“ I wanna see your face……..hyung” part. 1-3


“ I wanna see your face……..hyung” part. 1

 

Ini ff q terinspirasi dari film india, yang ku lupa judulnya apa. Meskipun itu film belum pernah ku tonton. Tapi sinopsisnya q di ceritakan sama kaka sepupuku. Tapi ff ini tidak sama seperti film itu, coz ini hanya imajinasiku saja, q Cuma memainkan peran dokter dan anak yang buta saja. Ini ff req dari shilla silvia di grup ~super junior fanfic~,  Dan ff ini q buat saat mendengarkan lagu suju yang “ coagulation”. Mudah-mudahan kalian suka ya…

 

Cast :

Lee donghae as Dr. donghae

Cho kyuhyun as pasien

 

Lee donghae pov

Namaku adalah lee donghae. Aku adalah seorang Dokter bedah yang cukup terkenal di seoul . aku sudah banyak melakukan operasi yang cukup berhasil.  Aku memiliki seorang kekasih yang bernama han hae rie.  Aku sangat mencintai kekasihku itu. ia adalah gadis yang sangat cantik. Aku selalu memenuhi setiap permintaannya, dia adalah gadis yang sangat manja. Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku, namun di saat aku benar-benar sangat mencintainya, ia bermain api di belakangku. Ia selingkuh dariku. Dan saat aku mengetahui kenyataan bahwa ia selingkuh dengan sahabatku kibum. Aku benar-benar sangat terpukul. Hatiku benar-benar sakit saat mengetahui hal itu. aku mengetahui kejadian itu saat aku pergi ke apartemen kibum, yang saat aku ingin menemuinya, pintu apartemennya terbuka sedikit. Aku bingung, karena tumben sekali pintu apartemennya itu terbuka. Saat aku memasuki apartemen kibum. Aku mencarinya hingga ke dalam kamarnya. Saat aku berada di depan kamarnya, aku mendengar suara seorang wanita yang sudah tidak asing lagi bagiku.

“ chagi…….apa kamu sangat mencintaiku”

“ nde…aku sangat mencintaimu oppa”

“ lalu bagaimana dengan donghae?”

“ ah……..donghae oppa itu selalu membuatku bosan. Selama ini aku hanya memanfaatkannya saja. Dan aku tidak mencintainya”

“ apa dia tahu kalau kamu tidak mencintainya?”

“ dia tidak tahu, karena aku belum memberitahukan padanya, kalau aku selama ini sangat mencintaimu oppa”

“ apa reaksinya kalau ia mengetahui, bahwa kamu mencintaiku. Dan bukan mencintainya????”

“ ntahlah, mungkin aku tidak akan peduli pada perasaannya”

Saat aku mendengar percakapan mereka berdua, benar-benar membuat hatiku hancur. Akupun langsung membuka pintu kamar kibum, saat mereka berdua melihatku. Mereka berdua terkejut, karena aku sudah mengetahui semuanya.

“op……pa…” kata hae rie terkejut melihatku.

“wae???, apa kalian terkejut melihatku???” tanyaku.

“donghae~ssi…ini semua hanya salah paham” kibum mengelak.

“salah paham???, kalian pikir aku anak kecil yang mudah kalian tipu. Selama ini aku salah telah mencintaimu hae rie, dan kau kim kibum. Q pikir kamu adalah sahabatku. Ternyata bukan. Kalian berdua telah membuatku kecewa” teriakku kepada mereka berdua, kemudian akupun langsung meninggalkan apartemen kibum. Aku mempercepat langkahku, mereka berdua mengejarku dan berteriak memanggilku, tapi aku tidak menghiraukan mereka.

“oppaaaaaaaaa………..”

“hyuuuuuuuuuuuuuung” kata mereka berdua bersamaan. Aku berlari dan masuk kedalam lift, saat sampai dilantai dasar, akupun berlari kearea parkiran apartemen itu, dan aku masuk kedalam mobilku dan mengendarai mobilku dengan kecepatan diatas rata-rata. Perasaanku berkecamuk, kemarahan, rasa kecewa semua menyatu dalam dadaku. Aku mengendarai mobilku tanpa menghiraukan rambu-rambu lalu lintas.  Aku tidak memperdulikan kendaraan yang lain, aku tidak menyadari saat mobiku tidak bisa kukendalikan, karena rem mobilku blong, hingga akupun memutar balikkan mobilku tidak hati-hati dan kemudian mobilku terbalik, aku berpikir mungkin kecelakaan akan membawaku pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya. Aku merasakan darah segar mengalir dari kepalaku, pandanganku kabur, dan semua pun menjadi gelap.

 

~ keesokkan harinya~

Aku membuka mataku perlahan-lahan, dan aku memandangi sekeliling ruangan ini.

“ dimana ini?, apa aku sudah mati?” batinku, saat memandangi sekeliling ruangan yang bernuansa putih ini. “ tapi….jika aku mati, kenapa aku merasa kenal dengan ruangan ini?, atau aku masih hidup?” ujarku lemah. Aku melihat seorang anak sekitar berumur 10 th, dan ia berdiri memandangi sebuah tembok rumah sakit ini.

“ kamu….siapa?” tanyaku lemah kepadanya, ia pun berbalik kearahku dan tersenyum padaku.

“ anda sudah sadar?” tanyanya, iapun menghampiriku dengan menghitung langkah kakinya.

“ 1….2…..3………4……5…….6……7………..8……ternyata hanya 8 langkah saja, jarak antara jendela itu dengan ranjang anda ini” ujarnya padaku, aku terkejut dengan perkataannya.

“jendela???” batinku, akupun menatap sekeliling ruangan ini yang tidak ditemui jendela satupun. “ apa jangan-jangan anak ini???”, akupun melambaikan tanganku yang diperban kearah wajahnya. Dan ternyata dugaanku benar, anak ini buta.

“ aku tahu…anda adalah seorang dokter benarkan???” ujarnya padaku

“ darimana anak ini tahu???, bukankah dia buta???” batinku dan masih menatapnya, tidak berapa lama seorang dokter dan perawat pun datang keruang inapku ini.

“annyeong haseyo…….ternyata anda telah sadar” sapa dokter yang bernama park jungsoo itu padaku, yang ku baca dari nametag nya.

“kenapa saya bisa berada disini?” tanyaku lemah pada dokter itu

“ anda kemarin mengalami kecelakaan, anda sempat kehilangan banyak darah, tapi syukurlah persediaan darah kami dirumah sakit ini masih banyak, hingga nyawa andapun tertolong” ujarnya padaku

“ kyuhyun…bukannya kamu harus beristirahat???” ujar perawat itu pada anak kecil bernama kyuhyun itu.

“ternyata namanya kyuhyun?” batinku dan menatap wajahnya yang polos saat tersenyum.

“ suster kim…aku Cuma ingin menyapa dokter ini saja, lagipula aku cape jika harus beristirahat terus didalam kamarku. o iya…coba susster dan dokter park lihat kejendela itu” ujar anak kecil itu dan menunjuk kearah tembok yang ia pandangi tadi.

“ memangnya dijendela itu ada apa?” tanya dokter park jungsoo padanya.

“ aku senang sekali….ternyata diruang inapnya dokter ini, aku bisa memandangi lautan yang luas, ombak yang berderu-deru, burung-burung yang berterbangan dengan bebasnya. Apakah aku bisa terbang bebas seperti burung-burung itu dokter???” ujarnya pada dokter dan suster tersebut, suster itu meneteskan air mata saat mendengar perkataan anak kecil tersebut. Dokter park jungsoo pun kemudian menghampirinya. Dan memegang kedua pundaknya

“ kyuhyun….suatu hari kyuhyun bisa terbang bebas seperti burung-burung itu”

“cheongmal?” tanyanya pada dokter park jungsoo itu.

“nde….” Sahut dokter itu

“ apakah anak itu memiliki penyakit?” batinku, hatiku merasa miris saat mendengar keinginannya tersebut.  Aku jadi teringat akan dongsaengku yang telah lama pergi meninggalkanku dari dunia ini untuk selamanya sekitar 13 th yang lalu, karena ia menderita leukemia dan saat itu appa yang seorang dokter penyakit dalam, iapun tidak bisa menolong dongsaengku saat itu. anak kecil itu berbalik dan menghampiriku. Iapun memegang tanganku yang diperban ini.

“ aku harap…dokter cepat sembuh ya, dan jangan terlalu lama tinggal dirumah sakit ini sepertiku, bosan tahu….” Ujarnya padaku. dokter dan suster itu hanya tersenyum mendengar perkataannya itu.

“ nde….”sahutku padanya. Iapun kemudian berjalan dan ia melangkahkan kakinya dengan santai, dan seolah-olah ia tidak buta.  Ntah kenapa, aku terus menatap anak kecil itu. dokter itupun berkata….

“ anak kecil itu bernama kyuhyun, ia mengalami kebutaan karena kecelakaan yang terjadi padanya 5 th yang lalu, dan apa anda tahu???…….umur anak itu tidak lama lagi” aku terkejut saat mendengar perkataan dokter tersebut.  Saat aku ingin beranjak bangun, aku terkejut karena aku tidak bisa menggerakkan kedua kakiku.

“ dokter…ke…kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?” tanyaku pada dokter itu, dokter itupun kemudian memeriksa keadaanku, dan ia mengangkat salah satu kakiku

“ apakah anda dapat merasakan saat saya mengangkat kaki anda seperti ini?” tanyanya padaku

“ aniyo……..saya tidak merasakan apapun” sahutku, dokter itupun menyimpulkan keadaan yang kualami saat ini.

“ sepertinya kaki anda lumpuh” ujarnya yang mengejutkanku

“ mwo???……..andwe……ini tidak mungkin, anda berbohongkan dok………anda pasti bercanda”

“ mian…tapi ini adalah kenyataan pahit yang harus anda terima”

“ andwe…………andweeeeeeeeeee…………aku tidak mungkin lumpuh……..tidak mungkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin……………………….” Aku berteriak dan memukul kedua kakiku ini yang tidak terasa apapun oleh pukulanku.

“ aku tidak boleh lumpuh………aku ingin berjalan lagi……….aku tidak boleh lumpuh” aku terus berteriak, hingga dokter itupun menyuntikkan obat penenang padaku. dan obat itupun bekerja pada tubuhku, hingga akupun merasa mengantuk dan terlelap.

 

Cho kyuhyun pov

Aku adalah cho kyuhyun, umurku 10 th. Meskipun aku adalah anak tunggal, dan kedua orang tuaku adalah seorang pengusaha yang kaya dan memiliki banyak perusahaan, tapi mereka berdua tidak pernah memperhatikanku. Hanya dokter dan perawat di rumah sakit ini yang selalu memperhatikanku. Ketika aku berumur 5 th, aku mengalami kecelakaan dan terjatuh dari tangga rumahku, saat aku membawa segelas air, dan gelas yang kupegang saat itu terjatuh, dan pecahan kacanya masuk kedalam kornea mataku. Hingga menyebabkanku buta, selain itu juga, aku memiliki penyakit leukemia, meskipun aku sudah pernah dioperasi sekitar 3 th yang lalu, tapi ternyata penyakitku tidak sembuh, dan aku sering berulang kali keluar masuk rumah sakit. Karena aku bosan dirumah yang hanya tinggal seorang diri dan hanya ditemani oleh para pelayan dirumah, hingga akupun memutuskan untuk sering menginap dirumah sakit ini. karna para dokter dan perawat disini sangat memperhatikanku. Hingga akupun tidak merasa kesepian lagi. kemarin aku mendengar seseorang kecelakaan. Dan kudengar dari para perawat dirumah sakit ini, pasien yang kecelakaan itu adalah seorang dokter. Aku selalu akrab dengan para pasien dirumah sakit ini, dan karena aku sering merasa bosan di kamar inapku, hingga akupun sering mengunjungi para pasien dirumah sakit ini. aku mengenal seluruh ruangan dirumah sakit ini, meskipun aku buta, tapi aku telah belajar untuk memahami seluruh ruangan ini sekitar 5 th. Aku selalu berusaha untuk mengenal dan mencoba untuk akrab dengan semua orang dirumah sakit ini. hari ini aku memberanikan diriku untuk menemui pasien itu diruang inapnya. meskipun diruang inapnya hanya terdapat tembok, tapi karena ingin menghibur pasien itu, akupun berimajinasi dengan pikiranku. Seolah-olah ruang inapnya ini terdapat jendela. aku tahu dokter park jungsoo dan suster kim ara sedih saat mendengar perkataanku tadi, tapi aku tidak ingin memperlihatkannya didepan yang lain.  karena aku tidak ingin mereka bertambah sedih karenaku. dan saat aku meninggalkan ruang inap pasien itu, akupun kembali keruang inapku. Aku membuka laci meja yang terdapat disamping tempat tidurku ini.  aku mengeluarkan photo eomma dan appa, meskipun aku tidak bisa memandang wajah mereka di photo ini, tapi aku selalu merindukan mereka.

“ appa…….eomma………bogoshippo……, kenapa kalian tidak pernah menjengukku dirumah sakit ini?, apa kalian tidak mengkhawatirkan keadaanku???” air mataku mengalir dan membasahi pipiku saat ini. aku sangat merindukan kedua orang tuaku saat ini.

 

TBC

Jangan lupa coment dari kalian ya…..^^ + likenya kalau suka, Ok……….

 

 

 

 

 

 

“ I wanna see your face……..hyung” part. 2

^^sebelumnya

“ appa…….eomma………bogoshippo……, kenapa kalian tidak pernah menjengukku dirumah sakit ini?, apa kalian tidak mengkhawatirkan keadaanku???” air mataku mengalir dan membasahi pipiku saat ini. aku sangat merindukan kedua orang tuaku saat ini.

^^selanjutnya

 

Author pov

Kyuhyun kecil adalah seorang anak yang tidak mudah menyerah, meskipun para dokter sudah mengangkat tangan atas penyakitnya ini, namun kyuhyun tidak putus asa. Ia selalu terlihat gembira didepan semua orang. Hanya para dokter dan perawat dirumah sakit ini yang mengenal sifatnya. Saat ini kyuhyun menangis karena merindukan sosok kedua orang tuanya yang selalu sibuk bekerja.  Kyuhyun memeluk erat foto kedua orang tuanya itu, lalu iapun merebahkan tubuhnya diatas kasur. Kyuhyun terus menangis sehingga iapun terlelap dalam tidurnya.

 

~ 3 jam kemudian~

“ erghhhhhh…….” Kyuhyun terbangun dari tidurnya, dan kyuhyun meregangkan semua otot-otot lengannya. Kyuhyun meraba disekitar kasurnya, untuk mencari foto kedua orang tuanya. Namun kyuhyun tidak menemukan foto tersebut.

“ foto……fotoku dimana?” gumam kyuhyun

“ tadi suster sudah menyimpannya dalam laci mejamu kyu” ujar seorang suster kepadanya

“ owh…suster sulli….gumawo suster” ujar kyuhyun padanya

“nee…o iya, sekarang waktunya kamu kemoterapi…”ujar suster sulli kepadanya

“ o iya, aku hampir saja lupa….nee….” sahut kyuhyun, iapun kemudian beranjak dari kasurnya. Suster sulli tersenyum melihat kyuhyun yang begitu ceria. kyuhyun pun berjalan keluar dari kamarnya seperti orang yang tidak buta saja. Suster sulli mengikutinya dari belakang.

“ 508…..509…….510……..511……..512…….513……yup….akhirnya sampai juga, aku benarkan suster?” ujar kyuhyun pada sulli yang berada dibelakangnya

“nde…kamu sangat pintar sekali kyu…kajja…kita masuk kedalam” ajak suster sulli kepadanya

‘nee……” sahut kyuhyun. Ia dan suster sulli pun kemudian masuk kedalam ruangan khusus kemoterapi. Kyuhyun merebahkan dirinya diatas kasurnya, dan seperti biasa suster sulli memasang selang infuse pada pergelangan tangannya, tidak berapa lama dokter jungsoo pun datang keruangan kemoterapi.

“ kamu sudah siap kyu?” ujar dokter jungsoo padanya

“yee dok…saya selalu siap..hehehehe……..”sahut kyuhyun

“geurae……” dokter jungsoo pun kemudian menyuntikkan obat kedalam selang infuse kyuhyun yang tadi sudah disiapkan oleh suster sulli. Kyuhyun mencoba untuk tersenyum, walaupun ia merasakan sakit saat obat itu disuntikkan kepadanya.  Suster sulli menyiapkan baskom, karena reaksi dari kemoterapi adalah rasa sakit, pusing, mual dan muntah. Dokter jungsoo menangis ketika ia menyuntikkan obat tersebut kepada kyuhyun. Dokter jungsoo sangat tidak tega melihat kyuhyun yang menderita. Reaksi obat yang diberikan oleh jungsoo perlahan-lahan mulai bereaksi. Kyuhyun meringkukkan tubuhnya, dan ia menggenggam kuat sisi seprai rumah sakit. Air mata kyuhyun mulai mengalir disudut matanya. kyuhyun mulai mengalami kesakitan pada tubuhnya.

“eomma……..appa………” kyuhyun sering menyebut nama kedua orang tuanya, namun kedua orang tuanya saat ini tidak ada untuk menemaninya. Suster sulli tidak tega melihat kyuhyun yang menangis karena sakit akibat reaksi obat itu, begitu pula jungsoo. Jungsoo mengelus-elus kepala kyuhyun. Dan air matanya masih mengalir. Tidak berapa lama rasa sakit itu menyerang tubuh kyuhyun, iapun kemudian merasakan mual dan kemudian muntah-muntah.

“ uwek……..uwek………” suster sulli mengelus-elus punggung kyuhyun. Kyuhyun masih saja memuntahkan semua isi perutnya. Sehingga membuatnya lemas. Wajahnya semakin pucat. dokter jungsoo benar-benar tidak sanggup melihat kyuhyun yang menderita, sehingga jungsoo pun keluar dari ruang kemoterapi. Jungsoo bersandar di belakang pintu. Dokter jungsoo menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia menangis dan menangis. suara kyuhyun yang masih muntah masih terdengar dari luar ruang kemoterapi.  Dan semakin lama suara kyuhyun yang muntah tidak terdengar lagi. lalu suster sulli pun keluar dari ruang kemoterapi. Matanya sembab akibat menangis.

“dokter……” ujar suster sulli kepadanya

“ bagaimana dengan kyuhyun?” tanya dokter sulli

“ ia sudah tidur” sahut sulli kepadanya.

“ saya tidak tega melihatnya seperti tadi……”ujar dokter jungsoo sambil berjalan meninggalkan ruang kemoterapi

“nde…na do….kenapa orang tuanya sama sekali tidak peduli pada kyuhyun dok?, kyuhyun anak yang baik, kenapa kyuhyun harus menderita seperti ini?” ujar suster sulli

“ saya sangat berharap, suatu hari nanti orang tua kyuhyun akan menyesal karena sikap mereka” ujar jungsoo kesal

“nde…”sahut sulli. Merekapun kemudian bertugas kembali kepekerjaan mereka. sedangkan malam harinya dikamar inap donghae. Donghae tersadar dari lelapnya. Donghae memandang sekeliling ruangan, donghae merasa apa yang dikatakan dokter jungsoo hanyalah mimpi semata. Namun ia mencoba untuk menggerakkan kedua kakinya, namun ia  tidak bisa.

“kenapa aku harus lumpuh?….aku ingin berjalan lagi…….” gumam donghae kesal sambil memukul-mukul kakinya. CKLEK……..pintu kamarnya terbuka, dan kyuhyun kembali menjenguknya.

“ annyeong…….hyung…..”sapa kyuhyun ramah padanya

“ untuk apa kamu kesini, anak kecil” sahut donghae ketus padanya

“ aish…kenapa hyung galak sekali sih” sahut kyuhyun sambil menutup kembali pintu kamar ruang inap donghae. Kyuhyun melangkahkan kakinya sambil berhitung seperti yang biasa ia lakukan. kyuhyun menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya. Dan ketika ia sampai ditepi ranjang donghae. Kyuhyun pun memberikan sebuah apel kepadanya

“ ini untukmu hyung…….”ujar kyuhyun memberikan apel merah itu kepada donghae, namun  donghae yang kesal karena ia lumpuh, donghae pun menepis buah apel tersebut, sehingga apel itu jatuh kelantai dan tergelinding. Kyuhyun yang kaget dan mendengar suara apel itu jatuh dan tergelinding, kyuhyun pun merangkak dan mencari dimana apel itu jatuh. Donghae merasa kasihan dan bersalah akan sikapnya pada kyuhyun, ia meneteskan air matanya ketika kyuhyun meraba lantai ruang inapnya ini hanya untuk mencari apel itu.

“mianhe….”ujar donghae pada kyuhyun. Namun kyuhyun tidak mendengar kata maaf dari donghae karena ia terlalu fokus untuk mencari apel itu. dan ketika kyuhyun menemukan apel itu yang berada disamping lemari kecil ruang inap donghae.  Kyuhyun bersorak kegirangan, karena ia berhasil menemukan apel itu.

“ yeeiiiiiiii………aku menemukannya…” ujar kyuhyun sambil melompat-lompat kegirangan. Namun secara tiba-tiba, kyuhyun merasakan tubuhnya lemas dan kepalanya sangat pusing, sehingga dengan seketika kyuhyunpun pingsan. Donghae terkejut melihatnya, dan dengan tidak memperdulikan dirinya, donghae melepas selang infuse pada tangannya, dan meskipun donghae terjatuh dari ranjangnya, namun donghae tidak peduli, donghae merayap menuju kyuhyun yang tidak sadarkan diri. Dan ketika tiba didepan tubuh kyuhyun, donghae menepuk-nepuk wajahnya. Donghae merasa sangat cemas pada kyuhyun.

“ hyaaaaaa……anak kecil………irona..hyaaaaaaa………jangan membuatku panik seperti ini…….hyaaa………..DOKTERRRRRRRRRRRRR……………SUSTERRRRRRRRRRR…….”teriak donghae meminta pertolongan, tidak berapa lama dokter dan suster pun datang keruangan inap donghae. Mereka sangat terkejut saat melihat kyuhyun yang tidak sadarkan diri, sedangkan tangan donghae yang berdarah karena ia memaksa mencabut selang infuse itu dari tangannya.

“ kyuhyun………”teriak dokter jaejong

“ dia kenapa?” tanya dokter jaejong padanya

“molla……..tiba-tiba saja dia pingsan” sahut donghae

“ suster…..kamu bantu dia kembali kekaasurnya, saya akan membawa kyuhyun ke ruang inapnya” perintah dokter jaejong  pada suster yoona

“nee dokter….”sahut yoona. Dokter jaejong menggendong tubuh kyuhyun, sedangkan suster yoona membantu donghae untuk kembali ke kasurnya. Suster yoona memasang kembali selang infuse itu padanya.

“ ini semua salahku” ujar donghae pada yoona

“ sebenarnya apa yang terjadi?, kenapa kyuhyun bisa pingsan seperti itu?” tanya yoona padanya

“ jika saja aku tidak ketus padanya, dan menolak apel itu, mungkin saat ini anak kecil itu tidak akan pingsan seperti ini” sahut donghae menyesal

“ kenapa anda tega berbuat seperti itu kepadanya?, kyuhyun masih kecil, ia sakit parah…bahkan hidupnya tidak akan lama lagi…….kedua orang tua kyuhyun tidak peduli padanya, dan sekarang anda dengan teganya menolak pemberiannya………apa anda tahu?, kami semua dirumah sakit ini sangat menyayanginya…….kami sudah sering melihatnya menderita….apa anda tidak punya perasaan?” sahut yoona kesal kepadanya, lalu suster yoona pun pergi meninggalkan donghae sendirian dikamar inapnya.

“mianhe….bukan maksudku ingin menolak pemberianmu tadi anak kecil…….hanya saja, aku kesal pada diriku yang tidak bisa berjalan lagi” gumam donghae menyesal. Donghae kembali teringat akan ekspresi kyuhyun saat menemukan apel itu.

“ yeeiiiiiiii………aku menemukannya…”  donghae menangis saat terngiang perkataan kyuhyun yang sangat gembira menemukan apel itu.

“mianhe……cheongmal mianhe………cheongmal mianhe………”donghae sangat menyesal akan sikapnya tadi pada kyuhyun.

 

TBC

Q lama banget gak lanjutin ff ini, dan lagi datang moodnya, makanya ku buat yang ini. jangan lupa RCL nya ya ^_^

 

 

 

 

 

“ I wanna see your face……..hyung” part. 3

^^sebelumnya

“mianhe….bukan maksudku ingin menolak pemberianmu tadi anak kecil…….hanya saja, aku kesal pada diriku yang tidak bisa berjalan lagi” gumam donghae menyesal. Donghae kembali teringat akan ekspresi kyuhyun saat menemukan apel itu.

“ yeeiiiiiiii………aku menemukannya…”  donghae menangis saat terngiang perkataan kyuhyun yang sangat gembira menemukan apel itu.

“mianhe……cheongmal mianhe………cheongmal mianhe………”donghae sangat menyesal akan sikapnya tadi pada kyuhyun.

^^selanjutnya

 

Kejadian tadi membuatnya selalu teringat pada kyuhyun kecil.  Karena rasa penyesalannya, ia pun kemudian memencet tombol darurat yang terletak di dekat ranjangnya.  Dan tidak berapa lama kemudian, seorang perawat pun datang menemuinya. dengan menunjukkan wajah kesalnya pada donghae, ia pun bertanya dengan ketus padanya.

“ wae?” tanya seorang suster bernama Victoria ketus padanya

“kenapa kamu begitu ketus padaku?” tanya donghae kesal

“ karena kamu telah menyakiti seorang pasien tersayang kami di rumah sakit ini” sahutnya

“maksudmu kyuhyun?” tanya donghae

“nde…”sahutnya dingin

“aku tahu aku salah padanya, karena itu aku ingin kamu membantuku untuk bertemu dengannya. Aku ingin meminta maaf padanya secara langsung” pinta donghae padanya. Suster Victoria melihat sebuah penyesalan yang terlihat dari wajah donghae.  Ia pun kemudian menyetujui permintaannya.

“nee…saya akan mengantarmu ke kamar inapnya” sahut Victoria

‘gumawo” sahut donghae gembira.  Victoria pun kemudian membantu donghae untuk duduk di kursi rodanya, kemudian Victoria mengantar donghae menuju kamar inap kyuhyun. Setibanya di kamar inap kyuhyun. Donghae dan Victoria melihat kyuhyun sedang duduk di atas kasurnya dan ia menundukkan wajahnya. Donghae menatap lirih ke arah kyuhyun. Dan ia pun meminta Victoria untuk membantunya menghampiri kyuhyun. Dan Victoria pun menyetujuinya. Ketika donghae sudah berada di tepi kasurnya, ia pun kemudian meraih tangan mungil kyuhyun. Kyuhyun kecil terkejut, ia pun kemudian meraba tangan donghae.

“ nuguya?” tanya kyuhyun padanya

“ aku donghae…aku adalah pasien yang tadi siang telah menolak pemberian apelmu padaku” sahut donghae padanya

“ owh, hyung….” ujar kyuhyun sembari menyunggingkan senyumnya di depan donghae.  Donghae yang melihat pipi kyuhyun basah karena ia menangis, donghae pun kemudian menyeka air matanya.

“kenapa kamu menangis?, apa karena sikapku tadi siang padamu?” tanya donghae padanya.

“unnyie…aku hanya merindukan orang tuaku saja” sahut kyuhyun

“ orang tuamu kemana?” tanya donghae padanya

“ appa dan eomma….mm…mereka ada, hanya saja mereka masih di luar kota hyung” sahut kyuhyun. Kyuhyun kecil pun kemudian melepaskan tangannya dari donghae, lalu  ia pun meraba ke meja di samping ranjangnya. Ia mengambil apel merah yang tadi siang hendak ia berikan pada donghae.

“ ini untuk hyung” ujar kyuhyun dan memberikan kembali apel itu padanya

“gumawo” sahut donghae menyambutnya. Kyuhyun pun tersenyum bahagia karena donghae menerima pemberian apel untuknya

“ kita makan apel ini bersama ya” ajak donghae padanya

“cheongmal???” tanya kyuhyun tidak percaya

“nde…changkeman” sahut donghae, Victoria mengambilkan pisau buah yang terletak di atas meja kyuhyun.

“ini…” ujarnya memberikan pisau itu pada donghae

“gumawo” sahut donghae dan menerima pisau tersebut.  Donghae pun kemudian mengupas apel itu, dan ia membelahnya menjadi 4.

“apelnya sudah hyung potong, ini untukmu” donghae memberikan apel itu padanya. Kyuhyun pun kemudian meraba apel yang diberikan donghae padanya. Air mata kyuhyun menetes dan membasahi wajahnya.

“kenapa kamu menangis?” tanya donghae

“ aku bahagia hyung, karena aku bertemu dengan orang sepertimu. Hyung sangat baik padaku. Aku sudah sangat lama, tidak makan apel ini bersama appa dan eomma. Dan hari ini, aku makan apel ini bersamamu hyung. aku sangat bahagia. Gumawo…cheongmal gumawo hyung” ujar kyuhyun. Melihat kyuhyun menangis, donghae pun ikut menangis.

“ mianhe….hyung pernah menyakiti perasaanmu. Tapi mulai saat ini…hyung tidak akan membiarkanmu untuk menangis lagi” ujar donghae padanya

“gumawo hyung….seandainya aku dapat melihat…orang pertama yang ingin kulihat adalah hyung” ujar kyuhyun

“hyung janji……jika kamu sudah dapat melihat, hyung akan berada di sisimu” sahut donghae. Kyuhyun pun kemudian menunjukkan jari kelingkingnya, donghae mengerti maksud kyuhyun, hingga ia pun kemudian mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking kyuhyun.

“janji” ujar kyuhyun meyakinkan

“nee…hyung janji” sahut donghae. Sejak saat itu, kyuhyun dan donghae menjadi sangat akrab, bahkan mereka berdua seperti saudara kandung. Donghae sangat menyayangi kyuhyun, dan kegigihan kyuhyun dalam berjuang melawan penyakitnya saat donghae menemani kyuhyun kemoterapi, telah membuka pikirannya bahwa ia dapat berjalan jika ia berjuang seperti apa yang dilakukan kyuhyun. Sehingga ia pun memutuskan untuk melakukan terapi agar ia dapat berjalan kembali.  Saat ini donghae sedang berada di ruang terapi, dan kyuhyun ikut menemaninya. Meskipun kyuhyun tidak bisa melihat, namun kyuhyun selalu memberikan semangat pada donghae.

“ hwaiting…hyung pasti bisa” ujar kyuhyun padanya. Donghae semangat ketika kyuhyun menyemangatinya.  Usai menjalani terapi,  donghae pun kembali duduk di kursi rodanya, dan kyuhyun pun menghampirinya.

“ meskipun aku tidak bisa melihat hyung, tapi aku yakin….tadi terapi hyung pasti sangat melelahkan ya?” ujar kyuhyun polos padanya. Donghae tersenyum dan ia pun mengelus kepala kyuhyun lembut.

“unnyie……hyung tidak lelah kok” sahut donghae, kyuhyun tersenyum mendengar perkataan donghae. Senyum donghae menjadi redup ketika rambut kyuhyun sangkut di telapak tangannya karena rontok, dan rontoknya bukan sehelai dua helai rambut. Melainkan ½ dari telapak tangan donghae. Donghae meneteskan air matanya ketika menatap rambut rontok kyuhyun di tangannya.

“hyung…kenapa diam?” tanya kyuhyun padanya.

“owh…gwencana” sahut donghae berbohong

“mm……hyung, aku ingin kembali ke kamarku” pinta kyuhyun padanya.

“suster akan mengantarmu ke kamarmu kyu” ujar suster taeyeon padanya

“ biar saya saja yang mengantarnya ke kamarnya” sahut donghae

“tapi….”perkataan taeyeon diputus oleh kyuhyun

“ aku ingin donghae hyung yang mengantarku suster” pinta kyuhyun pada suster taeyeon

“arasseo……nee……donghae akan mengantarmu ke kamarmu” sahut suster taeyeon. Donghae pun kemudian menemani kyuhyun hingga ke kamar inapnya. dan suster taeyeon tetap mengikuti mereka berdua dari belakang. Saat berada di dalam kamar inap kyuhyun. Kyuhyun kecil berjalan menuju arah mejanya, dan ia pun membuka laci meja itu. ia mengambil sebuah kertas yang ia gambar, lalu ia pun memberikan gambar itu pada donghae.

“hyung……lihatlah, apa gambarku ini bagus?” tanya kyuhyun padanya, donghae pun menyambut gambar yang diberikan kyuhyun padanya. Donghae tersenyum melihat gambar kyuhyun, yang di dalam gambar itu wajah donghae bulat dengan rambut ikal yang kyuhyun gambar.

“ottoke hyung?, apa gambarku bagus?” tanya kyuhyun lagi padanya.

“nde…sangat bagus, hyung suka sekali. Apa ini hyung?” tanya donghae padanya

“nde……itu hyung, aku tidak tahu wajah hyung seperti apa. Tetapi aku menggambar wajah hyung hanya dari imajinasiku saja” sahut kyuhyun

“hyung suka saeng, gumawo” ujar donghae berterima kasih padanya

“nee……hyung” sahut kyuhyun padanya. Ketika donghae dan kyuhyun sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja dokter jaejong datang ke kamar kyuhyun, namun bukan untuk bertemu dengan kyuhyun, melainkan ia ingin membicarakan sesuatu pada donghae.

“annyeong kyuhyun……pasien dokter tersayang” ujar jaejong menghampiri kyuhyun

“annyeong dok….aku tahu…dari aroma parfum ini, pasti dokter jaejong kan” sahut kyuhyun padanya

“nde……hahahahhaha……kamu sangat pintar sekali” puji dokter jaejong padanya. Donghae tersenyum ketika mendengar tebakan kyuhyun

“ o iya, donghae~ssi……ada yang ingin saya bicarakan padamu. Apa kamu bisa ikut ke ruangan saya sebentar” ujar jaejong padanya

“owh….nee” sahut donghae setuju

“kyu……hyung pergi dulu, nanti hyung kemari lagi, dan kita bermain bersama lagi. Ok” ujar donghae padanya

“ Ok…hyung” sahut kyuhyun semangat. Kemudian donghae pun meninggalkan kyuhyun seorang diri di dalam kamar inapnya. Victoria mendorong kursi roda donghae untuk mengantarnya ke ruangan dokter jaejong.

 

TBC

mm……apakah yang akan dibicarakan jaejong pada donghae?

RCL nya di tunggu ya

Mian hari ini Cuma 1 ff aja ku buatnya, coz ku lagi kecapean banget…L

About chohyunrafanfiction

hay...q ruly aku suka menulis dan semua tulisanku q share di blog pribadiku ini

Posted on Oktober 8, 2011, in brotherships, korea and tagged , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. akhirnya keluar juga nich lanjutannya
    kasihan kyuhyun, msh kecil tp dah sakit dan ortunya gk peduli tuh
    untung ada donghae, suster sm dokter yg sayang bgt sm dia

    ayo onn semangat nulis fanficnya
    tapi istirahat dulu biar capeknya ilang
    hehe………………………….

    HWAITING

  2. Yeaachh akhirnya bisa buka blog eon..
    Asyik kyuhyun dan hae jd sangat akrab…

  3. hweeee….kurang panjaaaaang,pdhal dah lama nunggu ni ff….hufufufufuuuu…..LANJUTTT!

  4. akhirnya aku baca lanjutanya
    eonn emang daebak …
    lanjut, ya eonn
    ^^
    HWAITING …. \^0^/

  5. Ortu.a Kyu kejam!!!
    ntar klo Kyu g ada bru nyesel!!

    onn lanjutin y!!

  6. Eonni..kok pendek sih?padahal aku udah lama nungguin ff ini..
    Aku suka banget karakter kyu sbagai anak” di sini..
    Kira” apa ya yg akan di bicarakan dokter jaejong dengan donghae?
    Mm..penasaran..
    Lanjut ya eon..jangan lama”..dan juga lbih panjang lagi yaaa..hehe
    HWAITING!

  7. lnjut unnn…..

  8. kuuraaaaaaaaaaaaangggggg panjang kak………. aq suka….
    perbnyak sad story na ya yay

  9. .._knp tu hae di panggil ma dokter ???????????
    penasaran

  10. persahabatan antar pasien. Apa yah yang mau diobrolin jaejong?

  11. penasaran………………..
    lanjutin ya………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: