“ appa ku seorang waria” part.1


“ appa ku seorang waria” part.1

cast. Lee teuk, choi siwon, cho kyuhyun

 

cameo : yesung, donghae, sungmin / Minnie, heechul / hee rie, eunhyuk / yukie.

 

q terinspirasi membuat ff ini  from lagu boa yang judulnya “ our love to my parent”, lagi-lagi ff ku ini bertemakan tentang keluarga, coz aku suka banget tema itu.  ku harap kalian suka ff ku ini, dan tidak pernah bosan membaca semua ff ku. khamsahamnida sebelumnya kalian sudah mau membaca semua ff yang sudah ku buat selama ini. coment dari kalian adalah penyemangatku dalam membuat ff selama ini.

so…selamat membaca yo…

 

jungso  pov

namaku adalah jungso, aku memiliki 2 orang anak. Aku selama ini menghidupi kedua orang anakku itu hanya sendiri saja, karena istriku telah meninggalkanku untuk selama-lamanya. Aku sangat mencintai istriku itu, istriku pergi meninggalkanku karena kecelakaan. Saat itu anakku yang bernama siwon berumur 12 th, sedangkan kyuhyun berumur 8 th. Sejak saat itu hingga saat ini, aku bekerja untuk menghidupi kedua anakku itu, sekarang mereka sudah beranjak dewasa, siwon sekarang kuliah di universitas ternama di korea, yaitu universitas “shinwa”, anakku itu merupakan anak yang cukup pintar di universitasnya, sedangkan anakku yang paling bungsu sekarang sekolah di geungnam high school, sekarang ia sudah duduk di kelas 2A jurusan sains. Anakku  siwon dan kyuhyun sangat berbeda, siwon karena ia adalah mahasiswa terbaik di universitasnya, hingga iapun selalu gengsi pada teman-temannya, ia tidak pernah mau mengajak teman-temannya untuk kerumah kami yang sederhana itu, siwon juga memiliki sifat egois yang cukup tinggi. Sedangkan kyuhyun, ia cukup pendiam, ia tidak pernah mau membuatku maupun membuat hyungnya khawatir. ia merupakan anak yang terbaik nilai-nilainya di sekolahnya. Kyuhyun juga sering sekali melakukan pekerjaan rumah sendiri. Setiap aku pulang bekerja, rumah sudah sangat rapi, dan makanan telah tersedia di atas meja. Namun karena aku telah di pecat dari perkerjaanku sebagai karyawan di perusahaan swasta di seoul, akupun bingung dengan pekerjaan yang harus ku lakukan saat ini, karena biaya kuliah siwon yang sangat mahal bagiku, dan uang sekolah kyuhyun. Semua itu menjadi pikiranku, aku sering sekali berpura-pura bekerja pada kedua anakku itu. padahal sebenarnya aku mencari pekerjaan yang cocok untukku. Hingga suatu hari, aku bertemu dengan seseorang yang menawariku bekerja,  awalnya aku menolak menerima pekerjaannya itu, namun karena tidak ada lagi yang mau menerimaku bekerja, akhirnya akupun menerima tawarannya itu. awalnya aku sangat risih dengan pekerjaanku itu, namun lama ke lamaan aku menjadi terbiasa dengan pekerjaanku itu.  aku merahasiakan pekerjaanku ini dari kedua anakku itu, setiap malam aku bekerja sebagai waria yang selalu melayani laki-laki hidung belang. Dan selain itu aku menyanyi di klub malam sebagai seorang wanita. Semua yang melihatku berdandan menjadi seorang wanita, mereka terkadang tidak mengetahui kalau aku adalah seorang laki-laki. Semua laki-laki yang ada di klub itu selalu menggodaku. Pekerjaan yang ku lakukan itu  mendapat tariff yang cukup tinggi hingga aku dapat membayar uang kuliah dan sekolah kedua anakku itu.  namun anak bunggsuku kyuhyun itu sering bertanya padaku, pekerjaan apa yang ku lakukan hingga aku selalu bekerja pada malam hari. Seperti sekarang ini, ketika aku memasukkan pakaianku ke dalam tasku, dan aku hendak pergi bekerja , anakku itu bertanya padaku sambil memegang buku pelajarannya itu.

“ appa……..sebenarnya appa kerja apa sih?, kenapa setiap malam selalu membawa tas?” tanyanya padaku

“ owh….appa itu kerja di café, makanya appa selalu kerja malam, karena tidak ada sip pagi atau siang. Yang ada Cuma malam.” Ucapku berbohong pada anakku itu.

“ owh…ya sudah kalau begitu. Appa hati-hati di jalan ya. Mian appa… karena aku yang sekolah ini, appa jadi bekerja berat untukku” ucapnya sambil tertunduk lesu

“ anakku…karena appa tidak ingin kalian seperti appa yang tidak bisa bekerja lebih baik. Makanya appa menyekolahkan kalian. Ingat kamu harus rajin belajar, jangan sering bermain game terus, dan ingat kamu juga harus tidur tepat waktu dan jangan larut malam, nanti radang paru-parumu bisa kambuh.” Ucapku padanya sambil mengelus kepalanya itu.

“ ne appa…..” sahutnya

Anakku ini memiliki radang paru-paru  sejak ia masih kecil, sehingga kalau ia terlalu lelah, radang paru-parunya akan kambuh.

“ hyungmu pergi kemana?” tanyaku pada anakku itu

“ tadi ku telepon, hyung masih di rumah temannya”

“ owh, ya sudah. Kamu jaga rumah arrayyo………, katakan pada hyungmu kalau appa pergi bekerja”

“ ne…appa”

Kemudian akupun pergi ke club, dan aku mengganti pakaianku dan aku berdandan menjadi wanita. Aku mengganti namaku menjadi sung yie. Seperti biasa, semua laki-laki di club itu selalu menungguku bernyanyi untuk mereka, dan setelah aku selesai aku menghampiri mereka, mereka memegang tubuhku, membelai rambut palsu yang ku gunakan itu. terkadang mereka ada yang ingin menciumku, namun aku selalu menolak mereka.

“ sung yie~ah…..kamu cantik sekali malam ini” ucap laki-laki hidung belang itu.

“ ah……anda bisa saja tuan” sahutku

“ jangan panggil saya tuan…panggil saya kangin oppa. Arra………???” ucapnya sambil memegang tanganku, namun aku melepaskan pegangan tangannya,

“ e…..a……sa…..saya tidak bisa tuan”

“ wae???” ucapnya lagi yang masih mencoba untuk memegang tanganku itu.

“ bukankah anda sudah memiliki istri tuan, bagaimana dengan istri anda??” tanyaku, yang lagi-lagi akupun melepaskan pegangan tangannya itu.

“ ah…….kamu tidak perlu memikirkan itu, lagian dia juga tidak tahu kalau aku sering kemari” ucapnya yang masih terus ingin memegang tanganku itu.

“ apa kamu ingin mendapat bayaran tinggi???” tanyanya padaku

“ bayaran tinggi?, apa dengan bayaran itu, aku bisa menambah uangku untuk biaya sekolah kedua anakku itu?” tanyaku dalam hati

“ apa kamu mau sung yie~ah???” tanyanya lagi

“ memangnya aku harus melakukan appa? dan anda ingin membayarku berapa?” tanyaku padanya

“ aku ingin kamu melayaniku malam ini, dan aku akan membayarmu 5 x lipat dari penghasilanmu yang biasa kamu peroleh”

“ 5 x lipat???, itu adalah uang yang cukup banyak. Apakah aku haruss melakukan ini???, tapi….jika aku tidak melakukannya, maka bagaimana dengan biaya sekolah anakku itu???” bisikku dalam hati.

“ bagaimana???, apa kamu terima tawaranku???” ucapnya lagi padaku

Saat aku sedang berpikir, tiba-tiba heechul yang sama seperti ku, datang menghampiriku dan mengajakku ke toilet sebentar dan ia menyuruhku untuk menerima tawaran itu.

“ mian kangin~ssi….saya ingin bicara sebentar dengan sung yie” ucap heechul padanya

“ ne…tapi jangan lama-lama ya, hee rie”

“ gwencana….” Ucap heechul padaku sambil menyeretku sampai didepan toilet.

“ yaaaaa…sung yie~ah, terima saja. Apa kamu ingin kedua anakmu itu tidak sekolah?, bagaimana dengan pendidikan mereka, lumayankan uang itu, kamu bisa menyimpannya untuk kyuhyun saat ia masuk kuliah nanti, kamu bisa menggunakan uang itu, saat siwon menyelesaikan skripsinya nanti. Bukankah kamu tidak ingin melihat mereka putus sekolah?”

“ tapi…apa harus melayaninya seperti ini???” tanyaku pada heechul

“ nde…ini adalah satu-satunya cara, kamu tahukan kangin itu adalah salah satu pengusaha yang terkaya di seoul”

“ tapi kalau dia mengetahui bahwa aku adalah laki-laki bagaimana?, dia pasti tidak jadi memberikan uang itu padaku”

“ yaaaaaa……….apa kamu lupa, kalau kita semua yang bekerja di club ini adalah waria???, ya jelas, dia pasti sudah mengetahuinya”

“ owh…nde..mian aku lupa” sahutku

“ ya sudah kalau gitu, bagaimana dengan tawarannya?”

“ mm…….aku………..”

“ jangan banyak berpikir, kajja…lakukan saja. Kami disini sudah biasa melakukan hal seperti itu”

“ mwo????”

“ sudahlah……….kajja…”

“ tapi……..”

“ apa kamu tidak peduli dengan kedua anakmu itu?”

“ ne….aku akan melakukannya” ucapku, yang dalam hati kecilku aku benar-benar tidak sanggup melakukan itu semua.

“ istriku…….mianhe…., aku terpaksa melakukan pekerjaan ini” ucapku dalam hati.

Kemudian akupun menghampiri kangin, dan kangin pun mengajakku kedalam kamar.

TBC

Mian…banget, ntah kenapa aku dapat inspirasi buat ff ini. mudah-mudahan kalian suka dengan ff ku ini yo…..

 

“ appa ku seorang waria” part.2

 

kyuhyun pov

Namaku adalah park kyuhyun, sekarang aku kelas 2 SMA. Aku memiliki seorang hyung, bernama siwon, setiap hari hyungku itu selalu pergi ke rumah teman kampusnya. Aku sering sekali tinggal di rumah sendirian. Ntah apa yang dilakukan hyung bersama teman-teman kampusnya itu,  kami sekarang hanya tinggal bersama appa. karena eomma telah lama pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Aku tidak mengerti sebenarnya pekerjaan appa ku apa?, karena appa hanya membertitahukan kalau ia bekerja di café. Terkadang aku merasa curiga dengan pekerjaan yang appaku lakukan. karena setiap ia pergi bekerja, ia selalu membawa tas ransel. Tapi aku tidak ingin terlalu curiga pada appaku, karena aku percaya appa adalah orang yang baik. Hari ini karena bosan, akupun ingin bermain game, dan kemarin appa ada membelikanku game terbaru, tapi ia simpan di kamarnya. akupun masuk kekamar appa, dan mencari kaset game itu, aku mencari di laci tidak ketemu, akhirnya akupun membuka pintu lemari appaku. Saat kubuka pintu lemari itu, aku sangat terkejut. Karena aku melihat gaun, bahkan pakaian wanita tergantung didalam lemari appa.

“kenapa pakaian wanita ada di lemari appa?”

“apakah pakaian ini milik wanita yang dicintai appa?”

“karena setahuku appa sudah memberikan semua pakaian eomma pada orang lain. lalu ini pakaian siapa?” bukan hanya pakaian wanita yang kulihat dilemari appa, melainkan make up, lipstick, bulu mata palsu, dan masih banyak lagi yang tersimpan rapi didalam sebuah tas kecil. Aku semakin bingung, dengan yang kutemukan hari ini. hingga akupun berpikiran yang tidak-tidak.

“apa jangan-jangan appa????” pikirku,

“ah…tidak mungkin, untuk apa appa menjadi waria?, aku yakin ini pasti hanya milik teman wanitanya” aku mencoba meyakinkan diriku.

“tapi…………, kalau appa mencintai wanita lain, ia pasti memberitahukanya padaku” kataku dalam hati. Ntah kenapa pikiranku selalu tertuju pada hal yang tidak-tidak. Karena aku semakin curiga, akupun membuka laci kecil yang terdapat didalam lemari itu. aku menemukan sebuah amplop.

“amplop apa ini?” tanyaku dalam hati, karena penasaran, akupun membukanya, saat aku membacanya aku sangat terkejut

 

“club beautiful girl”

 

Dengan ini saya menyetujui pekerjaan yang saya lakukan sekarang sebagai WARIA.  

 

hingga akupun mundur beberapa langkah dan surat kontrak yang kupegang terjatuh dari tanganku. aku terduduk lemas dilantai. Air mataku mengalir deras dipipiku.

“ap…appa…………………mianhe” kataku menangis sesenggukkan,

“cheongmal mianhe appa…..mianhe….” aku masih menangis didalam kamarnya.

“kenapa appa melakukan ini semua?” kataku pelan dalam tangisku. Saat aku menangis, tidak berapa lama ada yang mengetuk pintu.

 

TOK…….TOK…..TOK

 

Akupun lalu cepat-cepat menyimpan kembali surat kontrak kerja appa kedalam amplopnya. Kemudian aku menutup kembali pintu lemarinya. Aku menyeka air mataku lalu aku keluar dan membuka pintu rumahku.

“kenapa lama sekali bukanya?” kata siwon hyung

“mianhe hyung, aku tadi lagi di kamar” kataku berbohong padanya.

“owh….o iya, appa sudah pergi kerja?” tanyanya padaku

“ye…, hyung….” kataku

“mwo???” sahutnya

“sebaiknya biar aku saja yang tahu hal ini, kalau hyung mengetahuinya ia pasti akan sangat marah pada appa” kataku dalam hati sambil menatap siwon hyung.

“waegeudae?” kata siwon hyung

“anio hyung….aku Cuma ingin Tanya apa hyung sudah makan?” lagi-lagi aku berbohong padanya.

“sudah donk. Kamu sudah makan?” tanyanya balik.

“owh sudah hyung” kataku berbohong, yang sebenarnya sejak appa pergi bekerja tadi aku belum makan.

“hyung sebaiknya istirahat saja, aku juga ingin tidur” kataku.
“Ok….” Sahutnya, akupun kemudian kembali kedalam kamarku dan mengunci pintu kamarku. aku duduk didepan meja belajarku. Aku memandang foto keluarga yang masih lengkap, sebelum eomma pergi. Lagi-lagi aku menangis didalam kamarku, aku menutup mulutku dengan tangan kananku. Karena aku tidak ingin siwon hyung tahu kalau aku menangis.

“eomma…..bogoshippo….aku tahu appa melakukan pekerjaan ini karenaku dan siwon hyung. eomma……..mianhe….cheongmal mianhe…..” kataku dalam hati sambil menangis. Aku terus menerus menangis, hingga membuatku mengantuk dan aku terlelap di meja belajarku.

 

Jungso pov

Saat aku berada 1 kamar bersama kangin. Kangin duduk disebelahku, ia mengelus-elus pipiku tapi aku melepaskan tangannya dari pipiku, kemudian iapun mulai membuka resleting belakang bajuku. Karena aku benar-benar risih, akupun mendorongnya hingga ia terbaring di kasur. Lalu akupun membenarkan resleting bajuku.

“kenapa kamu tidak ingin melakukannya?” tanyanya padaku sambil beranjak duduk.

“mianhe…cheongmal mianhe….saya tidak bisa melakukan hal ini” kataku padanya

“bukankah kamu bekerja di club ini untuk melayani tamu-tamumu” katanya padaku

“tapi tidak sampai melakukan hal ini” sahutku padanya

“dasar MUNAFIK cuih….”katanya padaku, lalu iapun membuka dompetnya dan mengeluarkan uang, lalu melemparkan uang itu diwajahku. Sebenarnya hatiku sangat sakit diperlakukan seperti itu. tapi aku mencoba untuk bertahan.

“bukankah ini yang kamu inginkan?, pungut uang itu….”perintahnya padaku. aku masih berdiri dan diam sambil menatap kepadanya.

“kenapa?…….apa kamu tidak menginginkan uang ini?” katanya dengan sombong, aku masih menatapnya.

“apa kamu tidak tergiur???, owh……….aku tahu pasti ini masih kurangkan?” katanya sambil mengeluarkan uangnya dari dompet, karena aku tidak tahan dengan kelakuannya itu, akupun lalu menghampirinya dan menamparnya.

 

PLAKKKKKKKKK…….

 

“terserah apa yang anda katakan, saya tidak peduli. Saya tidak peduli anda mengatakan saya munafik, matre, waria kurang ajar….itu terserah anda”

“yang jelas, saya tidak bisa melakukan seperti yang anda minta, dan saya melakukan pekerjaan ini karena……………”kata-kataku terputus karena aku sudah tidak tahan menahan air mata yang sedari tadi kutahan ini.

“karena apa?…..karena uang bukan?” sahutnya

“anda tidak mengerti apa yang saya rasakan, anda juga tidak mengerti bagaimana rasanya mencari uang untuk anak-anak. Karena anda tidak memiliki anak, dan anda juga tidak mengerti rasanya kehilangan orang yang anda cintai sepertiku bukan?” kataku dengan air mata yang masih mengalir dipipiku. Ia terdiam mendengar perkataanku.

“ apa anda tahu bagaimana rasanya hati saya ini membohongi kedua anak saya karena pekerjaan ini?, apa anda tahu kenapa saya melakukan pekerjaan ini? apa anda tahu bagaimana sakitnya hati saya ini, jika kedua anak saya tidak selesai sekolahnya dan memutuskan sekolahnya karena saya tidak sanggup membiayai mereka” kataku padanya, ia masih terdiam. Kemudian iapun memunguti semua uang yang berserakan dilantai. Sedangkan aku masih diam dan berdiri ditempatku. Iapun kemudian berdiri tepat didepanku.

“cheongmal mianhe….kata-kataku sudah menyakiti perasaanmu. Mianhe…karena aku tidak mengetahui keadaanmu yang sebenarnya” katanya. Kemudian iapun memegang tangan kananku dan memberikan uang itu padaku.

“ uang ini, anggap saja sebagai bonus dari saya untukmu.”

“tapi………”

“uang ini saya berikan, agar kamu bisa membiayai uang sekolah anak-anakmu”

“saya tidak berhak menerimanya kangin~ssi” sahutku

“ kenapa?, bukankah kamu ingin anak-anakmu sekolah sampai tuntas” katanya padaku, ia menatapku nanar.

“tapi saya tidak melakukan pekerjaan saya sesuai permintaan anda” sahutku.

“terima saja, saya senang kalau dapat membantumu sung yie”

‘tapi……….”sahutku berusaha menolak pemberiannya. Tapi ia malah tersenyum padaku.

“aku memang tidak memiliki anak, aku juga memang tidak kehilangan wanita yang kucintai. Karena aku bukanlah laki-laki yang mengerti arti cinta dan kasih sayang. Karena perkataanmu aku jadi sadar, betapa berharganya arti sebuah cinta dan kasih sayang” katanya padaku.

“oleh karena itu, aku ikhlas memberikan uang ini padamu. Ku mohon jangan menolaknya” kata kangin padaku,

“gumawo………….” Kataku pelan. kemudian iapun keluar dari kamar, dan meninggalkanku dengan uang ditanganku yang diberikannya  padaku. aku menangis menatap uang itu.

“istriku……….mianhe…”kataku dalam hati.  Sudah jam 05.00 am , dan sudah waktunya aku pulang kerumah. Aku membawa kunci rumah cadangan. Karena aku tahu, kalau jam seperti ini kedua anakku masih terlelap. Aku membuka pintu rumahku, lalu aku masuk perlahan-lahan, agar kedua anakku tidak terbangun. Aku masuk kedalam kamarku, aku merebahkan tubuhku di kasur.

~2 jam kemudian~

Aku terbangun karena aku mendengar suara anakku siwon mengetuk pintu kamarku.

“TOK…TOK…TOK…, appa aku berangkat kuliah dulu” katanya dari luar kamarnya. akupun kemudian beranjak dari kasurku dan membuka pintu kamarku.

“ne…hati-hati dijalan. Ingat pulang kuliah langsung pulang kerumah ya?” kataku padanya

“aish…appa seperti tidak tahu saja, akukan setiap pulang sekolah harus latihan basket dulu dikampus. Pulang dari latihan aku langsung kerumah temanku donghae”

“kasihan kyuhyun selalu sendiri dirumah” kataku padanya dan kyuhyun hanya diam dan menatapku sedih. Aku tidak mengerti kenapa anakku itu menatapku seperti itu.

“kyuhyun sudah biasa di rumah sendiri appa” katanya.

“ye..appa tahu, tapikan…” kata-kataku terputus karena siwon memotong perkataanku.

“sudahlah appa, nanti aku dan kyuhyun telat. O iya appa….uang sakuku mana?’ Tanya siwon

“owh…sebentar appa ambilkan” sahutku, lalu akupun mengeluarkan uang dari dompetku, dan menghampirinya, lalu memberikan uang saku pada siwon dan kyuhyun, tapi aku sangat terkejut saat kyuhyun menolak uang saku yang kuberikan padanya.

“ini untukmu………”aku memberikan pada siwon,

“dan ini untukmu kyu…”

“tidak usah appa, uangku kemarin masih ada” katanya padaku

“tapi apa cukup?” tanyaku padanya.

“cukup appa….” katanya, lalu iapun tiba-tiba memelukku.

“kyu…….”

“saranghaeyo appa…”katanya padaku.

“ appa juga sayang padamu dan hyungmu” kataku membelai kepalanya.

“aish……buruan, ntar aku telat’ kata siwon pada kyuhyun

“ne…hyung” sahutnya. Akupun mengantarkan mereka berdua sampai depan rumahku. Sesekali kyuhyun menoleh kebelakang dan menatapku. Aku tidak mengerti dengan yang terjadi pada anakku itu. aku merasa aneh dengan tatapan sedihnya padaku.

“sebenarnya ada apa denganmu kyu?” tanyaku dalam hati.

 

TBC

 

Konflik apa lagi yang akan terjadi berikutnya pada keluarga ini?

Mian kalau udah lama nunggu lanjutan ff ini, jangan lupa coment dan likenya yo…

 

 

“ appa ku seorang waria” part.3

 

Siwon pov

Namaku park siwon, aku adalah mahasiswa terbaik di universitas “Shinwa” , saat ini aku sudah semester 6. Mungkin aku adalah sosok yang egois, aku memang malu dan risih, jika ada teman kampusku yang ingin main kerumahku. Karena rumahku tidak sebesar mereka. mungkin jika dibandingkan rumahku hanya sebesar dapur mereka. oleh karena itu aku sangat malu, aku malu jika mereka mengejek rumahku. Yang hanya mengetahui rumahku hanya 1 orang yaitu donghae. Donghae memang anak orang berada, tapi ia tidak sombong seperti yang lain. ia bahkan cenderung marah jika teman yang lain selalu merendahkan derajat orang. Aku juga memiliki seorang dongsaeng yang sangat kusayang. Donghae sahabatku juga sangat sayang pada kyuhyun. Kyuhyun memang berbeda dariku, aku adalah anak yang egois dan gengsi, sedangkan ia tidak. Kyuhyun bahkan lebih pendiam dariku. Ia tidak pernah merepotkanku dan appa.  dongsaengku itu anak yang cukup jenius. Tapi aku sangat khawatir jika ia terlalu kelelahan. Karena ia mudah sakit. Hari ini ntah kenapa aku merasa ada yang aneh pada dongsaengku itu. karena sepanjang perjalanan menuju halte bus ia selalu diam, dan tidak seperti biasanya. Ia memang pendiam, tapi diamnya saat ini berbeda dan membuatku cemas. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu.

“kyu…kenapa dari tadi kamu diam saja?” tanyaku padanya

“apa kamu sedang memikirkan sesuatu?”

“anio hyung…..aku hanya ingin diam saja” sahutnya

“ya sudahlah”sahutku padanya. Sesampainya di halte bus. Donghaepun ternyata sudah menungguku disana.

“kenapa lama sekali?” tanyanya padaku

“mian….tadi aku pamit pada appaku dulu” sahutku

“owh….kajja…masuklah” katanya padaku dan kyuhyun

“hyung, aku naik bus saja” kata kyuhyun menolak padaku dan donghae

“kenapa tidak sama-sama saja?” Tanya donghae

“nanti hyung berdua terlambat, lagian hari ini songsaengnimku tidak masuk” katanya pada kami.

“lalu?” tanyaku

“aku ingin naik bus saja” katanya lagi

“ya sudahlah kalau begitu, kami pergi duluan ya?” kata donghae

“ye hyung…” kemudian akupun masuk kedalam mobil donghae, dan kami berduapun pergi kekampus.

 

Kyuhyun pov

Hari ini lagi-lagi aku berbohong pada siwon hyung. aku sengaja bolos sekolah, karena aku ingin mencari pekerjaan. Aku tidak ingin kalau appaku melakukan pekerjaan itu, karena yang aku takutkan adalah kalau siwon hyung mengetahui pekerjaan appaku. Ia pasti akan marah besar pada appa.  aku sengaja membawa pakaian didalam ranselku. Aku pergi ke sebuah café, dan masuk kedalam toiletnya. Aku mengganti pakaianku.  Keluar dari toilet, akupun pergi menemui pegawai café yang menjadi kasir di café itu.

“ada yang bisa saya bantu?” tanyanya padaku

“saya ingin melamar sebagai pelayan disini apa bisa?” tanyaku

“chamkan manyo, saya akan menanyakannya dulu pada manajer di café ini” sahutnya

“ne…’sahutku. Kemudian iapun menyuruh temannya untuk menggantikannya sementara. Lalu iapun  pergi menemui manajer café itu.  tidak berapa lama kemudian iapun datang menghampiriku.

“mianhe….saat ini café tidak menerima pegawai baru. Mungkin anda bisa mencarinya di tempat lain” katanya padaku.  aku merasa sedih mendengar perkataan dari pegawai café itu.

“gwencana, gumawo atas infonya” sahutku. Lalu akupun keluar dari café itu.  aku masih terus mencari dan mencari di setiap café, toko tapi hasilnya tetap sama. Tidak ada lowongan untukku.  Perutku terasa lapar, aku mengeluarkan uang sakuku yang kemarin dari dalam ranselku.

“ tinggal 5 won” batinku sambil menatap uang ditanganku. Lalu akupun menggenggamnya. Dan pergi mencari jajanan kecil. Tapi saat kulihat harganya, . ada yang 7 won, 9 won, dan bahkan sampai 15 won. akupun hanya menahan rasa laparku ini.  aku terus mencari dan mencari lagi, hingga saat aku sampai disebuah club dimana club itu adalah tempat appa bekerja. Akupun memberanikan langkah kakiku untuk masuk kedalam club itu.  memang club itu belum buka, tapi aku tetap menerobos masuk kedalam. Saat didalam club itu, aku melihat seorang ntahlah ia wanita atau laki-laki. Yang jelas ia sangat cantik. Akupun menghampirinya yang sedang merokok.

“annyeong…”sapaku, kemudian iapun menoleh padaku.

“annyeong….aigo….kamu tampan sekali” godanya padaku. aku hanya mencoba untuk tersenyum saja padanya.

“ chamkanman…”katanya, kemudian iapun pergi kedalam, ntah kemana. Aku menatap sekeliling club itu. ntah kenapa aku  meneteskan air mata.

“ ternyata seperti ini tempat appa bekerja “kataku dalam hati. Tidak berapa lama kemudian keluarlah 3 orang waria yang sangat cantik. Termasuk waria yang kusapa tadi. Mereka bertiga menghampiriku.

“ternyata kamu benar Minnie, ia sangat tampan” kata seorang waria yang sangat cantik itu.

“aku benarkan hee rie. Makanya kamu tidak akan rugi kalau kamu ikut aku sebentar” kata waria yang bernama Minnie itu.  aku agak takut menatap mereka bertiga.

“mian….saya kemari karena saya ingin mencari pekerjaan” kataku pada mereka. mereka bertiga saling menatap.  Lalu merekapun bertanya alasanku bekerja di tempat ini.

“ untuk apa kamu mencari pekerjaan kemari?, sepertinya kamu masih sekolah?” kata waria bernama hee rie itu.

“karena aku ingin membantu appaku, aku tidak ingin appaku bekerja keras hanya untuk biaya sekolahku” kataku pada mereka.  mereka bertigapun kemudian diam, lalu…
“sebenarnya kami tidak mencari pekerja baru, tapi………sepertinya kamu anak yang baik. Maka dari itu, mungkin kamu hanya bisa bantu-bantu sebagai cleaning service saja. Bagaimana?, apa kamu mau?” Tanya waria bernama Minnie itu.

“jinja???” sahutku terkejut

“nde, tapi mungkin gajinya tidak seberapa” sahut waria satunya lagi.

“saya tidak peduli, asal saya bisa membantu appa saya” sahutku pada mereka.

“ne…mulai malam ini kamu sudah bisa bekerja di sini” kata hee rie itu.

“gumawo…., jam berapa saya memulai pekerjaan saya?” tanyaku pada mereka.

“ya….sekitar jam 5, karena sekitar jam 7 tempat ini sudah ramai” katanya padaku.

“ne…saya akan datang tepat waktu” kataku pada mereka.

“cham komapsumnida” kataku sambil membungkukkan sedikit badanku didepan mereka.

“chonmaneyo” sahut mereka serempak. Kemudian akupun keluar dari club itu.  akupun jalan menuju halte.  Saat bus datang, aku duduk paling belakang. Aku melamun.

“appa…aku ingin tahu, appa sebagai waria melakukan pekerjaan apa di club itu?” kataku dalam hati.  Saat bus itu sampai, akupun keluar dan menuju untuk pulang. Saat sampai dirumah. Aku melihat appaku terlelap didepan televisi. Aku mendekati appaku.

“appa pasti sangat lelah” kataku dalam hati. Akupun kemudian masuk kedalam kamarku dan meletakkan ranselku. Lalu aku keluar lagi menuju dapur. Aku memasakkan nasi dan mie naemgyon untuk appa. saat selesai, aku menatanya di atas meja.  Lalu akupun membangunkan appaku.

“appa…bangunlah. Makan dulu” kataku sambil menggoyang-goyangkan pundak appaku.

“owh…kyu. Kamu sudah pulang?” kata appa sambil mengucek-ucek matanya.

“ye…..kajja appa kita makan” kataku padanya.

“ne…..” aku dan appa makan bersama di meja makan yang kecil ini.

“kyu…tumben sudah pulang” Tanya appa padaku

“owh…ye, tadi songsaengnimnya tidak masuk. Jadi pulangnya cepat”kataku berbohong.

“o iya, appa….bolehkah aku bertanya?”

“Tanya apa?”

“appa sebenarnya kerja apa?, dan di café mana?” tanyaku, aku melihat appa diam. Aku tahu mungkin appa sedang mencari alasan tentang pekerjaannya itu.  dan ternyata benar…

 

Jungso pov

Saat kyuhyun bertanya seperti itu, ia seperti sedang mengintrogasiku. Aku bingung, aku harus menjawab apa. Tapi apa boleh buat, aku harus tetap berbohong padanya.

“apa kerja sebagai pelayan, dan appa kerja di café “Seoul” “ sahutku tanpa menatapnya.

“owh, bolehkah kapan-kapan aku mampir ke café itu appa?” tanyanya padaku

“untuk apa?” sahutku

“ingin saja kesana” katanya padaku sambil memakan makanannya.

“mm…..nanti saja kalau appa sudah gajian, appa ajak kesana ya” kataku membujuknya

“keureu appa” sahutnya. Syukur saja, ia mau kubujuk.

~sore harinya~

Saat aku keluar dari kamar, aku melihat anakku itu sudah berpakaian rapi.

“mau kemana kyu?” tanyaku padanya

“aku mau kerumah wookie, mau kerja kelompok” katanya

“owh…ya sudah. Tapi ingat kamu pulang jangan sampai malam sekali. Nanti paru-parumu kambuh.” kataku padanya

“appa tenang saja” sahutnya.

“kalau begitu aku pergi dulu appa” katanya, kemudian pergi meninggalkanku sendiri dirumah. Akupun kemudian menyiapkan semua alat make up ku, pakaian yang harus kugunakan malam ini.

~malam harinya~

Akupun pergi dimana tempatku bekerja. Sesampainya disana, aku masuk kekamar mandi dan mengganti pakaianku. Dan seperti biasa aku berdandan seperti biasa.

“akhirnya selesai juga” batinku, aku menatap wajahku di depan cermin. Tiba-tiba yukie menghampiriku.

“sung yie~ah…..apa kamu tahu, kita memiliki cleaning service baru” kata yukie padaku

“ jinja???”

“nde, dia memang masih sangat muda. Tapi ia juga tampan. Apa kamu sudah melihatnya?” tanyanya padaku

“belum, lagian untuk apa aku melihatnya?, lagian aku masih waras, aku seperti ini hanya karena pekerjaanku saja” kataku padanya.

“ye, arasseoyo…’ sahutnya.

“kajja……….tamu sudah banyak yang datang” kata Minnie yang menghampiri kami.

“ye, chamkanman” sahutku dan yukie serempak. Lalu akupun menghampiri para tamu itu. dan seperti biasa, mereka memegang kami. aku sangat tidak suka jika dipegang-pegang, tapi karena hee rie menatapku akupun mengerti maksudnya, dan aku terpaksa membiarkan mereka memegang pipiku, tanganku, bahkan pahaku. Tapi aku sangat terkejut saat ada seseorang yang menjatuhkan beberapa gelas dari nampan yang dipegangnya.

PRANGGGGGGGGGGGG……….ia membuka topi yang di pakainya, aku sangat shock.

“ap…….pa……….”katanya menangis menatapku

“k……kyu…ka……..kamu…………”kataku padanya

“kenapa appa melakukan pekerjaan ini?” kataku pada mereka.

“ kenapa appa membohongi kami?” ia semakin menangis.

“kyu….appa…”kataku, aku bingung ingin mengatakan apa padanya. Semua yang ada di club itu melihat kami berdua, dan suasana hening. Hanya terdengar suaraku dan kyuhyun. Kemudian iapun berlutut didepanku. Akupun kemudian menghampirinya.

“kyu….apa yang kamu lakukan?” tanyaku padanya

“ku mohon appa….berhentilah dari pekerjaan ini?” katanya sesenggukkan.

“kyu….berdirilah” aku membungkukkan badanku untuk menyuruhnya berdiri, tapi ia melepaskan tanganku dari pundaknya.

“shireo….ku mohon appa. aku tidak ingin appa melakukan pekerjaan ini, biarkan aku saja yang bekerja. Aku tidak ingin jika siwon hyung sampai mengetahui pekerjaan appa. aku tidak peduli jika semua temanku mengejekku karena pekerjaan appa ini, tapi bagaimana dengan siwon hyung?, apa ia sanggup jika diejek oleh teman kampusnya?, apa appa tidak memikirkan perasaan siwon hyung?, apa appa ingin siwon hyung pergi dari rumah, karena ia malu” kata anakku itu. aku tidak sanggup mendengar yang semua ia katakan padaku. akupun meneteskan air mataku.

 

*Mereka berdua tidak menyadari kalau di club itu, ada seseorang yang merekam pembicaraan mereka, bahkan mengambil gambar mereka berdua menggunakan kamera ponselnya*

 

“kyu….”akupun berlutut didepannya.

“appa melakukan ini, karena appa ingin kalian nantinya sukses dan tidak seperti appa. appa tidak ingin kamu dan hyungmu putus sekolah. jadi appa harap kamu mengerti nak” kataku padanya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“aku sangat mengerti, karena itu aku ingin appa berhenti bekerja seperti ini. biarlah aku bekerja sambil sekolah. kalau perlu aku pindah kesekolah yang biasa saja, biar appa tidak memikirkan biaya sekolahku” katanya padaku. akupun kemudian memeluknya.

“kyu………”

“ku mohon appa….”

“tapi……….” Ia tidak menjawab perkataanku.

“kyu….”kataku lagi, tapi tidak ada sahutan darinya. Aku sadar sesuatu telah terjadi padanya. Aku terkejut saat mendengar perkataan heechul padaku.

“ sung yie~ah….anakmu pingsan” katanya padaku

“mwo???”sahutku.

“lebih baik dia dibawa kekamar” kata Minnie padaku

“ne…”sahutku, lalu dengan pakaian seperti ini aku menggendong anakku di punggungku. Aku masuk kekamar, dan aku merebahkan tubuhnya diatas kasur. Aku sangat panik. Aku memegang keningnya, seperti yang kuduga ia pasti demam.

“mianhe….cheongmal mianhe…”kataku menggenggam tangannya. Yukie kemudian masuk menemuiku dan membawakan segelas air dan obat untuk anakku.

“minumkan obat ini pada anakmu” kata yukie padaku.

“gumawo….” Kataku mengambil gelas dan obat yang diberikannya padaku. akupun kemudian menghancur obat itu disendok yang berisi air. Lalu aku meminumkan obat itu padanya.

 

TBC

 

“ appa ku seorang waria” part.4

 

Jungso pov

“kyu…kenapa kamu harus mengetahui ini semua?”

“sung yie~ah…namja ini tadi pagi kemari, ia melamar pekerjaan disini. Kami semua tidak menyangka kalau ia adalah anakmu” aku hanya diam mendengar perkataan yukie.

“apa kamu tahu sung yie, alasannya ingin bekerja disini?”kata yukie padaku. aku masih saja diam dan menatap anakku ini.

“karena ia ingin membantu appanya, ia tidak ingin appanya bekerja keras hanya untuk biaya sekolahnya”

“itulah alasannya kenapa kami menerimanya bekerja ditempat kita. Tapi kami semua tidak menyangka kalau kejadiannya bakal seperti ini” kata yukie padaku. aku meneteskan air mata mendengar alasan kenapa anakku ini mencari pekerjaan.

“mianhe….appa tahu kamu sangat sayang pada appa. mianhe….”kataku didepan anakku yang masih belum sadarkan diri.

“yukie~ah…bisakah kamu membantuku?” tanyaku pada yukie

“bantu apa?” tanyanya

“aku ingin kamu menjaga anakku sebentar, aku ingin menghubungi hyung nya” kataku pada yukia

“apa kamu ingin memberitahukan kejadian ini padanya?” Tanya yukie padaku

“anio….aku hanya ingin memberitahukannya kalau kyuhyun saat ini sedang menginap di rumah temannya” kataku pada yukie.

“araseoyo….””sahutnya, lalu akupun keluar dari kamar. Semua yang ada diclub itu masih menatap kearahku. Hee rie dan Minnie menghampiriku.

“bagaimana anakmu?” Tanya hee rie

“dia sekarang sedang tidur” sahutku

“owh…”sahutnya

“bolehkah aku meminjam telepon sebentar?” tanyaku pada hee rie

“tentu saja boleh” sahutnya

“gumawo…”kataku padanya, ia tersenyum padaku. akupun kemudian menghubungi siwon.

“yeobseyo……..siwon~ah….kyuhyun malam ini nginap dirumah temannya, jadi kalau kamu ingin nginap di rumah temanmu juga tidak apa-apa………ingat jangan begadang bersama temanmu arra………kalau begitu appa bekerja dulu” akupun kemudian menutup teleponnya.  Hee rie dan Minnie menatapku nanar. Aku tahu mereka kasihan padaku. tapi aku hanya tersenyum pada mereka.

“gumawo….aku masuk dulu, mian hari ini aku tidak bekerja dengan baik” kataku pada mereka.

“gwencana…kami mengerti. Lebih baik kamu urus anakmu saja dulu” kata Minnie padaku.

“mian kalau aku merepotkan kalian” kataku pada mereka.

“gwencana…..”sahut hee rie. Kemudian akupun kembali masuk menemui anakku di dalam kamar.  Aku duduk di lantai sambil memegang tangannya. Dan aku terlelap.

 

~keesokkan harinya~

Siwon pov

Semalam aku menginap dirumah donghae. Ntah kenapa hari ini perasaanku sangat tidak enak. Kebetulan semalam donghae juga sendiri. Pagi ini kami sarapan bersama.  Tapi ntah kenapa, saat di meja makan pikiranku selalu tertuju pada appa dan kyuhyun. Aku tidak mengerti ada apa sebenarnya.

“siwon~ah….kenapa melamun?” tanyanya padaku

“ah….anio….aku tidak sedang memikirkan apa-apa” sahutku

“jinja???” tanyanya lagi

“ye….”sahutku

“o iya, semalam yesung menghubungiku. Aku bingung padanya, kenapa ia sangat membencimu. Padahalkan kamu tidak pernah berbuat jahat padanya” kata donghae padaku

“ntahlah, mungkin ia iri sama ketampananku. Hahahaha………..” kataku sambil tertawa

“kamu ini, aku serius………”katanya lagi padaku.

“biarkan saja dia mau apa. Aku tidak peduli” sahutku

“ya sudahlah, buruan makannya lalu kita pergi kekampus” katanya padaku

“ne……”setelah selesai makan, aku dan donghaepun pergi kekampus. Saat sampai dikampus, ntah kenapa aku merasa semua mata tertuju padaku. tapi aku tidak begitu peduli. Aku dan donghae cuek saja, namun saat aku mendengar suara yang kukenal, ya…itu adalah suara appa dan kyuhyun. Aku terdiam mendengarkan pembicaraan itu.

“k……kyu…ka……..kamu…………”

“kenapa appa melakukan pekerjaan ini?”

“ kenapa appa membohongi kami?”

“kyu….appa…”

“kyu….apa yang kamu lakukan?”

“ku mohon appa….berhentilah dari pekerjaan ini?”

“kyu….berdirilah”

“shireo….ku mohon appa. aku tidak ingin appa melakukan pekerjaan ini, biarkan aku saja yang bekerja. Aku tidak ingin jika siwon hyung sampai mengetahui pekerjaan appa. aku tidak peduli jika semua temanku mengejekku karena pekerjaan appa ini, tapi bagaimana dengan siwon hyung?, apa ia sanggup jika diejek oleh teman kampusnya?, apa appa tidak memikirkan perasaan siwon hyung?, apa appa ingin siwon hyung pergi dari rumah, karena ia malu”  aku bingung mendegarkan rekaman suara itu.

“apa maksud dari ini semua?” tanyaku dala hati, aku sangat terkejut saat salah satu mahasiswa yang satu kelas denganku ia mengejekku.

“siwon anak waria…………hahahaha”katanya mengejekku, yang lainpun ikut tertawa. aku bingung dan aku menghampirinya, aku memegang kerah bajunya dengan kuat.

“hyaaaaaaaa……….apa yang kamu katakan barusan?” tanyaku membentaknya

“kamu………adalah anak dari seorang waria” katanya mengejekku. Aku sangat terkejut dengan perkataannya padaku.

“apa kamu tidak percaya????” tiba-tiba saja yesung menghampiriku, dengan senyum liciknya itu. akupun kemudian melepaskan genggaman tanganku pada kerah bajunya.  Aku menatap yesung dengan tatapan sinis.

“apa maksud perkataanmu barusan?” tanyaku padanya.

“kalau kamu tidak percaya, kamu lihat ini” katanya padaku, ia kemudian memperlihatkan foto-foto dan rekaman video melalui ponselnya itu.  aku sangat terkejut saat melihatnya, aku melihat appaku memakai pakaian wanita. Dan kyuhyun berlutut didepan appa. aku menggenggam kuat tanganku karena kesal. aku menatap yesung dengan penuh amarah, hingga akupun menghajar wajahnya itu, dan aku merebut ponsel yang dipegangnya lalu, ku hempaskan dengan kuat ketanah.

“hyaaaaaaaaa……….apa yang kamu lakukan pada ponselku” katanya sambil memunguti bagian-bagian ponselnya yang berserakan ditanah.

“ini semua sebagai balasan, kamu telah mempermalukanku didepan umum. Kamu boleh menghinaku,  tapi aku tidak suka jika kamu mempermalukan appa dan dongsaengku seperti itu” kataku padanya. Kemudian akupun berlari dari area kampus itu. aku mendengar donghae berteriak memanggilku, tapi aku sangat malu untuk menoleh kebelakang. Aku terus berlari dan berlari. Aku menghubungi appaku. Tapi yang mengangkat teleponnya bukan appaku melainkan orang lain, dengan suara wanita.

“yeobseyo…….aku ingin tahu ini no telepon siapa?” tanyaku padanya, yang semalam no telepon itu masih tersimpan di ponselku.

“hee rie?” tanyaku

“anda dimana sekarang?” tanyaku padanya

“club beautiful girl???” kataku

“aku menuju kesana sekarang” kataku padanya melalui telepon. Untunglah aku tahu daerah club itu. akupun segera menutup ponselku. Dan aku segera pergi menuju tempat itu.

Kyuhyun pov

Saat aku terbangun, aku melihat appaku masih terlelap, dan ia menggenggam tanganku. aku tahu appa pasti sangat sedih, karena aku telah mengetahui kebenarannya. Akupun kemudian membangunkan appaku.

“appa……..”kataku. kemudian appaku pun bangun.

“mianhe………..”kataku. akupun beranjak bangun dan duduk di kasur itu. lalu appapun duduk disampingku.

“pabo……….kamu adalah anak yang pabo..kenapa kamu harus bekerja di tempat ini?” kata appa padaku.

“karena aku ingin tahu, apa yang appa lakukan di club ini sebenarnya. Aku sudah mengetahui semuanya appa, aku sudah membaca surat kontrak kerja appa yang appa simpan didalam lemari” kataku, aku melihat appa meneteskan air mata mendengar perkataanku.

“ mianhe, karena aku sudah lancang membuka lemari appa” kataku pada appa. appa tidak menjawab perkataanku.

“appa marah padaku?” tanyaku pada appa, namun appa masih diam dan menatapku. Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara ribut-ribut dari luar.

Siwon pov

Saat aku sampai di club itu, aku berteriak mencari appaku. Mereka yang seperti wanita itu menghampiriku.

“dimana appaku?” tanyaku pada mereka

“appa???, apa maksudmu?” Tanya seseorang yang mirip wanita itu.

“kalian jangan berlagak tidak tahu, aku yakin appaku dan dongsaengku ada disini yakan?, appa………keluarlah appa………….”aku berteriak memanggil appaku.

“hyaaaa…….anak muda, kenapa kamu seenaknya berteriak di club milikku ini?” katanya padaku.

“mana appaku………..dimana dia?” tanyaku pada mereka. tidak berapa lama kemudian, appaku dengan pakaian wanitanya dan kyuhyun dengan wajahnya yang pucat itu keluar menemuiku.

“siwon~ah……..”kata appa terkejut melihatku.

“kenapa????, apa appa kaget melihatku kemari?” tanyaku penuh kesal pada appa.

“dari mana kamu tahu appa ada disini?” Tanya appa padaku.

“disini????….hah….mungkin maksud appa, bekerja disini. Ya bukan????” kataku penuh emosi.

“hyung………..”kata kyuhyun.

“kenapa???, apa kamu juga kaget mendengar perkataanku barusan?” tanyaku pada dongsaengku itu.

“hyaaa………kami tahu kamu kecewa pada appamu, tapi bukan begini caranya. Kamu sama saja menyakiti perasaan appamu” kata waria itu.

“hah………menyakiti maksudmu?, apa kalian tidak tahu apa yang kualami barusan di kampus?, apa kalian tidak tahu, betapa sakitnya hatiku di permalukan didepan umum seperti itu. ini semua gara-gara appa……ya…..appa ku yang seorang waria……”kataku pada mereka, tiba-tiba saja kyuhyun menamparku.

PLAKKKKKKKKKK.

“kyu……apa maksudmu menamparku seperti ini?” tanyaku padanya. Ia dengan mata berkaca-kaca berkata padaku.

“apa hyung tahu……kenapa appa bekerja seperti ini?, itu semua karena kita hyung, apa hyung tahu……betapa menderitanya appa dengan pekerjaannya ini?….aku sudah mengetahuinya hyung…….aku melihat sendiri betapa berengseknya mereka memperlakukan appa seperti itu, tapi appa………….”ia menangis didepanku

“appa tersenyum didepan mereka dengan terpaksa hyung….., mungkin hyung pikir pekerjaan waria itu adalah pekerjaan yang kotor dan menjijikan. Tapi……..apa hyung mengetahui perasaan mereka semua?,  tidak semua waria itu tidak memiliki moral hyung.  Mereka juga sama seperti kita. Mereka sama seperti appa yang melakukan pekerjaan ini karena terpaksa, karena tidak ada kantor, café atau apapun juga  yang mau menerima mereka. hyung…….aku tahu hyung sangat malu dengan semua teman-teman kampus hyung.  tapi appa juga bekerja tidak sampai melakukan hal di luar batasnya. Cobalah untuk mengerti appa hyung…”katanya sesenggukkan padaku. semua yang mendengar perkataan dongsaengku itu juga ikut menangis. Sebenarnya aku mengerti dan sedih mendengar perkataannya padaku, namun karena keegoisanku akupun tidak bisa menerima semua yang terjadi saat ini.

“terserah apa katamu, yang jelas aku sangat membenci appa……….aku benciiiiiiiiiiiiiiiiii” kataku berteriak pada semuanya yang ada disitu. Kemudian akupun berlari keluar dari club itu.

 

Jungso pov

Saat siwon mengetahui kenyataan ini, aku sangat kecewa dengan perkataannya itu.  aku sangat mengerti kenapa ia sangat membenciku.  Saat ia berteriak didalam ruangan ini, kemudian iapun berlari keluar. Akupun kemudian keluar dan mengejarnya, begitu juga dengan kyuhyun dan yang lainnya. Aku berteriak memanggilnya.

“siwon~ah……..dengarkanlah penjelasan appa dulu” teriakku padanya.

“shireo………”teriaknya, ia terus berlari dan berhenti ditengah jalan.

“aku benci appa………….aku benciiiiiiiiiiiiii”katanya berteriak ditengah jalan. Namun dari arah kanan ada sebuah mobil yang melaju cepat.

“siwon……………..awasssssssssssss” aku berteriak dan mendorongnya. Lalu mobil itupun menabrakku, dan aku terpental jauh.  Pandanganku samar-samar, melihat siwon dan kyuhyun menghampiriku. Kyuhyun menangis sambil menaruh kepalaku di pangkuannya

“appa………….bertahanlah appa…………..” katanya padaku, aku pun kemudian mengangkat kedua tanganku dan  ingin memegang pipi kedua anakku, tapi tidak berhasil. Karena pandanganku menjadi gelap, dan aku tidak tahu yang terjadi selanjutnya.

Siwon pov

Saat appa menyelamatkanku, aku melihat appa terpental jauh di trotoar itu. kepalanya bersimbah darah segar. Aku sangat shock, akupun kemudian berlari menghampirinya. Dongsaengku menangis, saat appa ingin memegang pipi kami, tangannyapun terjatuh karena appa tidak sadarkan diri.

“appaaaaaaaa…………………….”aku berteriak pada appaku, tidak berapa lama kemudian ambulance pun datang.  Aku dan kyuhyun berada didalam ambulance itu menemani appa. kyuhyun sama sekali tidak menatapku, ia hanya menangis dan menangis.

“kyu……..mianhe……..” kataku pada dongsaengku itu.  aku sangat mengerti kenapa ia marah padaku.

“untuk apa hyung meminta maaf padaku?” katanya ketus.

“hyung sudah puaskan membuat appa seperti ini?” katanya lagi padaku tanpa menatapku.

“aku………….”sahutku

“tenang saja hyung….mungkin nanti tidak ada lagi yang membuat hyung malu” katanya padaku, aku sangat terkejut dengan perkataannya padaku.

“maksudmu kyu???” tanyaku

 

TBC

“ appa ku seorang waria” part.5 END

 

Kyuhyun pov

Aku sangat tidak terima dengan kejadian yang menimpa appa ku saat ini. yang ada dihatiku saat ini adalah rasa kesal pada siwon hyung. karena ia lah appaku jadi seperti ini. aku tidak tahu apa jadinya kalau appaku sampai pergi dan menyusul eomma ke surga.  Ntah kenapa perkataan-perkataan ketus keluar dari mulutku.  Aku sama sekali tidak ingin menatap wajah siwon hyung. sesampainya di RS, appa dilarikan ke ruang operasi.  Aku, siwon hyung dan ketiga teman appa yang masih mengenakan pakaian wanita merekapun ikut menunggu appaku di depan ruang operasi.  Aku bersandar didinding RS itu. siwon hyung mengajakku untuk duduk di sampingnya, tapi aku menolaknya.

“kyu…duduklah. Wajahmu sangat pucat, nanti kamu kelelahan kalau berdiri terus” katanya membujukku.

“anio………aku ingin disini saja” sahutku tanpa menatap wajahnya. Aku tahu aku sangat keterlaluan pada siwon hyung. tapi aku masih tidak terima dengan kejadian ini.  sudah 4 jam kami menunggu didepan ruang operasi. Aku sangat cemas. Tidak berapa lama kemudian akhirnya dokterpun keluar dari ruang operasi.  Kami semuapun menghampiri dokter itu.

“bagaimana dengan appa saya dok?” Tanya siwon hyung

“appa kalian, tadi sempat tidak bernapas” kata dokter itu, aku yang mendengar perkataan dokter itu, aku merasa semuanya seperti berputar. Dan aku hampir terjatuh, tapi teman appa yang bernama Minnie itu menopang tubuhku. Agar aku tidak terjatuh.

“ gumawo…”kataku padanya.

“chonmaneyo” sahutnya.

“tapi kalian tidak perlu khawatir. masa kritisnya sekarang sudah lewat.” Kata dokter itu pada kami.

“hanya saja, saat ini appa kalian belum sadar. Nanti appa kalian kami pindahkan keruang inap. Jadi kalian bisa menjaganya “ kata dokter itu pada kami.  aku cukup lega mendengar perkataan dokter itu. aku melihat siwon hyung, menangis.  Aku tahu ia menangis karena ia menyesali perbuatannya. Saat appa keluar dari ruang operasi, perawat memindahkannya keruang inap. Kami semua masuk keruangan itu. aku menatap wajah appaku. Wajah yang menyiratkan kesedihan.

 

Siwon pov

Saat aku mendengar perkataan dokter itu, aku merasa sangat kejam pada appaku. Ini semua adalah salahku, karena aku appa celaka seperti ini.  sudah 2 hari appa tidak sadarkan diri. Saat ini kyuhyun sedang terlelap didekat ranjang appa. sudah 2 hari dongsaengku itu tidak banyak bicara padaku. aku menyelimutinya dengan selimut yang kubawa dari rumah. Sejak kejadian dikampus itu, aku tidak pernah lagi menginjakkan kakiku dikampus. Donghae sesekali kemari untuk menjenguk appaku. Donghae menceritakan padaku, bahwa yesung dikeluarkan dari kampus karena perbuatannya padaku waktu itu, selain itu perusahaan appanya juga bangkrut.  Aku ingin tertawa, tapi aku juga merasa kasihan pada yesung. Tapi sekarang aku lega, karena ia telah kena batunya. Donghae mengatakan padaku, bahwa dosen-dosen disana menanyakanku. Dan memintaku untuk kembali kuliah. Tapi aku menolaknya. Karena aku tidak ingin menyusahkan appaku. Karena sekarang adalah waktunya aku mandiri. Aku tidak ingin melihat appaku dipermalukan seperti dulu lagi. Dan aku juga tidak ingin melihat dongsaengku membenciku. Aku mengundurkan diri dari universitas itu.  aku memegang tangan appaku.

“mianheyo…appa. aku janji tidak akan menyusahkan appa lagi.  Mulai saat ini, aku akan belajar untuk mandiri, tanpa menyusahkan appa .” kataku yang meneteskan air mata. Tapi aku cepat-cepat menyeka air mataku, saat melihat appaku membuka matanya. Appa menatapku. Dan aku tersenyum pada appaku.

“siwon~ah………..”kata appa lemah.

“chamkanman appa…aku panggil dokter dulu” tapi appa memegang tanganku.

“appa….”kataku

“mianhe….”kata appa padaku.

“seharusnya aku yang minta maaf pada appa. aku salah appa………..aku salah. Karena aku appa celaka seperti ini. cheongmal mianhe appa….” kataku sambil menangis pada appa.

“appa janji….appa tidak akan melakukan pekerjaan ini lagi”  kata appa padaku.

“appa………..”kata kyuhyun yang terbangun dari tidurnya. Kyuhyun menatapku yang menangis didepan appaku.

“kyuhyun~ah………”kata appa

“aku janji appa…….aku janji tidak akan menyusahkan appa lagi”kataku pada appa.

“kemarin aku sudah memutuskan untuk berhenti dari universitasku appa” kataku, appa dan kyuhyun menatapku dengan tatapan tidak percaya.

“aku tidak ingin melihat appa dipermalukan lagi seperti dulu, aku tidak ingin melihat appa yang selalu bekerja malam hari untuk melayani tamu-tamu itu. sudah cukup appa menderita karena kami. sekarang giliranku untuk bekerja” kataku pada appa.

“tapi….appa tidak ingin kamu berhenti kuliah. Appa tidak ingin kalian seperti appa. yang begitu susah mencari pekerjaan.” Kata appa padaku

“appa….tidak semua mahasiswa yang lulus dari universitas itu langsung mendapat pekerjaan. Mereka semua hanya mengandalkan perusahaan appa mereka, mereka tidak pernah mencari pekerjaan dengan keringat mereka sendiri. Aku tidak ingin seperti itu appa” kataku lagi

“tapi…kuliahmukan tinggal 2 semester lagi” kata appa padaku.

“aku tahu appa, oleh karena itu aku berhenti. Lagi pula biaya kuliah disana sangat mahal. Aku sadar selama ini aku hanya membuat appa susah, dan aku selalu membuang uang yang appa berikan padaku sesukaku” kataku. Appa terdiam mendengar penjelasanku.

“aku juga sekarang sudah bekerja appa” kata kyuhyun mengagetkanku dan appa.

“maksudmu kyu?” tanyaku padanya.

“ heechul ajussi, sungmin ajussi dan eunhyuk ajussi sudah menjual club mereka itu” kata kyuhyun.

“mwo????” kata appa terkejut.

“menjual club itu?” tanyaku terkejut padanya. Lalu tiba-tiba terdengar suara yang dimaksud kyuhyun tadi.

“nde…kami sudah menjual club itu” kata mereka serempak dengan pakaian laki-laki yang mereka kenakan.

“heechul?, sungmin?, eunhyuk?…apa ini benar kalian?” Tanya appa pada mereka.

“ini kami, kenapa???, kamu terkejut melihat kami yang sangat tampan ini?’ kata heechul ajussi pada appa. appa tersenyum pada mereka.

“ kenapa kalian menjual club itu?” Tanya appa pada mereka.

“karena kami ingin membangun rumah makan. Kami sudah membeli sebuah rumah sederhana dari uang itu, dan rumah itu kami jadikan rumah makan” kata sungmin ajussi pada appa.

“ kami sudah memiliki pegawai baru. Tuh….” Kata eunhyuk ajussi menunjuk kearah kyuhyun.

“lalu bagaimana dengan sekolahmu kyu???” tanyaku pada kyuhyun.

“hyung dan appa jangan khawatir. sepulang sekolah aku akan bekerja” katanya

“tapi kamukan tidak bisa kelelahan” kata appa pada dongsaengku itu. kyuhyun tersenyum pada appa.

“tenang saja appa…..aku pasti kuat. Aku janji tidak akan membuat appa dan hyung khawatir padaku.” katanya meyakinkan kami.

“kalian jangan khawatir pada kyuhyun. Ia pasti bisa jaga kesehatannya”  kata heechul ajussi.  2 hari kemudian  aku dan kyuhyun bekerja dirumah makan milik teman appa itu. dan 3 hari kemudian appa sudah diperbolehkan keluar dari RS.

 

Jungso pov

Aku sangat senang karena hari ini aku sudah keluar dari RS.  Sejak kecelakaan itu, semua jadi berubah. Ketiga temanku itu sekarang sudah menjadi laki-laki yang normal. Bahkan sungmin dan heechul sudah memiliki kekasih. Sedangkan eunhyuk akan segera menikah park hae in. dan anakku Siwon mendapatkan panggilan dari perusahaan melalui universitasnya.  Sedangkan anakku yang paling bungsu  sepulang sekolah ia membantuku untuk melayani para tamu, yang memesan makanan. Syukurlah semuanya senang dengan pekerjaan ini. pekerjaan yang tanpa menyakiti perasaan kedua anakku lagi. Rumah makan kami cukup ramai, karena selain orang-orang dapat menikmati makanan di tempat kami, mereka juga dapat menikmati lagu yang dinyanyikan kadang olehku, anakku kyuhyun, siwon, heechul, sungmin bahkan eunhyuk.  Keceriaan tampak terlihat jelas dari wajah kedua anakku itu. saat kami makan bersama, aku memeluk kedua anakku itu.

“saranghaeyo………gumawo. Karena kalian appa sangat senang sekarang” kataku memeluk mereka berdua.

“saranghaeyo appa…”sahut mereka bersamaan.

 

~THE END~

Mian yo chingu, kalau ff ku ini endingnya kurang memuaskan. Biasa……aku denger lagu boa “ our love to my parent” jadi pengen buatnya ampe ending. Jangan lupa coment dari kalian yo……….sangat ku nantikan. ^_^ ckckckc….

 

 

 

About chohyunrafanfiction

hay...q ruly aku suka menulis dan semua tulisanku q share di blog pribadiku ini

Posted on Agustus 18, 2011, in brotherships, family, korea and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Eonnn sehrusnya judulnya part 1-end llho .

    Akk paling suka niih FF drpd yg lain😀
    Keep writing eonn😀

  2. hiks hiks, ff.e sedih bngt,
    pntesan chingu ku ngmong aja kta.e ff ‘ appa ku seorang waria ‘ bagus nd sedih bngt, trnyata bner TT_____TT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: