde…hyung. Aku rasa kita harus meminta maaf pada mereka”

Young hwa :” besok sajalah kita mencari mereka. Ini sudah larut malam”

Hyunjoon :” ne…hyung. Malam ini kita tidur di kamar minho ya hyung”

Young hwa :’ ne………”

Aku dan young hwa hyung tidur di kamarnya minho. Aku menatap wajahnya yang semakin pucat. Tidak berapa lama kami terlelap, kami terbangun karena mendengar minho muntah-muntah di kamar mandi.

Hyunjoon :” minho….kamu kenapa?”

Tidak berapa lama minho keluar dari kamar mandi itu, wajahnya sangat pucat.dan berkeringat.

Young hwa :” minho……..kamu kenapa”
young hwa hyung menaruh tangannya di kening minho, namun di tepis oleh minho. Kami terkejut. Sebegitu marahnya kah minho pada kami?, baru beberapa langkah minho melewati kami, tiba-tiba dongsaeng ku itu terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri. Kami terkejut, kami menghampiri minho.

Hyunjoon :” minho……..bangun. kamu kenapa?”

Young hwa :” ya …minho~ah…….sadarlah….”

Aku memegang keningnya yang sangat panas.

Hyunjoon :” hyung……….panas…”

Young hwa :” kamu angkat dongsaeng kita ini ke kasurnya, aku akan menelpon dokter….”

Hyunjoon :” ne…..”

Aku pun merebahkan tubuhnya di kasur, tidak berapa lama kemudian dokter pun datang. Dan memeriksa dongsaeng ku itu.

Young hwa pov

Aku sangat terkejut, tiba-tiba dongsaeng ku itu pingsan dan tubuhnya sangat panas. Setelah dokter memeriksanya. Aku duduk di sampingnya dan memegang tangannya.

Young hwa :” minho……..mianhe…jika kami sudah membuatmu kesal. hyung janji tidak akan pernah membuat peraturan yang membuat mu terkekang lagi, hyung janji kamu boleh berteman dengan siapa saja. Dan hyung juga janji tidak akan melarangmu untuk berpacaran dengan gadis itu. Jadi hyung mohon kamu cepatlah sembuh, jangan buat hyung mu ini khawatir lagi. Kamu tahu minho…aku dan hyunjoon sangat sedih melihatmu seperti ini”(menitikkan air mata)

Hyunjoon :” nde…minho cepatlah sadar. Hyung janji akan meminta maaf pada mereka semua dan pada gadis itu juga. Hyung mohon kamu cepatlah sadar. Kami sangat ingin melihatmu tersenyum lagi minho…”

Keesokkan harinya, aku terbangun dari tidurku. Aku membangunkan hyunjoon.

young hwa :” hyunjoon………bangunlah. Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu”

hyunjoon :’ ah….ne….., hyung ingin bicara apa?”

young hwa :” aku ingin menemui mereka dan gadis itu. Aku ingin meminta maaf pada mereka. Dan mengajak mereka kemari. Siapa tahu…dongsaeng kita ini tersenyum lagi”

hyunjoon :” ne……., aku akan menjaga dongsaeng kita di sini”

young hwa :’ ne…, setelah mandi aku akan langsung pergi menemui mereka”

hyunjoon :” ne……hyung.”

setelah aku selesai mandi, aku pun mengendarai mobilku, untuk menemui jung ji young di rumahnya. Sesampainya di rumah jung ji young, gadis itu membukakan pintu untukku.

Ham eunjung  :” anda………”

Jung ji young :” siapa dongsaeng…?, anda…….”

Young hwa :” nde….aku kemari ingin meminta maaf pada kalian secara langsung. Aku menyesal dengan apa yang telah kulakukan pada kalian saat  itu”

Jung ji young :” kami sudah lama memaafkan kalian, apa ingin masuk dulu?”

Young hwa :” unnyieo… , aku ingin kalian ikut aku ke rumahku”

Jung ji young :” ada apa?”

Young hwa :” nanti aku jelaskan pada kalian…”

Ham eunjung  :” minho bagaimana keadaannya?”

Young hwa :” minho sedang sakit, oleh sebab itu aku kemari. Dan jung ji young bisakah kamu mengantarkan aku menemui  junyoung, jun sudan hangeng?, karena aku juga ingin meminta maaf pada mereka”

Jung ji young :” ne……..”

Setelah aku menemui mereka semua, aku pun mengajak mereka semua ke rumahku. Sesampainya di rumah, aku mengantar mereka menemui minho di kamarnya.

Hyunjoon :” syukurlah hyung sudah datang…”

Young hwa :” memangnya kenapa?”

Hyunjoon :” minho dari tadi mengigau…ia terus-terusan memanggil nama ham eunjung  dan selalu meminta maaf”

Young hwa :’ apa tubuhnya masih panas?”

Hyunjoon :’ nde…, o iya. Aku ingin minta maaf pada kalian atas sikap ku pada kalian semua”

Jung ji young :’ kami semua sudah memaafkanmu. Jadi tidak perlu meminta maaf lagi”

Hyunjoon :’ gomawo…mian kami salah menilai kalian”

junyoung :” tidak apa-apa. Minho sakit apa?”

Young hwa :” sejak pulang dari RS minho tidak mau makan, dan tidak pernah bicara dengan kami. Ia selalu diam. Hingga semalam ia pingsan. Dan sampai sekarang belum sadarkan diri”

Ham eunjung  :” bolehkah saya, duduk di dekat minho?”

Hyunjoon :” silahkan…mungkin kamu bisa membuat minho sadar”

Ham eunjung  :” gomawoyo…….”

Ham eunjung  pov

Aku cukup senang karena kedua hyung minho sudah meminta maaf pada kami, tetapi aku juga merasa sedih karena melihat minho yang sedang sakit seperti ini. Aku duduk di sampingnya, dan memegang tangannya.

Ham eunjung  :” minho……..bangunlah. aku kemari karena aku sangat merindukanmu. Kamu tahu minho…kedua hyung mu ini sangat sedih melihatmu seperti ini begitu juga  dengan ku. jadi bangunlah minho…”

Tidak berapa lama kemudian minho pun sadar dari pingsannya.

Minho pov

Aku membuka mata ku perlahan-lahan. Aku melihat sekeliling ku. aku melihat ham eunjung  sedang tersenyum dan memegang tanganku. Jung ji young,  junyoung, jun sudan hangeng pun ada di kamarku. Begitu juga dengan kedua hyung ku.

Minho :” a……..apa…..yang terjadi dengan ku?”(lemah)

Ham eunjung  :” kata young hwa hyung, kamu semalam jatuh pingsan”

Young hwa :” minho…bagaimana?, apa kamu masih merasa pusing?, hyung panggilkan dokter ya?”

Minho :” a………..andwe…aku tidak apa-apa”

young hwa :” minho…hyung senang sekali. Akhirnya kamu mau bicara pada hyung lagi”

minho :” mianhe…hyung. Aku sudah membuat kalian khawatir”

hyunjoon :” mianhe………minho. Hyung juga salah padamu. Karena hyung kamu kecelakaan waktu itu”

minho :” aku sudah memaafkan kalian berdua. Tapi apakah hyung sudah meminta maaf pada mereka semua?”

young hwa :” kami sudah meminta maaf pada mereka minho. Makanya mereka semua ada di sini”

jung ji young :” nde…..kami semua khawatir saat hyung mu bilang kamu sakit”

minho :” mianhe….sudah membuat kalian khawatir”

junyoung :’ yang penting sekarang kamu sudah sadar minho”

hyunjoon :” kamu pasti lapar kan minho?”

young hwa :” biar hyung memasak untukmu ya”

minho :” ne……..hyung” (tersenyum)

young hwa :” kamu tahu minho, hyung mu ini senang sekali sudah bisa melihat senyum mu lagi”

hyunjoon :” nde…minho”

jung ji young :” boleh aku membantu mu memasak?”

young hwa :” tentu saja boleh”

hangeng :” kalo begitu, aku juga akan membantumu”

young hwa :” ne…………..”

aku sangat senang karena kedua hyung ku itu telah berubah. Sejak saat itu, kedua hyung ku mengizinkanku untuk tetap berpacaran dengan ham eunjung , dan tidak melarangku untuk berhubungan dengan sahabat-sahabatku itu. Young hwa hyung tidak pernah lagi memberikan ku peraturan yang sangat ketat. Begitu juga dengan hyunjoon hyung. Mereka berdua telah memberikan kebebasan pada ku. sekarang jung ji young dan  junyoung bekerja sebagai pegawai di perusahaan young hwa hyung, sedangkan jun sumenjadi supir pribadiku, dan hangeng bekerja sebagai koki di rumahku. Karena young hwa hyung tertarik dengan nasi goreng Beijing buatan hangeng. Setiap pulang sekolah aku selalu menjemput ham eunjung  di sekolahnya. Kedua hyung ku pun bersahabat dengan jung ji young, jun su,  junyoung dan hangeng. Kami juga sering bermain bersama. Aku sangat bahagia dengan keadaan seperti ini.

~THE END~

 

 

About chohyunrafanfiction

hay...q ruly aku suka menulis dan semua tulisanku q share di blog pribadiku ini

Posted on Agustus 17, 2011, in brotherships, korea, romance and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: