“THE DOLL OF BROTHER” 1shoot


“THE DOLL OF BROTHER” 1shoot

 

Ini ff ku buat khusus untuk persaudaraan.  Semoga yang membaca ff ini suka ya…^^, maaf kalau kurang memuaskan. Ini ff q terinspirasi dari lagu yesung ost. Cinderelle sister

 

Genre: Brothership

 

Cast:

Lee teuk as teukie / park jungso

Cho kyuhyun / park kyuhyun as cho kyuhyun / park kyuhyun

 

Park jungso pov

 

Aku adalah park jungso. Sekarang aku berumur 27 th. aku bekerja sebagai seorang presenter,  aku memiliki sebuah rumah boneka yang ku bangun sendiri. Rumah boneka yang ku bangun itu, sekarang sangat ramai pengunjung. Kenapa aku membangun rumah boneka itu???, itu semua karena aku sangat merindukan adik laki-lakiku. Aku terpisah dari adikku selama 14 th. Saat itu adik laki-lakiku berumur  5 th, sedangkan aku berumur 13 th. Hanya boneka ini yang masih kusimpan sampai sekarang. Boneka yang pertama kali kami beli bersama, karena saat itu adalah hari ulang tahunnya.

 

~14 th yang lalu~

Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 5. Aku, kyuhyun, ayah dan ibu pergi untuk merayakannya bersama.

“anakku…kamu ingin hadiah apa sayang???” tanya ibu pada adikku itu.

“aku……..mm………aku ingin boneka ibu.” Kata kyuhyun.

“boneka???, kamu kan laki-laki, kenapa menginginkan boneka?” tanya ayah pada kyuhyun

“memangnya kalau laki-laki tidak boleh main boneka?” tanyanya polos, ia menggaruk-garuk kepalannya yang tidak gatal ayah dan ibu tersenyum padanya. Akupun mengacak-acak rambutnya itu.

“ boleh sih, tapi tidak cocok saja” sahutku

“kenapa begitu kak?, tapi yang aku inginkan kan bukan boneka perempuan, tapi boneka laki-laki. Kemarin kyuhyun nonton di televisi ada yang jual boneka bagus sekali. Nama bonekanya boneka persaudaraan. Dan katanya boneka itu akan membuat sebuah persaudaraan akan tetap bersatu selamanya. Makanya kyuhyun mau  boneka itu. kan satu untuk kyuhyun yang satunya lagi untuk kakak, jadi selamanya kita tidak akan terpisah kak”  ia menjelaskan keinginannya itu pada ayah, ibu dan aku.

“mm…kalau itu keinginan kyuhyun, baiklah ibu akan membelikannya untukmu” kata ibu, ibu tersenyum pada kyuhyun.

“memangnya boneka itu sepasang?” tanyaku pada adikku itu.

“iya…bonekanya bagus kak, aku yakin kakak juga pasti suka” sahutnya tersenyum lebar.

“baiklah…kakak juga penasaran sama boneka yang kamu katakan itu” sahutku, aku merangkulnya. Kemudian aku, kyuhyun, ayah dan ibu pun pergi kebeberapa toko boneka. Akhirnya kyuhyun menemukan boneka yang di inginkannya itu. ternyata memang benar, boneka itu sangat bagus. Dan boneka itu sepasang. Kyuhyun memberikannya padaku.

“ini punya kakak, dan ini punyaku, selamanya kita tidak akan berpisah dan akan selalu bersama selamanya” katanya. Aku memeluk adikku itu. aku meneteskan air mataku.

“kakak kenapa menangis???, apa kakak tidak suka sama bonekanya?” tanyanya polos

“kakak bahagia…kakak bahagia memiliki adik seperti mu. Kakak menyayangimu kyuhyun. Kakak sayang padamu” jawabku. Ayah dan ibu memeluk kami berdua.

“ayah senang memiliki anak seperti kalian berdua. Ayah harap kalian berdua tidak akan pernah berpisah” kata ayah padaku dan kyuhyun. Tapi kebahagiaan yang kami rasakan saat itu tiba-tiba saja sirna. Karena sepulang dari toko boneka itu, terjadi ledakan besar, semua orang berlarian, saat itu aku menggenggam tangan kyuhyun, tapi karena banyak orang yang berlarian, hingga kami berdua terpisah. Ayah dan ibu juga yang saat itu menggenggam tangan kami terlepas begitu saja. Bukan hanya banyak orang yang berlarian tapi banyak kendaraan yang berlalu lalang, hingga aku melihat didepan mataku ayah tertabrak, dan ibu tertimpa bagian bangunan yang  meledak itu. aku menangis melihat kedua orangtuaku yang pergi secara tragis seperti itu.

“AYAAAAAAAAAAAAAAH…………..IBUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU.” aku menangis histeris, sedangkan kyuhyun aku mendengar suaranya yang memanggilku,

“KAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK” namun semakin lama suaranya tidak terdengar lagi. yang ada bersamaku hanyalah boneka ini.

 

~14 th kemudian~

“kyuhyun……kamu dimana sekarang?, kakak merindukanmu dik” kataku dalam hati. Aku menangis didalam kamar dan memeluk boneka ini.

“selamat ulang tahun adikku, hari ini umurmu pasti 19 th bukan? Maaf, kakak hanya bisa mengucapkannya saja. Sampai saat ini kakak tidak tahu keberadaanmu. Kakak sangat ingin bertemu denganmu dik” batinku. Aku terlelap dan memeluk boneka yang selama 14 th berada bersamaku dan menemaniku.

 

Park jungso pov end

 

Cho kyuhyun / park kyuhyun pov

 

Namaku cho kyuhyun / park kyuhyun atau park kyuhyun, saat ini aku berumur 19 th. Hari ini adalah hari ulang tahunku.  Aku ditemukan oleh sepasang keluarga yang tidak memiliki anak.  Saat aku ditemukan mereka, aku sedang menangis karena aku terpisah dari kedua orang tuaku dan kakak jungso.dan saat itu aku terjatuh dan menangis sambil memeluk bonekaku itu. sampai saat ini boneka itu masih tersimpan dan terawatt baik dikamarku. Aku pernah kembali ke toko boneka itu, sekitar 1 bulan setelah kejadian itu dan berharap bertemu dengan kakak jungsoo,ayah dan juga ibu.  tapi aku tidak bertemu dengan mereka, hingga akupun bingung harus mencarinya dimana, karena rumah yang kami tempati dulu kosong. Hari ini aku berniat kembali ke Seoul, setelah 10 th lamanya aku berada di Austria bersama kedua orang tua angkatku itu. akupun meminta izin pada mereka selama 1 minggu untuk kembali ke Seoul, sebelum aku operasi jantung. alasanku kembali ke Seoul adalah karena aku ingin bertemu dengan kakak ku juga ayah dan ibuku itu. Kedua orang tua angkatku itu mengantarkanku sampai didepan pintu gerbang pesawat terbang.  Meskipun mereka berdua bukan orangtua kandungku, tapi aku juga menyayangi mereka berdua. Saat didalam pesawat, aku mengeluarkan boneka dari tas ranselku.

“ayah, ibu, kakak….tunggulah aku ingin bertemu dengan kalian” batinku sambil memandangi boneka yang kupegang dan kududukkan di atas pahaku.

 

~BANDARA INCHEON SEOUL~

 

“setelah sekian lama, akhirnya aku kembali juga ke seoul. kakak…aku yakin kita pasti akan bertemu kembali” batinku, aku tersenyum penuh semangat. Akupun kemudian memanggil taksi, dan aku masuk kedalam taksi itu.

“mau kemana???”

“hotel lottle world”

“Ok…” selama perjalanan menuju hotel lottle world, aku selalu memandang ke luar jendela. aku menghirup udara segar, aku memandang setiap bangunan yang menghiasi kota Seoul saat ini. saat aku melihat sebuah toko  bertuliskan “ house the doll of brother”, akupun meminta taksi untuk berhenti sesaat.

“stop pak, tolong tunggu saya sebentar disini” kataku kepada sopir itu

“baiklah” sahutnya. Akupun kemudian menoleh kanan dan kiri kearah kendaraan yang berlalu lalang.

 

*saat kyuhyun masih berada diseberang jalan, dan mencoba untuk menyeberang, jungsoo keluar dari rumah boneka itu, dan menuju ketempat kerjanya*

 

Karena penasaran dengan rumah boneka itu, akupun menyeberang dan memasuki rumah boneka itu. aku memandangi semua isi boneka yang dijual dirumah boneka itu.

“ada yang bisa saya bantu?” tanya pegawai itu kepadaku, aku menoleh kearahnya.

“saya ingin melihat-lihat saja dulu” sahutku

“baiklah”sahut pegawai itu, kemudian pegawai itu meninggalkanku yang masih asik melihat-lihat boneka itu. dari semua boneka yang ku lihat, ada sepasang boneka yang mirip  dengan boneka yang kumiliki. Tapi tidak sepenuhnya sama. Aku meneteskan air mataku ketika memegang sepasang boneka itu.

“kak….aku sangat merindukanmu. Kakak sekarang ada dimana?” tanyaku dalam hati. Mungkin pegawai itu merasa aneh padaku, karena melihatku menangis.

“anda tidak apa-apa tuan?” tanyanya padaku

“saya baik-baik saja” sahutku sambil menyeka air mataku.

“apa ini boneka persaudaraan???” tanyaku pada pegawai itu.

“anda benar”

“apa anda menyukai boneka ini?” tanyanya padaku

“iya, karena boneka ini mengingatkanku pada kakakku yang sekarang aku tidak tahu keberadaannya dimana” kataku pada pegawai itu. pegawai itu memandangi boneka yang terpajang didepan kami.

“sepertinya anda sangat menyayangi kakak anda?”

“ya, aku sangat menyayanginya. Aku ingin suatu hari nanti aku bisa bertemu dengannya” aku berkata pada pegawai itu dan pandanganku tidak terlepas dari boneka itu.

“anda sangat mirip dengan pemilik toko ini” aku terkejut, saat pegawai itu berkata demikian.

“maksud anda?” tanyaku padanya

“ pemilik toko ini sangat menyukai boneka ini juga” sahutnya.

“dan pemilik toko ini selalu menangis saat memandangi boneka ini”

“apa jangan-jangan pemiliki toko ini????” batinku,

“siapa nama pemilik toko ini?” tanyaku padanya

“lee teuk, kami sering memanggilnya kakak teukie” sahutnya

“teukie???, ternyata namanya tidak seperti yang kuharapkan” batinku.

“saya menginginkan boneka ini. bisakah anda membungkuskannya?” tanyaku kepada pegawai itu.

“baiklah” pegawai itu kemudian membawa sepasang boneka itu lalu membungkuskannya. Aku menghampiri pegawai itu dan membayar boneka yang kubeli itu.  aku memandangi sebuah foto yang entah kenapa saat aku menatap wajahnya difoto itu, hatiku seperti merindukan seseorang yang sudah lama ku nantikan.

“owh, dia pemilik toko ini” kata pegawai itu

“dia pemilik toko ini?, di mana dia sekarang?” tanyaku pada pegawai itu.

“owh, kakak teukie sekarang sedang kerja di acara star king, sebagai presenter disana”

“owh, apa boleh aku menemuinya?” tanyaku padanya

“kalau anda ingin menemuinya, anda harus kemari saat malam hari sekitar jam 8 malam. Karena sekitar jam 8, kak teukie sudah pulang dari tempat kerjanya, atau pagi-pagi sekali”

“baiklah” sahutku

“ini bonekanya, dan ini kembaliannya”

‘terima kasih”

“sama-sama”

“o iya, tolong katakan padanya kalau saya datang dan ingin bertemu dengannya”

“baiklah, tapi nama anda siapa?”

“cho kyuhyun, namaku cho kyuhyun”

“baiklah tuan cho, saya akan menyampaikan pesan anda padanya”

“terima kasih” kataku dan membungkukkan sedikit badanku didepannya

“sama-sama”, akupun kemudian pergi dan membawa boneka itu. aku kembali menyeberang dan menghampiri supir taksi itu.

“maaf, membuat anda menunggu terlalu lama” kataku pada supir itu.

“tidak apa-apa, apa anda mau pergi ke hotel sekarang?” tanyanya padaku

“ ya…”sahutku, sopir taksi itu kemudian membawaku ke hotel yang kusebutkan tadi.

 

Cho kyuhyun / park kyuhyun pov end

 

Park jungso pov

Sepulangnya dari acara star king yang kubawakan, aku kembali ke rumah boneka atau lebih tepatnya rumah yang ku tinggali sekaligus toko boneka. Aku menemui pegawaiku yang sudah kuanggap sebagai saudaraku. Ia bernama donghae.

“donghae~ah….bagaimana hari ini, apa ada pengunjung yang membeli boneka kita?” tanyaku padanya, dan menaruh tasku diatas meja, lalu aku duduk di kursi yang sengaja kusediakan, jika pengunjung lelah mencari barang yang diinginkannya.

“ lumayan banyak kak, o iya tadi ada seseorang yang jika dilihat dari umurnya ia lebih muda dariku. Ia membeli sepasang boneka persaudaraan yang itu” donghae menunjuk kearah boneka persaudaraan yang ku buat sama persis dengan boneka yang kumiliki meskipun tidak sepenuhnya mirip.

“ owh….”sahutku

“apa kakak tahu?, dia tadi menangis saat menatap boneka itu”

DEG….

“menangis???, kenapa???, apa jangan-jangan dia….???” Batinku, donghae kemudian membuyarkan lamunanku dengan menepuk pundakku.

“kakak baik-baik saja?” tanyanya

“ah…iya, aku tidak apa-apa. Kenapa ia menangis?” tanyaku pada donghae

“tadi kutanya, katanya boneka itu mengingatkannya pada kakaknya, yang sekarang dia tidak tahu keberadaan kakaknya itu” donghae berkata padaku, dan dia memberikanku segelas teh hangat, tapi gelas itu terjatuh dari tanganku. karena aku sangat terkejut saat donghae berkata demikian padaku.

PRAAAAAAAAAAANG

“kak….kakak kenapa?” tanya donghae padaku, namun aku tidak menghiraukan perkataannya padaku.

“ka…kakaknya???, boneka itu mengingatkannya pada kakaknya???, ke…kenapa saat donghae berkata tentang orang itu jadi mengingatkanku pada adikku kyuhyun???” batinku. Pikiranku tertuju pada seseorang yang dikatakan donghae padaku.

“kak…, kenapa kakak melamun?, apa kakak baik-baik saja?” tanyanya padaku

“donghae~ah….siapa namanya???, cepat katakan padaku”

“namanya kalau tidak salah…….cho……..cho….siapa ya???ah………cho kyuhyun namanya”

“cho???, jadi marganya cho???”batinku

“ternyata dia bukan adikku. Hanya nama belakangnya saja yang sama” batinku, dan menundukkan kepalaku ke bawah. Air mataku menetes, aku menatap pecahan gelas dilantai dekat kakiku

“ cho kyuhyun …kenapa bukan adikku park kyuhyun???, seandainya saja namanya park kyuhyun, dimanapun ia berada saat ini, aku pasti akan mencarinya.” Batinku. Donghae menyapu dan membersihkan pecahan gelas itu. donghae berjongkok dan memegang lututku

“kenapa kakak menangis???, apa kakak merindukan adik kakak itu???” aku menegakkan wajahku dan menatapnya. Dan aku buru-buru menyeka air mataku.

“ iya, aku sangat merindukannya. Apa kamu tahu???, selama 14 th ini aku tidak tahu kabarnya, aku tidak tahu ia berada dimana sekarang?, aku tidak tahu apakah ia baik-baik saja?, aku juga tidak tahu apa ia masih ada di seoul atau di tempat lain. dan aku juga tidak tahu, ia masih hidup atau tidak. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya” kataku didepan donghae. Ternyata aku tidak pernah berubah, dari dulu aku selalu mudah menangis jika menyampaikan isi hati yang kurasakan. Dan aku menangis didepan donghae.

“kak….”

“aku……..aku…..”aku tertunduk kembali dan menutup wajahku dengan kedua tanganku. aku menangis sesenggukkan.

“ aku tahu kakak sangat merindukannya. Tapi kakak harus yakin kalau adik kakak itu masih hidup dan baik-baik saja” donghae menepuk pundakku pelan dan menenangkanku. Mendengar perkataannya akupun menyeka air mataku dan tersenyum padanya

“kamu benar, aku yakin dia baik-baik saja” kataku didepannya.

“apa kakak sudah makan?” tanyanya padaku

“aku sudah makan, bagaimana denganmu?”

“aku juga sudah. O iya, karena pekerjaanku sudah selesai, aku ingin kembali kerumah”

“baiklah, maaf kalau aku merepotkanmu karena menjaga toko ini untukku”

“biasa aja lagi kak, kan aku bekerja disini, lagian hari ini kan tugasku. Dan besok yang bertugaskan sungmin. “

“iya, kamu benar. Terima kasih ya…”aku tersenyum padanya

“sama-sama kak” sahutnya, kemudian iapun membawa pecahan kaca itu dalam skop, dan membawanya kebelakang. Aku berdiri dan mendekati boneka yang terpajang itu.

“kyuhyun~ah….apa kabarmu dik???, apa kamu baik-baik saja???, sudah 14 th kita tidak bertemu. Apa kamu merindukanku?” batinku dan memegang sepasang boneka itu. tiba-tiba donghae menepuk pundakku pelan.

“kak, jangan bersedih lagi ya. kalau adik kakak melihat kakak menangis seperti ini. ia pasti juga akan sedih”

“kamu tenang saja. Kakak tidak akan bersedih lagi” sahutku didepannya. Selain donghae yang bekerja di toko ini. ada sungmin, eunhyuk dan yesung. Mereka ber 4 bertugas secara bergantian di toko ini.

“kalau begitu aku pulang dulu ya ka.”

“ya…”sahutku, akupun mengantarkannya sampai didepan pintu tokoku. Setelah donghae pergi, aku mengunci pintuku aku masuk kekamar dan merebahkan tubuhku diatas kasurku. Aku mengambil boneka yang kutaruh di atas meja dekat ranjangku. Aku memeluk boneka itu

“selamat ulang tahun adikku” aku berkata sendiri pada boneka yang kupeluk ini dan aku memejamkan mataku.

 

Park jungsso pov end

 

Cho kyuhyun / park kyuhyun pov

“kenapa aku masih kepikiran dengan pemilik toko boneka ini?” batinku, aku tidak dapat tidur malam ini, aku memegang boneka yang selama 14 th ini selalu ku bawa kemanapun aku pergi. Aku memandangi boneka persaudaraan berwarna biru sapphire ini.

“kakak ada dimana???, aku sudah kembali ke Seoul kak. Apa kakak tahu kalau aku sangat merindukanmu kak. Aku sangat ingin bertemu denganmu lagi, aku ingin kita seperti dulu lagi kak, aku rindu saat kakak memarahiku, aku rindu saat kakak mengacak-acak rambutku, aku merindukanmu kak, ayah dan juga ibu. Aku tidak tahu dimana kalian sekarang” air mataku mengalir membasahi pipiku.

“ apakah kita bisa berkumpul seperti dulu lagi???”

“ hari ini hari ulang tahunku, apa kalian mengingat hari ulang tahunku?”

“aku yakin kalian pasti masih mengingatnya yakan???”

“hanya satu do’a yang ku panjatkan, yaitu hanya ingin bertemu dan berkumpul kembali  dengan kalian” air mataku terus mengalir membasahi pipiku. Aku menangis terisak-isak.  Tapi entah kenapa aku jadi teringat akan perkataan pegawai tadi.

“anda sangat mirip dengan pemilik toko ini”

“ pemilik toko ini sangat menyukai boneka ini juga”

“dan pemilik toko ini selalu menangis saat memandangi boneka ini”

“kenapa aku selalu memikirkan perkataan pegawai itu. apa pemilik toko itu???”

“tapi tidak mungkin karena pemilik toko itu adalah leeteuk”

“apa aku harus bertemu dengannya? Ya…aku harus bertemu dengannya, aku harus menanyakan padanya kenapa ia mendirikan toko boneka itu?” aku berkata pada diriku sendiri.

“besok aku harus menemuinya” batinku, akupun merebahkan tubuhku diatas kasur lalu memejamkan mataku sambil memeluk boneka kesayanganku itu.

 

~keesokkan harinya~

 

Aku bangun sepagi mungkin, agar aku bisa bertemu dengannya. Aku pergi menuju ke Toko boneka itu menggunakan taksi. Saat sampai didepan toko boneka itu, aku melihat dari seberang jalan ada seseorang yang keluar dari toko itu, ia menggunakan topi dan mengenakan jaket berwarna biru.

“apa jangan-jangan dia pemilik toko itu???” batinku. Akupun menyeberang jalan, karena kendaraan masih belum terlalu padat, tapi saat berada ditengah jalan, tiba-tiba aku merasakan jantungku sangat nyeri. Aku memegangi dadaku.

“ke…napa harus sakit disaat seperti ini?” batinku, keringat dingin bercucuran membasahi tubuhku, lututku bergetar.

“sakit sekali” batinku, aku menggigit bibirku dan aku terduduk lemas ditengah jalan. Aku menegakkan wajahku dan mencari sosok orang itu namun ia telah pergi dan menghilang dari hadapanku. Aku tidak melihat orang itu pergi kemana, aku kehilangannya. Rasa sakit ini semakin nyeri hingga membuat kepalaku pusing dan………….semua menjadi gelap.

 

Cho kyuhyun / park kyuhyun pov end

 

Park jungso pov

 

Aku pergi pagi-pagi sekali, karena aku ingin mengunjungi makam kedua orangtuaku. Tapi saat dijalan menuju makam kedua orangtuaku, tiba-tiba langkahku terhenti. Aku menoleh kebelakang, dan aku tidak menemukan siapa-siapa.

“kenapa perasaanku tidak enak seperti ini???” aku memegang dadaku.

“apa yang kurasakan sebenarnya?”, aku menghela nafasku, kemudian melanjutkan langkahku menuju makam kedua orang tuaku. Namun sesekali aku berhenti dan menoleh kebelakang. Tapi aku tetap melanjutkan langkah kakiku menuju makam kedua orangtuaku. Saat sampai didepan makam kedua orangtuaku, aku duduk dan aku menaruh bunga yang kubeli dijalan tadi. Aku meratapi makam kedua orangtuaku. Air mataku mengalir membasahi pipiku.

“ayah…ibu…aku sangat merindukan kalian berdua. Ayah…ibu…….maafkan aku karena hingga saat ini aku belum menemukan kyuhyun.  Aku tidak tahu kyuhyun sekarang ada dimana. Ayah…ibu….bantulah aku untuk menemukan kyuhyun, karena aku sangat merindukannya. Aku sangat ingin bertemu dengan kyuhyun, aku janji ayah, ibu jika aku menemukan kyuhyun. Aku akan menjaganya dan melindunginya. Aku tidak akan membiarkan dia pergi meninggalkanku lagi” aku menangis sesenggukkan didepan makam kedua orangtuaku, hari ini langitpun ikut menangis karenaku. Hujan ini membasahi tubuhku. Eentah kenapa aku membuat permohonan disaat hujan seperti ini.

“Tuhan…pertemukanlah aku dengan adik kesayanganku, aku sangat merindukannya, aku mohon padamu…aku tidak tahu lagi apa yang akan kulakukan jika belum menemukannya” aku berkata sendirian dimakam ini, aku menundukkan wajahku, air mata terus mengalir membasahi pipiku.

 

Park jungsoo pov end

 

Cho kyuhyun / park kyuhyun pov

Aku membuka mataku perlahan-lahan, aku menatap sekeliling ruangan dikamar ini.  aku beranjak bangun dan duduk ditempat tidur ini, mataku masih menatap seisi ruangan yang sangat asing bagiku, hingga mataku tertuju pada sebuah boneka yang membuatku meneteskan air mataku. Aku mengambil boneka yang terletak diatas meja dekat kasur ini, aku memeluknya. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku menangis bahagia…

“kakak………..kakak……….kak jungsoo…….aku yakin pemilik toko ini adalah kamu kak…..”aku menangis dan masih memeluk boneka ini. akupun kemudian keluar dari kamar ini, dan mencarinya…., pegawai toko ini sepertinya bingung yang melihatku menangis dan memeluk boneka ini.

“anda baik-baik saja tuan?” tanyanya padaku

“kakak…..kakakku dimana?, katakan padaku, kakakku ada dimana?” aku menggoyang-goyangkan pundaknya.

“kakak???, maksud anda apa tuan?”

“kak jungsoo…ya…kak jungsoo…ia ada dimana katakan padaku?” aku berteriak  kepada pegawai itu.

“jungsoo??, tidak ada yang bernama jungsoo disini” sahutnya

“tidak mungkin…kakakku pasti ada disini, leeteuk…yah…namanya leeteuk. Katakan dimana kak leeteuk berada” kataku padanya, air mataku terus mengalir membasahi pipiku.

“ owh…leeteuk…kak teukie sekarang sedang pergi kemakam kedua orangtuanya” perkataan pegawai itu membuat duniaku seakan-akan berhenti berputar, aku menjatuhkan boneka yang kupeluk itu, aku terduduk lemas. Aku tidak menyangka ternyata kedua orangtuaku telah tiada. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku karena aku tidak percaya dengan perkataan pegawai itu.

“tidak mungkin…orangtuaku pasti masih hidup, mereka tidak mungkin meninggalkanku…aku tidak percaya…kamu pasti berbohong, kamu bohongkan…………”pegawai itu duduk didepanku, aku memegang lengannya dengan kuat.

“kamu bohongkan…kedua orangtuaku pasti masih hidup….”aku menangis didepan pegawai itu.

“apakah  anda adiknya kak leeteuk?” tanyanya padaku, aku mengangguk-anggukkan kepalaku.

“jika memang benar sebaiknya anda menunggunya saja, saya yakin ia sebentar lagi akan kembali” kata pegawai itu. tapi aku tidak ingin menunggu disini, karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya.

“tolong katakan dimana kedua orangtuaku dimakamkan, katakan padaku, ku mohon”aku terus memohon pada pegawai itu, hingga akhirnya pegawai itupun memberikan alamatnya kepadaku. Aku memegang boneka itu dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kananku memegang alamat makam kedua orangtuaku yang diberikan oleh pegawai itu padaku. aku keluar dari toko ini, aku berjalan menuju makam kedua orangtuaku, tapi jantungku tiba-tiba sakit, aku bersandar didinding setiap bangunan yang kulewati, meskipun hujan turun dengan derasnya, tapi aku tidak peduli, karena yang saat ini ada dipikiranku ialah aku harus menemui kakakku. Jantungku semakin sakit dan nyeri, nafasku tersengal-sengal, aku memegangi dadaku.

“ku mohon Tuhan…bantulah aku agar kuat, aku ingin bertemu dengan kakakku” aku berkata pada diriku sendiri. Aku terus melanjutkan langkah kakiku, hingga saat aku sudah tidak kuat untuk melangkahkan kakiku, ada seseorang yang berdiri didepanku, dan ia berkata….

“bukankah ini bonekaku?, kenapa ada bersamamu” tanyanya padaku, akupun mendongakkan kepalaku dan menatapnya penuh kebahagiaan.

“ka…..kak………”aku berkata kepadanya dengan nada lemah, karena penyakitku ini.

“kakak???, kenapa kamu memanggilku kakak?” tanyanya padaku

“ini…..aku……park……kyu…….hyun………..”akupun terjatuh, dan ia menopang tubuhku. Boneka yang kupegangpun terjatuh ketanah.

“apa ini benar kamu kyu??, kamu park kyuhyun adikku???”

“i…..ya……”sahutku lemah, pandanganku semakin kabur dan…….semuapun menjadi gelap.

 

Cho kyuhyun / park kyuhyun pov end

 

Park jungsoo pov

Saat aku dalam perjalanan pulang dari makam kedua orangtuaku, aku melihat seorang laki-laki dalam keadaan basah kuyup dan yang lebih mengejutkanku boneka yang kumiliki ada bersamanya. Dan saat ia memanggilku “kakak” Aku sangat bahagia, akhirnya aku dapat bertemu kembali dengan adikku kyuhyun. Tapi dibalik kebahagiaanku, kenapa ia harus sakit seperti ini. ia tidak sadarkan diri dipelukanku. Kami berdua basah kuyup, karena hujan deras saat ini. akupun menggendongnya dipunggungku, dan aku membawa bonekaku itu. aku membawanya kembali kerumahku, dan saat aku kembali sungmin terkejut melihatku menggendongnya.

“kak…dia???”

“jangan banyak tanya dulu, bantu aku buka pintu kamarku”

“baiklah”sahutnya, iapun membukakan pintu kamarku, aku merebahkan adikku di kasurku. Aku menggantikan bajunya dengan pakaian yang kumiliki. Dan aku juga mengganti pakaianku yang basah. Aku meminta sungmin untuk menghubungi dokter. Tidak lama kemudian dokterpun datang dan memeriksanya, namun aku sangat shock saat mendengar perkataan dokter itu padaku.

“bagaimana dokter?”

“adik anda harus menerima donor jantung secepatnya”

“donor jantung?”

“ya, dia harus di rawat di rumah sakit, karena kondisinya memburuk. Jika tidak menerima pendonor secepatnya kemungkinan ia tidak dapat tertolong lagi” aku menangis saat mendengar perkataan dokter itu, kenapa disaat aku bahagia bertemu dengan adikku, aku harus mendengar kabar pahit ini. dokter menghubungi ambulance, tidak berapa lama kemudian kyuyunpun dilarikan ke rumah sakit. Aku menemukan ponsel kyuhyun didalam saku celananya, saat aku menggantikan pakaiannya tadi. Akupun menghubungi nomor dimana kyuyun memiliki keluarga selain diriku. Beberapa jam kemudian kedua orangtunya datang dari Austria. Mereka berdua menghampiriku. Wajah mereka berdua sangat panik dan cemas.

“ apa kamu yang menghubungi kami?” tanyanya padaku

“iya, saya adalah jungsoo. Kakaknya kyuhyun”

“jadi kamu kakak kandungnya?”

“iya, kenapa kyuhyun bisa mengalami penyakit jantung seperti ini?” tanyaku pada mereka berdua. Merekapun menceritakan kepadaku, adikku mengalami penyakit jantung akibat kejadian 14 th yang lalu. Karena ledakan itu, hingga membuat jantungnya lemah. Saat ini kyuhyun sangat membutuhkan pendonor jantung. Akupun berniat mendonorkan jantungku untuknya, tapi sayang jatungku hanya cocok 20 % saja. Hingga dokterpun tidak mengizinkanku untuk mendonorkan jantungku. Saat ini kondisi kyuhyun memburuk, tapi ia setengah sadar dan memanggilku. Dokterpun memanggilku untuk menemuinya. didalam ruang UGD ini, aku menahan air mataku yang melihatnya lemah tak berdaya, ia mencoba tersenyum padaku. aku menghampirinya, aku duduk didekat tempat tidurnya dan menggenggam tangannya. Ia meneteskan air mata.

“ka…kak….a…ku …senang…bisa…bertemu….dengan…..kakak…lagi…aku…menyayangimu kak…aku…akan….menunggumu…bersama….ayah ….dan ….ibu…” katanya dalam keadaan lemah, aku sangat terkejut mendengar perkataannya itu. aku menangis, ternyata perkataannya itu adalah perkataan terakhir yang ia ucapkan padaku, genggaman tangannya melemah. Dan ia memejamkan matanya untuk terakhir kalinya. Aku berteriak memanggil namanya.

“kyuhyuuuuuuuuuuuuuuuun……….”aku menangis sejadi-jadinya. Ia telah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya. Adikku kyuhyun dimakamkan di samping makam kedua orangtuaku. Setelah semua pergi meninggalkanku sendiri dimakam ini. aku duduk termenung meratapi kepergiannya. Aku menaruh sepasang boneka persaudaraan milik kami diatas makamnya.

“terima kasih kyu…meskipun hanya sebentar saja, tapi kakak senang telah bertemu denganmu. Kakak janji, kakak akan menemuimu, juga ayah dan ibu di sana. Kita akan berkumpul kembali.” Aku berkata dalam hati. Hari ini hujan turun deras sekali, aku merasa langit ikut menangis karenaku. Setelah cukup lama aku berada dimakam ini. akupun melangkahkan kakiku entah kemana tujuanku. Aku memegang sepasang boneka milikku dan milik adikku. Aku memberhentikan langkahku ditengah jalan yang sepi ini. Aku menangis dan menangis, hingga dihujan yang deras ini tidak menyadarkanku bahwa ada sebuah mobil yang berasal dari tikungan sebelah kanan melaju sangat cepat. Dan menabrakku hingga aku terpental, dan boneka yang kupegangpun terlempar tidak jauh dari tempatku terpental, aku berusaha mengambil sepasang boneka itu dengan merayap perlahan-lahan, darah segar mengalir deras yang berasal dari kepalaku. Pandanganku sangat kabur, tapi aku berhasil menggenggam sepasang boneka itu dengan erat. Samar-samar aku melihat sesosok laki-laki datang menghampiriku dan tersenyum polos padaku. ia menggenggam tanganku.

“kakak…ayo ikut bersamaku. Seperti boneka itu, kita tidak akan berpisah sampai kapanpun juga” ia berkata polos kepadaku, aku tersenyum padanya. Lalu akupun memejamkan mataku untuk terakhir kalinya. Aku pergi bersamanya meninggalkan dunia ini, dan aku berkumpul kembali bersama kedua orangtuaku dan juga adik kesayanganku.

“Nama bonekanya boneka persaudaraan. Dan katanya boneka itu akan membuat sebuah persaudaraan akan tetap bersatu selamanya.” Itu yang dikatakan kyuhyun padaku, saat ini aku menggandeng tangannya erat.

“kamu benar kyu….boneka itu telah menyatukan kita sebagai saudara untuk selama-lamanya. Terima kasih adikku tersayang” sahutku padanya, dan iapun tersenyum padaku.

 

~THE END~

 

 

 

 

About chohyunrafanfiction

hay...q ruly aku suka menulis dan semua tulisanku q share di blog pribadiku ini

Posted on Agustus 18, 2011, in brotherships, korea and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Kyaaaa unnie🙂
    Wlwpun udaa prnah baca, tapi ttp ga bosend😀

  2. vania/ choi mingi

    wah.. mengharukan unnie
    kasihan kyuppa m leeteuknya
    huhuhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: